Bantai Hong Kong, Buah Manis Rotasi Fakhri

Bantai Hong Kong, Buah Manis Rotasi Fakhri-Spekta Sports

Sesuai janji, Fakhri Husaini melakukan sedikit rotasi pada pertandingan kedua Kualifikasi Piala AFC U19 2020, Jumat (8/11). Di susunan pemain utama, Brylian Aldama menggantikan Theo Fillo Numberi. Sementara Zico dicadangkan untuk memberi Mochamad Supriadi kesempatan bermain sejak menit pertama.

Kehadiran Supriadi membuat Bagus Kahfi didorong jadi penyerang. Perubahan ini tak menurunkan performa Garuda Muda. Mereka tetap dominan sejak menit pertama. Peluang pertama Indonesia lahir dari kepala Bagus menyambut umpan Beckham Putra. Namun, sundulan pemain muda Barito Putera itu masih lemah.

Terus mengkreasikan serangan, anak-anak asuh Fakhri Husaini akhirnya membuka kran gol mereka pada menit ke-24. Umpan lambung terobosan dari kaki kapten Tim Nasional U19, David Maulana dikontrol dengan baik oleh Bagas Kahfa yang kemudian menceploskan bola ke gawang Lo Sui Kei.

Hanya berselang lima menit, Indonesia berhasil menggandakan keunggulan mereka. Kali ini aksi individu Supriadi di sisi kanan pertahanan Hong Kong sukses memecah pertahanan. Supri kemudian melepaskan umpan tarik dan disambut langsung oleh Fajar Fathur Rahman yang bebas di kotak penalti. Skor 2-0 bagi Indonesia bertahan hingga jeda pertandingan.

Babak kedua, Indonesia tidak mengubah cara bermain mereka. Meskipun sebelum pertandingan Kepala Pelatih Hong Kong, Thorlakur Arnason, sadar bahwa sisi sayap Indonesia jadi tumpuan dari taktik Fakhri Husaini, anak-anak asuhnya tetap gagal meredam Bagas, Supriadi, Beckham, dan Rizky Ridho.

Tapi umpan-umpan yang disodorkan dari sayap sering gagal menjadi gol. Gol ketiga Indonesia justru lahir dari eksekusi bola mati. David Maulana selaku eksekutor berhasil mengarahkan tendangan bebas di dekat kotak penalti ke kanan bawah gawang Lo Sui Kei. Menipu tembok Hong Kong dan lewati kaki dua pemain lain yang menjaga sudut tiang.

Unggul tiga gol tanpa balas dengan sisa waktu sekitar 30 menit, Indonesia mulai menurunkan tekanan. Hong Kong akhirnya berani menyerang, terutama dengan umpan-umpan panjang, serangan balik, dan bola mati. Akan tetapi, serangan mereka selalu berhasil dimentahkan oleh barisan belakang Indonesia, terutama penjaga gawang, Ernando Ari Sutaryadi, yang sigap menghalau bola di dekat daerahnya.


Justru Indonesia yang berhasil menambah keunggulan mereka di masa tambahan waktu. Tusukan Bagas dari sisi kanan penyerangan Garuda Muda memaksa pemain Hong Kong melakukan pelanggaran di kotak penalti. Saudara kembarnya, Bagus, menjadi algojo dari titik 12 pas. Mengarahkan bola ke kiri atas gawang Hong Kong, ia menutup pertandingan dengan skor 4-0 untuk Indonesia.

Hasil ini membuat Indonesia kokoh di puncak klasemen Grup K. Indonesia mengoleksi enam poin, cetak tujuh gol, dan baru satu kali kebobolan. Untuk sementara Garuda Muda unggul tiga poin dari Korea Utara yang menang 4-0 saat bertemu Timor-Leste (8/11).

David Maulana dan kawan-kawan selangkah lagi akan memastikan tiket mereka ke Piala AFC 2020. Akan tetapi, bukan berarti posisi mereka sudah aman. Jika Garuda Muda kalah di pertandingan terakhir lawan Korea Utara (10/11), mereka akan turun ke peringkat dua grup.

Mengakhiri fase grup sebagai runner-up membuat peluang Indonesia lolos ke Piala AFC 2020 mengecil. Pasalnya di posisi tersebut, mereka harus bergantung dengan hasil dari grup lain, terutama Grup F yang diisi oleh tuan rumah Piala AFC 2020. Jika Uzbekistan lolos sebagai juara grup, berarti hanya ada empat dari 11 negara yang duduk sebagai runner-up lolos ke putaran final turnamen. Laos, Lebanon, Tiongkok, dan Vietnam dapat merebut tiket Indonesia ataupun Korea Utara. Semua tergantung hasil pada partai terakhir di Stadion Utama Gelora Bung Karno (10/11).





berita olahraga