Awal Pra-Musim Sempurna Spurs

Awal Pra-Musim Sempurna Spurs | Pandit Football Indonesia-Spekta Sports

Liburan panjang sudah berlalu bagi Tottenham Hotspur. Mereka menjalani pertandingan pra-musim pertama mereka pada Minggu (21/07) melawan juara Serie A Italia, Juventus, di Singapore National Stadium, Kallang, Singapura. Pertandingan bertajuk International Champions Cup tersebut dimenangi oleh Spurs dengan skor 3-2.

Tidak seperti umumnya pertandingan pra-musim, laga Spurs melawan Juventus ini berlangsung cepat dari menit awal. Erik Lamela membuka keunggulan Spurs pada babak pertama. Di babak kedua, terjadi empat gol tambahan: Gonzalo Higuain dan Cristiano Ronaldo sempat membuat Juventus balik unggul, tapi Lucas Moura kemudian berhasil membuat kedudukan menjadi sama kuat.

Menjelang pertandingan berakhir, Harry Kane mencetak gol spektakuler dari tengah lapangan. Kesebelasan dengan sponsor AIA di dada itu pun akhirnya bisa menang dan mengawali pra-musim dengan sempurna. Sebagai pencetak gol penentu kemenangan, Kane juga terpilih sebagai man of the match.

Serius Sejak Awal

Biasanya pertandingan pra-musim berjalan penuh formalitas. Pandangan itu sempat didukung begitu susunan pemain Spurs diumumkan. Mauricio Pochettino banyak menurunkan pemain muda seperti Troy Parrot (penyerang), Oliver Skipp (gelandang), serta Anthony Georgiou, Kyle Walker-Peters, dan Japhet Tanganga (bek).

Meski demikian, Spurs ternyata memainkan salah satu pemain idola suporter di Asia sebagai starter: Son Heung-Min. Dia didukung Erik Lamela, Bamidele Alli, dan Toby Alderweireld yang juga bermain sebagai starter. Selain Son dan Kane (tidak starter), beberapa suporter Spurs juga menantikan debut Tanguy Ndombele yang baru dibeli dengan harga mahal.

Namun sejujurnya, para suporter Spurs sempat menampilkan ekspresi pasrah ketika mendengar nama-nama besar bermain dari awal untuk Juventus. Gianluigi Buffon, Leonardo Bonucci, Miralem Pjanic, Blaise Matudi, Mario Mandzukic, dan Cristiano Ronaldo menghiasi team sheet susunan Maurizio Sarri. Sementara itu, Matthijs de Ligt—juga merupakan pemain baru yang tak bermain sebagai starter—ditunggu oleh banyak pendukung Juventus.

“Kaget juga, ternyata Spurs bermain cepat dan menekan sejak awal,” kata Matias Ibo, pendukung Spurs asal Indonesia. Ternyata meski banyak menurunkan pemain muda, mereka mampu memainkan taktik counter-pressing seperti biasanya, meski dengan intensitas yang sedikit lebih rendah.

Gol Lamela pada babak pertama hadir diawali tekanan Spurs. Pemain asal Argentina itu berhasil naik dengan cepat untuk menyambut bola muntahan dari Buffon.

Debut De Ligt dan Ndombele pada Babak Kedua

Pada babak kedua, kedua kesebelasan banyak melakukan pergantian pemain—sebuah hal yang lumrah terjadi di pertandingan pra-musim, apalagi pada pertandingan perdana seperti ini. Son, Dele, Alderweireld, Buffon, dan Mandzukic ditarik keluar. Namun penonton masih tetap antusias, salah satunya karena Ronaldo masih bermain; ditambah Kane dan Lucas juga yang baru masuk.

Pergantian Sarri berbuah hasil manis. Higuain berhasil mencetak gol. Ronaldo yang masih prima pada usia 34 tahun juga berhasil membuat gol yang membuat seisi stadion bergemuruh.

Setelah Ronaldo mengubah kedudukan menjadi 2-1 untuk keunggulan Juventus, dia ditarik keluar digantikan oleh Matheus Pereira. De Ligt juga masuk menggantikan Leonardo Bonucci.

Pada menit yang sama tersebut (menit ke-63), Ndombele bermain menggantikan Lamela. Dua gol dan pergantian-pergantian pemain itu sontak membuat kedua pendukung semakin semangat sekaligus penasaran.


De Ligt tampil tenang dengan keunggulan positioning-nya. Ndombele bahkan langsung mencatatkan asis untuk gol Lucas.

Ketika pertandingan dirasa akan berakhir imbang dalam waktu 90 menit, Kane ternyata mampu mencetak gol indah ke gawang Wojciech Szczesny. Penjaga gawang yang pernah membela Arsenal—rival Spurs—itu juga sudah disoraki sepanjang babak kedua oleh para pendukung Spurs ketika dia menguasai bola.

Dipenuhi Penonton Indonesia

Sebelum pertandingan berakhir, announcer di stadion mengumumkan jumlah penonton yang hadir adalah 50.443 (dari kapasitas 55.000). “Kami mengalami pemecahan rekor dengan lebih dari 100 ribu penonton selama dua hari penyelenggaraan ICC di Singapura,” katanya.

Tidak hanya dari Singapura, penonton yang memadati stadion nasional tersebut juga berasal dari Malaysia, Korea Selatan, Thailand, Vietnam, dan terutama Indonesia. Ke mana telinga mengarah, suara-suara berbahasa Indonesia bisa terdengar jelas di pulau seberang Selat Malaka ini.

“Kalau pertandingan biasa, penontonnya tak akan sebanyak ini, bahkan sekali pun itu pertandingan timnas,” kata Janssen Ong, penonton asal Singapura. “Harus diakui orang Indonesia yang gila sepakbola membuat atmosfer di sini menjadi sangat meriah,” katanya.

***

Bagi Spurs, kemenangan ini menjadi pembuka yang manis musim 2019/20 mereka. Tidak banyaknya pemain yang datang dan pergi membuat skuat mereka semakin solid. Para pemain muda juga bisa tampil menjanjikan seperti Harry Winks, Skipp, dan Walker-Peters.

Bayangin, pertandingan pra-musim seperti tadi saja sudah secepat itu mainnya. Nanti di Premier League pasti mereka (Spurs) lebih gila dan lebih cepat lagi,” kata Matias, seorang pendukung Spurs. Setelah melawan Juventus, rangkaian International Champions Cup yang disponsori oleh AIA ini akan mempertemukan Spurs dengan Manchester United di Shanghai, Tiongkok, pada Kamis (25/07).

Foto: @bbcsport

(Dex)





berita olahraga