Covid-19 Ubah Geliat Olahraga Tidak Benar-benar Normal-Spekta Sports

Covid-19 Ubah Geliat Olahraga Tidak Benar-benar Normal

Jakarta, CNN Indonesia — Geliat ajang olahraga di sejumlah negara mencoba kembali bangkit menolak ‘KO’ karena virus corona (covid-19). Risikonya tentu besar.

Namun, sejumlah operator tak ingin mengorbankan kehancuran besar industri olahraga jika semua event benar-benar batal. Sejumlah negara pun mulai memasang ancang-ancang untuk kembali menggulirkan kompetisi. Yang jelas, gelaran olahraga tersebut membuat situasinya tak lagi normal seperti sedia kala.

Terlebih, Direktur Eksekutif Program Kedaruratan WHO Michael Ryan dalam konferensi pers virtual, Kamis (14/3), menyatakan covid-19 mungkin tak akan pernah hilang.
“Penting untuk membahas ini, virus (corona) dapat menjadi endemi virus lain di komunitas kita dan virus ini kemungkinan tidak akan pernah pergi,” ujar Direktur Eksekutif Program Kedaruratan WHO Michael Ryan dalam konferensi pers virtual, Kamis (14/3).

Meski begitu, Ryan mengingatkan populasi dapat beradaptasi di tengah kehadiran virus itu. Ia mencontohkan virus HIV yang saat ini masih menjadi endemi di tengah masyarakat. Dalam hal ini, masyarakat akhirnya mengetahui cara mencegah penularannya.

Dengan sinyalemen itu, gelaran kembali event tentu bukan asal nekat. Sejumlah prosedur ketat dilakukan demi menghindari kemungkinan penularan covid-19.

Situasi ini pula yang menandakan permulaan kondisi normal yang baru sama sekali atau The New Normal. Setiap penyelenggara event di masing-masing negara menyiapkan prosedur ketat demi mencegah penularan virus corona.

Ajang mixed martial art (MMA) UFC tampaknya menjadi agenda bergengsi dunia yang pertama bergeliat di Amerika Serikat. Presiden UFC, Dana White, berkali-kali mengaku sudah menyiapkan protokol Covid-19 yang ketat sebelum menggelar event UFC 249 di VyStar Veterans Memorial Arena, Florida, Amerika Serikat, Minggu (10/5) pagi WIB, pada Minggu (10/5) pagi WIB.

Para petugas medis melakukan perawatan terhadap petarung UFC dengan mengenakan masker. (Para petugas medis melakukan perawatan terhadap petarung UFC dengan mengenakan masker. (Foto: AP Photo/John Raoux)

Mantan petarung MMA tersebut mengatakan melakukan tes secara berlapis kepada mereka yang terlibat di ajang itu dan menggelar UFC 249 tanpa penonton. Masker juga wajib dikenakan pada event itu.

White pun mengklaim gelaran UFC 249 sukses tanpa memperparah pandemi Covid-19. Di duel utama laga itu, Justin Gaethje berhasil mengalahkan Tony Ferguson secara TKO pada ronde kelima.

Gelaran UFC dengan protokol covid-19 ini pula yang bakal menjadi prosedur tetap untuk menggelar edisi-edisi UFC berikutnya.

Sebelum gelaran UFC, Liga Bisbol Taiwan lebih dulu bergulir sejak 24 April. Operator mendapat restu dari pemerintah untuk menggelar kompetisi paling bergengsi di negara itu selama pandemi covid-19. Syaratnya adalah mematuhi protokol penanganan pandemi virus corona.

[Gambas:Video CNN]

Laga di kompetisi tersebut juga digelar tanpa penonton. Para pemain, pelatih, ofisial tim, dan perangkat pertandungan pun harus menjalani tes covid-19 sebelum pertandingan.

Para petugas juga tak lupa menyemprotkan disinfektan di setiap jengkal lapangan maupun peralatan dan fasilitas pertandingan. Sebagai gantinya, para fan tuan rumah memberikan dukungan dengan meletakkan poster berbentuk fan di setiap tribune.

Meski para pendukung dilarang datang ke stadion, mereka masih bisa menyaksikan laga itu dari layar kaca secara langsung.

Petugas menyemprotkan disinfektan ke lapangan selama gelaran Liga Bisbol Taiwan. (Petugas menyemprotkan disinfektan ke lapangan selama gelaran Liga Bisbol Taiwan. (AP/Chiang Ying-ying)

Di Jerman, Bundesliga Jerman juga kembali digelar mulai Jumat (15/5). Operator liga telah mendapat persetujuan dari pemerintah untuk kembali menggelar dua kompetisi teratas, Bundesliga dan 2. Bundesliga.

Sejumlah protokol pencegahan covid-19 pun diterapkan demi geliat Liga Jerman. Di antaranya adalah pemberlakuan masa karantina masing-masing tim selama tujuh hari sebelum pertandingan.

Semua fasilitas pertandingan juga akan menjalani prosedur disinfektan secara ketat dan teliti sebelum pertandingan.

Partai derby Lembah Ruhr antara Borussia Dortmund melawan Schalke 04 di Stadion Signal Iduna Park menandai kembalinya Liga Jerman pekan ke-26.

Prosedur khusus ini pula yang diklaim bakal diikuti liga-liga lainnya seperti Liga Inggris, Liga Spanyol, Liga Italia, dan liga-liga lainnya.

Liga Inggris bahkan terus menggodok sejumlah pasal terkait prosedur covid-19 selama latihan dan pertandingan untuk memulai kembali kompetisi.

Namun, pihak operator dan Asosiasi Sepak Bola Inggris masih terlibat pembahasan alot dengan pemerintah. Kemungkinan Liga Inggris bakal digelar pada Juni.

Para pendukung klub Liga Jerman Schalke beraksi sebelum wabah covid-19. Para pendukung klub Liga Jerman Schalke beraksi sebelum wabah covid-19. (AFP/PATRIK STOLLARZ)

Di Denmark, kompetisi badminton putra dan putri juga akan kembali digelar pada 15 Juni. Sama seperti kompetisi lainnya, kompetisi itu akan menerapkan aturan ketat soal protokol keselamatan dari covid-19.

Sebelumnya, pihak Federasi Badminton Dunia (BWF) terpaksa menunda gelara Piala Thomas dan Uber di Denmark. Laga yang sedianya kemungkinan digelar pada Mei diundur menjadi 3-11 Oktober 2020 dan masih belum bisa dipastikan sesuai perkembangan situasi pandemi.

Liga Basket Amerika Serikat yang cukup bergengsi di dunia, NBA, juga mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Dilansir dari Daily Caller, mayoritas klub NBA kabarnya mulai membuka fasilitas latihan dan homeground mereka pada Senin (18/5) mendatang.

Rencana ini bisa menjadi indikasi tak lama lagi kompetisi NBA akan kembali bergulir. Meski demikian, situasinya akan sama dengan yang lain, kompetisi bakal berlangsung dalam kondisi The New Normal.

Laga-laga tersebut akan digelar tanpa penonton dan menjalani sejumlah protokol ketat terkait penularan virus corona. (bac/jun)





berita olahraga