Dari Persib Hingga Maju Jadi Calon Wakil Bupati-Spekta Sports

Pesepak bola Atep saat ditemui di kediamannya di Bandung, Jawa Barat, Rabu (16/1).

Jakarta, CNN Indonesia — Mantan kaptenĀ Persib Bandung Atep sudah menentukan rencana usai gantung sepatu, yakni terjun ke dunia politik.

Atep yang kini bergabung bersama tim Liga 2 PSKC Cimahi mulai aktif di bidang politik. Winger 35 tahun itu bakal turun di Pilkada Serentak 2020. Di sisi lain, kenangan bersama Maung Bandung tetap melekat dan tak pernah pudar dari ingatan Atep.

Bagaimana proses Atep memilih dunia politik yang dianggap kotor? Kapan ia akan pensiun dan bagaimana cara Atep mengobati kerinduan terhadap Persib?
Berikut wawancara khusus CNNIndonesia.com bersama pemain yang akrab disapa Lord Atep tersebut:

Sudah seberapa rindu Atep dengan sepak bola di tengah pandemi covid-19?

Kalau ditanya seberapa rindu, orang bilang rindu itu berat. Ya saya rindu banget. Biasanya sehari-hari di lapangan latihan, pertandingan, banyak kegiatan juga di lapangan jadi harus menunggu entah sampai kapan.

Pemain Persib Bandung Atep merayakan kemenangan Persib dalam adu penalti pada Final Liga Super Indonesia antara Persib Bandung VS Persipura Jayapura , di Stadion Jakabaring, Sumsel, Jumat 7 November 2014. CNN Indonesia/Adhi Wicaksono.Atep membawa Persib Bandung juara ISL 2014. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Tiga bulan lebih enggak ke lapangan. Rindu teman-teman, pelatih, rindu menendang bola. Sekarang latihan di rumah, suasananya beda.

Menurut Atep lebih baik kompetisi dilanjutkan, diganti dengan turnamen, atau mulai kompetisi baru musim depan?

Ada pro dan kontra. Dari sisi kesehatan, kalau memang di lanjutkan harus melewati prosedur atau protap kesehatan itu yang utama. Tapi perekonomian juga harus tetap berjalan. Kalau mau dilanjutkan harus melalui protap ketat baik di klub maupun di PSSI. Kesepakatan semua dulu.

Protap itu enggak murah. Mungkin PSSI bisa bantu anggarkan itu, klub susah menyediakan. Kalau dilanjutkan tanpa protap mending jangan. Kesehatan itu yang utama.

Seberapa khawatir Atep bermain sepak bola di tengah pandemi?

Khawatir pasti karena virus ini enggak terlihat. Kalau latihan dan pertandingan mulai lagi akan terbiasa bersentuhan. Saya khawatir karena risikonya besar, makanya saya berharap ini bisa dipertimbangkan dan proses protap harus ketat.

GIF Banner Promo Testimoni

Mungkin ada rencana PSSI mau menggelar kompetisi di satu wilayah, itu bisa meminimalisir. Tapi di klub juga wajib melakukan protap ketat di latihan.

Saya lebih khawatir ke keluarga. Saya mungkin punya imun dan daya tahan tubuh yang baik, tapi kalau dibawa pulang ada orang tua ada anak-anak, ini yang lebih bahaya.

Bagaimana kondisi PSKC Cimahi sekarang?

Kalau program latihan tidak ada, dikembalikan ke masing-masing pemain. Komunikasi saja di grup WhatsApp sama teman-teman.

Pemain untuk jaga imun harus aktif dan menjaga kebugaran tubuh sendiri dengan tetap latihan. Kebetulan saya sudah terbiasa latihan sendiri, pagi atau sore hari sehari sejam.

[Gambas:Video CNN]
Pernah sesekali saya kasih materi latihan ke teman-teman, enggak harus selalu menggunakan lapangan luas, kalau mau lahan kecil juga bisa. Saya pernah kasih contoh dan saya berharap bisa diikuti.

Saya kasih tahu juga saya bisa bertahan jadi pemain sampai sekarang karena latihan ini.

Apakah Atep masih kangen dengan Persib?

Sudah setahun lebih saya tidak di Persib sejak akhir 2018. Kangen banget pastinya, suasananya beda banget. Suasana tim, manajemen, ditambah Bobotoh, Viking, Bomber. Semangat motivasi dan euforia berasa banget beda. Itu yang selalu saya rindukan.

Kadang di Instagram banyak admin yang share memori saya waktu di Persib, waktu cetak gol atau memori terbaik sering saya lihat. Mungkin banyak juga yang merindukan saya. Makanya setiap buka Instagram ada saja yang kirim dan itu mengobati kerinduan saya, meski sulit sekali rasanya untuk balik lagi ke Persib.

Sama teman-teman di Persib 2014 dan yang sekarang juga saya masih aktif komunikasi. Masih suka ketemu, berbagi cerita sama yang main sekarang. Suka liat video di Youtube juga ada gol-gol bagus atau gol-gol aneh saya juga ada suka lihat.

Momen paling berkesan selama membela Persib?

Pastinya 2014 pas Persib juara. Ketika saya mencetak gol lawan Arema FC di semifinal 2014. Momen itu memang yang ditunggu semua selama 19 tahun untuk bisa juara. Waktu itu Persib kalah dulu 0-1 sama Arema dan tidak bisa balas sampai menit 80an.

