Clarence Seedorf, Pemain yang Dicintai Trofi Liga Champions

Clarence Seedorf, Pemain yang Dicintai Trofi Liga Champions-Spekta Sports

Jakarta, CNN Indonesia — Clarence Seedorf bukan pemain yang paling banyak memenangkan trofi Liga Champions namun Seedorf jadi satu-satunya pemain yang mampu mengangkat trofi tersebut dengan tiga kostum berbeda.

Seedorf sudah mengangkat trofi Liga Champions ketika usianya baru 19 tahun. Bersama Ajax Amsterdam, Seedorf menamatkan perlawanan AC Milan dengan skor tipis 1-0 di babak final.

Seedorf tampil sebagai pemain inti di laga tersebut dengan berduet bersama Edgar Davids sebagai jangkar lini tengah Ajax. Tim Ajax yang memenangkan Liga Champions ini yang kemudian jadi kerangka tim nasional Belanda untuk beberapa tahun kemudian lewat kehadiran Edwin van der Sar, Michael Reiziger, Danny Blind, Seedorf, Davids,De Boer bersaudara, Marc Overmars, hingga Patrick Kluivert.



Setelah jadi juara bersama Ajax, Seedorf mengambil langkah mengejutkan dengan bergabung bersama Sampdoria. Semusim di Sampdoria, Seedorf memutuskan hijrah ke Real Madrid setelah digoda oleh Fabio Capello.
Seedorf dan Kluivert adalah produk Ajax Amsterdam.Seedorf dan Kluivert adalah produk Ajax Amsterdam. (RHONA WISE / AFP)

“Saya sudah diminati Real Madrid sejak usia 14 tahun namun orang tua saya melarang pergi karena saya harus menyelesaikan sekolah di Belanda. Saya setuju dengan alasan orang tua saya.”

“Ketika saya bermain di Liga Italia dan menjalani laga terakhir, saya sudah ada di parkiran stadion sebelum ada seseorang memanggil saya. ‘Hey Clarence, apakah kamu ingin datang ke Real Madrid bersama saya?’. Suara itu adalah suara Fabio Capello,” ucap Seedorf.

Capello baru yang baru saja datang ke Real Madrid menyadari butuh tenaga Seedorf untuk membangkitkan kekuatan Los Blancos yang tenggelam oleh Barcelona di awal dekade 90-an.

Seedorf akhirnya menjelma jadi bagian penting Los Blancos. Meski Capello hanya bertahan satu musim di Madrid, Seedorf benar-benar jadi andalan Real Madrid.

Clarence Seedorf, Pemain yang Dicintai Trofi Liga ChampionsClarence Seedorf berhasil memenangkan trofi Liga Champions 1998 bersama Real Madrid. (JACQUES DEMARTHON / AFP)

Selain memenangkan Liga Spanyol, Seedorf kembali jadi mimpi buruk Juventus di final Liga Champions 1998. Real Madrid memainkan pola tiga gelandang Clarence Seedorf-Christian Karembeu-Fernando Redondo untuk menyokong Raul Gonzalez yang bertindak sebagai penyerang lubang di belakang Predrag Mijatovic-Fernando Morientes.

Setelah Guus Hiddink datang ke Real Madrid, Seedorf justru merasa tersisihkan dari pola permainan pilihan pelatih asal Belanda tersebut. Seedorf lalu pindah ke Inter Milan dan kembali berlaga di Italia.

Meski tim Inter Milan bertabur bintang, Seedorf masuk dalam generasi bintang yang gagal mempersembahkan trofi untuk Nerazzurri.

Dalam kondisi sulit, Seedorf memutuskan pindah ke AC Milan dalam transfer pertukaran yang melibatkan Francesco Coco. Bersama Milan, Seedorf justru menemukan tempat terbaik untuk dirinya.

Clarence Seedorf paling lama membela AC Milan.Clarence Seedorf paling lama membela AC Milan. (CHRISTOPHE SIMON / AFP)

Milan jadi tim yang paling lama dibela Seedorf dalam kariernya. Trio gelandang bersama Andrea Pirlo dan Gennaro Gattusso membuat Milan jadi tim yang disegani di Italia dan Eropa.

Seedorf pun berhasil memperoleh dua gelar Liga Champions bersama Rossonerri pada tahun 2003 dan 2007. Di tahun 2003, Juventus lagi-lagi harus gigit jari menghadapi tim yang diperkuat oleh Seedorf.

Gelandang yang Mudah Adaptasi

Sebagai gelandang, Seedorf bukanlah tipe gelandang yang punya pakem konstan dari awal hingga akhir kariernya. Seedorf adalah gelandang serba bisa yang mampu bermain dengan berbagai jenis pola permainan.

Seedorf bisa diplot sebagai playmaker, gelandang serang, gelandang jangkar, hingga gelandang yang bergerak di sisi lapangan. Seedorf kuat dari segi fisik namun juga masuk dalam kategori pemain jenius yang punya sentuhan-sentuhan magis.

Clarence Seedorf, Pemain yang Dicintai Trofi Liga ChampionsClarence Seedorf jadi bagian penting Real Madrid. (AFP PHOTO / DOMINIQUE FAGET)

Karena itu Seedorf bisa selalu jadi andalan di tiap tim yang ia bela.

Pada awal kariernya di Ajax, Seedorf ditempatkan dalam pola permainan Ajax yang menitikberatkan pada kekuatan gelandang dan serangan sayap. Seedorf punya tugas menjadi jangkar dengan bersama Davids di belakang playmaker elegan, Jari Litmanen.

Dalam kelanjutan karier di Real Madrid, Seedorf menunjukkan sosoknya sebagai gelandang yang mudah beradaptasi. Seedorf lebih aktif menyerang untuk membantu Raul dan kawan-kawan di lini depan karena Karembeu dan Redondo merupakan tipikal gelandang yang lebih defensif.

Clarence Seedorf, Pemain yang Dicintai Trofi Liga ChampionsBersama Pirlo dan Gattuso, Seedorf membentuk trio tangguh di lini tengah AC Milan. (PATRICK HERTZOG / AFP)

Di AC Milan, Seedorf adalah ramuan pas untuk menandingi tandem Pirlo-Gattuso. Seedorf seolah jadi gabungan kekuatan Gattuso dan kecerdasan Pirlo.

Kehadiran Seedorf juga memudahkan kinerja Kaka sebagai penyerang lubang. Kaka bisa lebih bergerak bebas sebagai penyerang lubang lantaran kehadiran Seedorf yang ikut mengalirkan bola bersama Pirlo di lini tengah. Bila Kaka absen, Seedorf bisa didorong lebih maju untuk menyerang.

Clarence Seedorf, Pemain yang Dicintai Trofi Liga ChampionsKolaborasi Seedorf dan Kaka membuat Milan punya serangan yang menakutkan. (FILIPPO MONTEFORTE / AFP)

Seedorf tidak pernah jadi pemain terbaik namun Seedorf adalah sosok pemain yang akan selalu diidamkan banyak pelatih di dalam timnya.
Para pelatih akan selalu jatuh cinta pada mobilitas Seedorf. Seperti halnya trofi Liga Champions yang selalu cinta dan jatuh pada pelukan Seedorf, bahkan ketika seragam Seedorf sudah beberapa kali berganti warna.

Selamat ulang tahun, Clarence Seedorf! (ptr/jun)





berita olahraga