18 April, Saat Messi Menjiplak Maradona-Spekta Sports

18 April, Saat Messi Menjiplak Maradona

Jakarta, CNN Indonesia — Salah satu hal yang identik dari Diego Maradona adalah gol individu ke gawang Inggris di Piala Dunia 1986. 18 April 2007, Lionel Messi menjiplak gol tersebut dengan sempurna.

Messi yang saat itu masih menggunakan nomor punggung 19 seolah menegaskan status bahwa ia adalah ‘The Next Maradona’ yang sudah lama dinantikan. Tiap pemain muda hebat muncul di Argentina, mereka seringkali dilabeli julukan ‘The Next Maradona’ mulai dari Ariel Ortega hingga Marcelo Gallardo.

Namun akhirnya Messi yang sukses menjiplak gol legendaris Maradona tersebut dengan tepat. Duel Barcelona lawan Getafe di leg pertama semifinal Copa del Rey jadi tempat Messi unjuk gigi.



Menerima bola dari Xavi Hernandez, Messi sejatinya berada dalam posisi sulit. Ia dikepung oleh dua pemain Getafe. Ketika Nacho coba menghentikan Messi, ia malah dikolongi oleh Messi.

Messi terus berlari kencang menuju kotak penalti Getafe. Di depan kotak penalti, Messi diadang dua pemain. Messi tidak mengurangi kecepatannya, ia bergerak ke kiri dan langsung kemudian mengubah arah giringan sekaligus melepaskan diri dari tekel yang dilancarkan oleh David Belenguer.

18 April, Saat Messi Menjiplak MaradonaLionel Messi merupakan produk akademi La Masia. (AP Photo/G.Garin)

Kiper Luis Garcia coba mengadang Messi, namun dengan satu gerak tipu, Messi bisa melewati Garcia. Dengan sudut tembak yang sempit, Messi memutuskan melepaskan tendangan dengan kaki kanan.

Bola meluncur ke gawang. Messi berlari merayakan gol disambut decak kagum penonton yang memadati Camp Nou.

Gol Messi dan Maradona terbilang sangat mirip karena berawal dari tengah lapangan, di sisi kanan, dan juga dengan menggocek kiper.

18 April, Saat Messi Menjiplak Maradona

Perbedaan yang ada hanya pada letak di penyelesaian akhir. Maradona tetap menggunakan kaki kirinya untuk mencetak gol sedangkan Messi yang juga kidal melepaskan tembakan menggunakan kaki kanan.

Julukan ‘Messidona’ pun mulai disematkan setelah momen tersebut. Musim 2006/2007 sendiri merupakan musim kenangan bagi Messi lantaran ia berhasil mencetak 17 gol di musim ini, jauh lebih banyak dibandingkan catatan gol di dua musim sebelumnya.

Gol individu Messi ke gawang Getafe itu sendiri tidak berakhir baik. Barcelona memang menang 5-2 di leg pertama namun gagal lolos ke final karena kalah 0-4 di leg kedua.

Namun terlepas dari itu, cara Messi unjuk kebolehan di laga lawan Getafe seolah jadi simbol janji bahwa ia bakal jadi bintang terang Barcelona di musim-musim mendatang.

Messi lantas berhasil menepati janji tersebut. Tak lama berselang, Messi menjelma jadi mesin gol dan roh permainan Barcelona serta jadi kunci lahirnya puluhan trofi.

[Gambas:Video CNN]

(ptr/nva)





berita olahraga