Di babak kedua saya baru masuk, enggak lama saya masuk Vlado [Vladimir Vujovic] cetak gol buat menyamakan kedudukan 1-1. Terus di injury time baru sekitar satu menit saya cetak gol, terus Makan Konate tambah gol lagi jadi buat Persib menang 3-1 atas Arema.

Sejumlah Pemain Persib Bandung merayakan kemenangannya dalam adu penalti pada Final Liga Super Indonesia antara Persib Bandung VS Persipura Jayapura , di Stadion Jakabaring, Sumsel, Jumat 7 November 2014. CNN Indonesia/Adhi Wicaksono.Atep masih merindukan Persib Bandung. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Itu momen penting. Itu euforia perayaannya sama seluruh masyarakat Jawa Barat. Setiap saya menceritakan ini, saya merinding. Sebenarnya itu masih di semifinal, tapi buat kami rasanya saat menang seperti sudah jadi juara. Waktu di final lawan Persipura sudah beda euforianya.

Soalnya Arema itu rival besar Persib, terus kami kalah dulu dan Bobotoh pasti khawatir kalau kalah. Apalagi susah buat balas gol karena terus tertekan.

Tapi ini sebuah perjuangan, rezeki dan sudah serasa jadi juara hari itu. Sudah tidak berpikir kalau besok masih ada pertandingan lagi, itu sudah dianggap jadi juara, lebih berasa euforianya.

Kapan Atep akan pensiun?

Usia saya sekarang tidak muda lagi. Walaupun masih mampu main, tapi jujur dari hati saya sudah tidak menikmati lagi kompetisi. Mungkin ini titik jenuhnya.

Saya juga harus memberikan kesempatan kepada pemain muda. Saya tidak mau memaksakan diri. Saya sudah melewati semua, sudah pernah masuk Timnas Indonesia, ke Persija Jakarta, juara di Persib, sudah main di Liga 2 sudah saya lewati semuanya.

Sekarang waktunya untuk pensiun. Maunya pensiun di Persib, tapi kan tidak mungkin, ya di PSKC Cimahi. Tapi yang penting suatu saat bisa kasih kontribusi buat Persib.

Rencananya akhir musim ini pensiun. Kontrak saya sebenarnya tidak sampai akhir musim. Sepertinya kontrak saya berakhir, kompetisi baru jalan lagi. Jadi kayanya tidak sempat bermain lagi. Tapi bagaimana nanti dibicarakan lagi dengan manajemen.

Atep belakangan dikaitkan dengan dunia politik, bagaimana prosesnya?

Kenalan secara tidak langsung sama Pak Mulyana [mantan wakil manajer Persib] yang sempat nyalon independen di DPD. Waktu itu saya dilibatkan kampanye beliau, diberi kesempatan ketemu orang-orang politik, jadi tertarik untuk lebih dalam lagi itu setelah pindah dari Persib.

[Gambas:Video CNN]
Dulu sempat berpikir keluar dari Persib mau pensiun atau terus main. Cuma waktu itu berpikir ke sana kemari, masukan keluarga, takutnya rindu main lagi bagaimana? Akhirnya memutuskan main lagi. Tapi sekarang saya merasa sudah tidak bisa menikmati lagi kompetisi. Jadi mungkin ini waktu yang pas.

Kenapa Partai Demokrat?

Tentu ini berkat pertimbangan, berdasarkan diskusi dan istikharah. Mungkin jalannya ke sana. Mungkin salah satu pertimbangannya juga warna biru sama dengan Persib.

Saya identik dengan warna biru. Kalau warna biru terasa klop banget. Ada chemistry baik karena sama-sama biru.

Sempat punya cita-cita menjadi Wakil Bupati?

Tidak terpikir mau jadi Wakil Bupati. Waktu masih anak-anak dulu punya cita-cita mau jadi dokter, mau jadi presiden, tapi toh jadi pemain sepak bola. Memang sudah jalannya.

Insy Allah ikut pilkada jadi Wakil Bupati Kabupaten Bandung. Mudah-mudahan lancar. Semacam pemikirannya mau membantu perkembangan sepak bola di sini, itu bisa dimulai ketika jadi seorang kepala daerah.

Kabupaten ini ada potensi besar. Sudah ada stadion tapi klubnya tidak ada. Ini harus dibangun. Jadi awal harus difasilitasi dulu lapangan berkualitas di setiap kecamatan, lalu buat turnamennya.

Dulu ada Persikab, pernah berjaya kenapa tidak dibangkitkan lagi. Semangatnya ada, artinya ada potensi besar. Nanti perekonomiannya juga ikut maju. Persikab yang dikenal stadionnya saja, ada Jalak Harupat yang dipakai Persib.

Buat Atep dunia politik itu seperti apa?

Tidak bisa dipungkiri orang-orang bilang politik itu kotor, maka itu saya tertarik. Saya tidak terbiasa sama omongan itu. Saya masuk, ternyata enggak kotor juga.

Yang buruk ada, tapi yang baik juga banyak. Tapi orang indikasinya kalau politik itu kotor. Tapi saya tidak pernah takut dengan keputusan saya.

Banyak pemain juga yang pernah terjun ke politik terus mundur lagi. Mudah-mudahan saya bisa berkomitmen sama diri saya untuk mengabdi. (TTF/har)





berita olahraga