Arteta vs Lampard Bak Duel Guardiola vs Klopp-Spekta Sports

Mikel Arteta dan Frank Lampard memburu gelar pertama saat Arsenal menghadapi Chelsea pada final Piala FA.

Jakarta, CNN Indonesia —

Persaingan dua pelatih muda Mikel Arteta vs Frank Lampard di final Piala FA mulai dibandingkan rivalitas Pep Guardiola dan Jurgen Klopp.

Arteta yang kini menangani Arsenal bakal menghadapi laga penentu juara Piala FA melawan Chelsea arahan Lampard di Stadion Wembley, Sabtu (1/8).

Tak salah jika banyak media menyebut Arteta sebagai titisan Guardiola. Maklum, Arteta memang pernah berguru dengan Guardiola saat menjabat asisten pelatih Manchester City.

Sejak 2016, mantan pemain Arsenal itu menjadi tangan kanan Guardiola yang menganut filosofi ball possession. Mengandalkan penguasaan bola di setiap pertandingan, membangun serangan lewat umpan-umpan pendek dari lini belakang.

Arteta tentu saja tak kesulitan memahami pendekatan penguasaan bola karena ia juga menimba pengetahuan serupa di Akademi Barcelona, La Masia, sama seperti Guardiola.

Manchester City's head coach Pep Guardiola and Mikel Arteta converse before the EFL Carabao Cup quarter finals soccer match between Oxford United and Manchester City at the Kassam Stadium, England, in Oxford, England, Wednesday, Dec. 18, 2019. (AP Photo/Leila Coker)Mikel Arteta tiga tahun menjadi tangan kanan Pep Guardiola di Man City. (AP Photo/Leila Coker)

Filosofi yang sama ditularkan Arteta ketika resmi menangani Arsenal pada Desember 2019. Hanya saja pria asal Spanyol itu butuh waktu membangun tim solid sesuai dengan keinginannya.

Lampard juga tak bisa serta merta disamakan dengan Klopp. Keduanya tak pernah punya hubungan kerja sama dalam satu tim.

Banner Live Streaming MotoGP 2020

Meski demikian, Lampard punya karakter yang tak jauh beda dengan Klopp. Keduanya gemar menerapkan tempo tinggi di setiap pertandingan.

Chelsea Manager Frank Lampard celebrates his team winning their English Premier League soccer match against Tottenham Hotspur in London, England, Saturday, Feb. 22, 2020. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)Frank Lampard. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Hanya saja skuad arahan Lampard sering kehabisan bensin di tengah jalan. Belum semua pemain bisa mengikuti keinginan Lampard yang mengandalkan agresivitas tinggi hampir tanpa jeda.

Sementara Klopp sudah menemukan ciri khasnya sendiri. Filosofi gegen pressing miliknya juga mengandalkan tempo tinggi. Hanya saja, pelatih asal Jerman itu menyelipkan jeda ketika pemain membutuhkan napas. Strategi Klopp ini sering kali diibaratkan genre musik heavy metal.

Baik Arteta maupun Lampard memang masih bau kencur di dunia pelatih. Tapi, talenta keduanya diprediksi bisa menjadi penerus Guardiola dan Klopp.

Pendekatan penguasaan bola Arteta bersama Arsenal bakal mendapat ujian serius dari Chelsea arahan Lampard yang gemar memainkan tempo tinggi di Wembley nanti malam.

[Gambas:Video CNN]





berita olahraga