Liverpool vs Everton: Ancelotti Bicara Momen Dikalahkan Klopp

Ancelotti Bicara Momen Dikalahkan Klopp-Spekta Sports

Jakarta, CNN Indonesia — Pelatih Everton, Carlo Ancelotti, berbicara momen pernah dikalahkan Juergen Klopp dalam memperebutkan posisi pelatih Liverpool jelang pertemuan kedua tim di babak ketiga Piala FA di Stadion Anfield, Minggu (5/1).

Ancelotti mengaku didekati manajemen Liverpool usai tim berjuluk The Reds itu memecat Brendan Rodgers pada Oktober 2015.

Tetapi pada akhirnya, tim asal Kota Pelabuhan itu justru merekrut Juergen Klopp sebagai suksesor Rodgers dan bertahan hingga kini.

Dua bulan setelah penunjukkan Klopp sebagai pelatih Liverpool, Ancelotti diumumkan akan jadi pelatih Bayern Munchen menggantikan Pep Guardiola.

“Setelah [saya meninggalkan] Real Madrid, saya mengobrol dengan pemilik [Liverpool],” kata Ancelotti dikutip dari Sky Sports.

Carlo Ancelotti anggap Juergen Klopp tepat untuk iverpool.Carlo Ancelotti anggap Juergen Klopp tepat untuk iverpool. (AP Photo/Jon Super)

“Mereka mencari manajer baru, tetapi saya pikir Liverpool membuat keputusan tepat dengan Juergen. Dia melakukan pekerjaan yang fantastis di Liverpool, bekerja dengan sangat baik,” ucap Ancelotti menambahkan.

[Gambas:Video CNN]
Ancelotti juga berbicara tentang mantan klubnya Napoli yang mengalahkan Liverpool di Liga Champions, September 2019.

“Juergen teman saya. Kami memiliki hubungan yang bagus, dan saya beruntun mengalahkan dia, meskipun mereka juara bertahan,” tutur Ancelotti.

Liverpool vs Everton: Ancelotti Bicara Momen Dikalahkan Klopp

Dalam kesempatan tersebut Ancelotti mengungkapkan kunci keberhasilan Napoli mengalahkan Liverpool. Menurut pelatih yang akrab disapa Don Carlo itu, Napoli memiliki performa yang sempurna untuk bisa menumbangkan juara bertahan Liga Champions tersebut.

“Kami memiliki performa yang hebat, karena untuk mengalahkan Liverpool Anda harus memiliki performa hebat. Penampilan yang biasa-biasa saja tidak cukup,” kata Ancelotti.

Di mata Ancelotti, sebuah tim tidak bisa bermaim bertahan selama 90 menit, terutama untuk mengalahkan Liverpool.

“Semuanya harus sempurna. Anda harus bekerja keras, penuh pengorbanan, menunjukkan intensitas, untuk megalahkan mereka permainan Anda harus komplet,” ucap mantan pelatih Real Madrid tersebut. (sry)





berita olahraga