SEA Games: CdM Klarifikasi Kasus Lifter Indonesia Sewa Hotel

CdM Klarifikasi Kasus Lifter Indonesia Sewa Hotel-Spekta Sports

Jakarta, CNN Indonesia — Chef de Mission (CdM) Indonesia, Harry Warganegara, mengklarifikasi polemik tim lifter atau angkat berat Indonesia menyewa sendiri hotel di SEA Games 2019.

Eko Yuli Irawan dan kawan-kawan sudah berada di Filipina sekira tiga hari sebelum pembukaan SEA Games 2019. Dia menegaskan hal itu hal wajar di SEA Games dan tidak ada kaitannya dengan kesiapan penyelenggara.

Pemberitaan tersebut sempat ramai karena dianggap pihak penyelenggara tidak siap dalam menyediakan akomodasi penginapan.

Harry lantas mencoba meluruskan bahwa keputusan tim lifter untuk menyewa sendiri fasilitas hotel di SEA Games 2019 bukan merupakan perkara kontroversi.

“Saya perlu jelaskan terlebih dahulu soal aturan akomodasi di ajang multievent, termasuk SEA Games. Panitia penyelenggara wajib menyediakan akomodasi minimal H-2 (dua hari sebelum] pembukaan SEA Games 2019.”

“Masing-masing kontingen pun berkewajiban untuk membayar US$50 untuk akomodasi penginapan, makan tiga kali sehari, dan transportasi lokal per atlet per hari,” kata Harry kepada CNNIndonesia.com, Jumat (28/11).

Eko Yuli Irawan dan kawan-kawan sewa hotel sendiri di SEA Games 2019. (Eko Yuli Irawan dan kawan-kawan sewa hotel sendiri di SEA Games 2019. (AFP PHOTO / MANAN VATSYAYANA)

Sebelum itu jika salah satu tim ingin berangkat sebelum H-2, lanjut Harry, boleh mencari hotel sendiri karena memang bukan kewajiban dari penyelenggara.

“Pihak kontingen bisa meminta bantuan pihak penyelenggara mencarikan penginapan dan transportasi tapi dikenakan US$100 per atlet. Itu sudah aturan resminya. Tapi boleh mencari sendiri karena memang masih di luar kewajiban penyelenggara sesuai aturan.”

“Tarif US$100 itu juga tanpa subsidi dari penyelenggara karena biasanya memang sebagian disubsidi sehingga kontingen hanya membayar US50 pada H-2 dan seterusnya,” ucap Harry.

Harry menegaskan kebijakan untuk sampai lebih dahulu sebelum H-2 diserahkan sepenuhnya kepada PB masing-masing.

CdM Indonesia: Wajar Tim Lifter Sewa Hotel di SEA Games

“Termasuk pula soal anggaran penginapan selama di sana, jadi tanggungan PB masing-masing. Namun, kami juga pertimbangkan situasi dan kondisi. Semisal ternyata penginapan dan latihan sangat jauh atau cabor itu termasuk prioritas emas, bisa dibantu dari NOC [KONI].”

“Jadi sekali lagi soal tim angkat besi sewa hotel sendiri sudah lumrah, tak ada hubungannya panitia siap atau tidak soal akomodasi,” terang Harry.

[Gambas:Video CNN]
Pelatih Kepala Timnas Angkat Besi Indonesia, Dirja Wiharja, juga membenarkan telah melakukan koordinasi antara KONI dengan PB PABBSI terkait keputusan tim berangkat lebih awal.

“NOC menyampaikan kami awalnya diberangkatkan pada 29 November. Tapi karena kami main tanggal 1 [Desember], kalau berangkat 29 November mepet sekali waktunya. Kami khawatir performa jadi kurang maksimal.”

“Waktu itu itu PABBSI bersurat ke NOC untuk minta berangkat lebih cepat pada 27 November untuk mempersiapkan semuanya lebih baik. Sudah disetujui pula dengan NOC,” ucap Dirja.

Lantaran tiba lebih cepat sebelum H-2, Dirja melanjutkan, PABBSI mengeluarkan uang sendiri untuk makan, akomodasi, dan tempat latihannya.

“Setelah tanggal 29 [November], baru semua kebutuhan kami masuk yang jadi tanggungan CdM atau NOC sesuai dengan yang disediakan PHISGOC [panitia penyelenggara SEA Games 2019],” ujar Dirja. (bac/bac)





berita olahraga