David Trezeguet dan MImpi Buruk Penalti di Dua Final

David Trezeguet dan MImpi Buruk Penalti di Dua Final-Spekta Sports

Jakarta, CNN Indonesia — Gagal mencetak gol dari tendangan penalti, apalagi di babak final, menjadi sebuah mimpi buruk bagi siapapun. Mantan bintang Juventus dan bomber Prancis, David Trezeguet dua kali mengalami hal itu.

Kegagalan melakukan tendangan penalti dalam babak final Liga Champions 2002/2003 dan Piala Dunia 2006, barangkali menjadi sebuah penyesalan yang tidak terlupakan dari mantan pesepakbola David Trezeguet.

Kisah Trezeguet di Juventus dimulai pada musim 2000/2001. Ia sukses menyingkirkan Filippo Inzaghi untuk jadi teman duet Alessandro Del Piero. Duet Trezeguet-Del Piero lalu jadi andalan Juventus untuk membobol gawang lawan.

Trezeguet merupakan salah satu pemain yang setia membela Juventus saat tim tersebut didegradasi ke Serie B. Pemain asal Prancis itu melanjutkan komitmennya bersama ‘Si Nyonya Tua’ hingga tahun 2010.

David Trezeguet jadi bomber papan atas saat berkarier di Juventus.David Trezeguet jadi bomber papan atas saat berkarier di Juventus. (DAMIEN MEYER / AFP)

Dalam kariernya bersama Juventus, Trezeguet mengakui bahwa penyesalan terbesarnya adalah kegagalan di final Liga Champions 2003. Saat itu Juventus tumbang di tangan AC Milan lewat drama adu penalti dengan skor 2-3, usai bermain imbang tanpa gol di Old Trafford, Manchester, Inggris, pada 28 Mei 2003.

Trezeguet menjadi penendang pertama dalam momen menegangkan tersebut. Tendangan dia yang mengarah ke kanan bawah berhasil dihalau Dida.

Selain Trezeguet, dua pemain Juventus juga gagal mengeksekusi penalti yakni Marcelo Zalayeta dan Paolo Montero. Sedangkan tendangan Alessandro Birindelli dan Alessandro Del Piero sukses menembus gawang kiper asal Brasil tersebut.

David Trezeguet pernah memenangkan Piala Dunia dan Piala Eropa bersama Prancis tetapi gagal dalam adu penalti di final Piala Dunia 2006.David Trezeguet pernah memenangkan Piala Dunia dan Piala Eropa bersama Prancis tetapi gagal dalam adu penalti di final Piala Dunia 2006. (AFP PHOTO / Patrick Hertzog)

Akibat adu penalti itu, Juventus gagal meraih gelar Liga Champions ketiga usai 1984/1985 dan 1995/1996.

“Penyesalan terbesar dalam karier saya adalah final Liga Champions. Saya masih berusia 24 tahun dan berpikir bahwa saya akan mendapatkan kesempatan lainnya setelah itu. Sayangnya, tak ada lagi kesempatan tersebut di waktu berikutnya,” kata Trezeguet seperti yang dikutip dari Football Italia.

Selain tampil apik bersama Juventus, Trezeguet juga berjaya bersama timnas Prancis. Trezeguet jadi anggota skuat Ayam Jantan saat memenangi Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000. Trezeguet bahkan jadi pencetak gol kemenangan dalam laga final Piala Eropa 2000 saat Prancis menghadapi Italia.
[Gambas:Video CNN]
Meski karier Trezeguet mengkilap bersama Prancis, Trezeguet jadi bagian penting dalam kegagalan Prancis di final Piala Dunia 2006. Prancis kembali berjumpa Italia tetapi kali ini Prancis tertunduk lesu di akhir pertandingan.

Final Piala Dunia tersebut harus berlanjut ke adu penalti usai kedua tim bermain imbang dengan skor 1-1 di hadapan 69 ribu Olympiastadion, Berlin, Jerman, pada 9 Juli 2006.

Gelandang Zinedine Zidane menyumbang satu gol untuk Timnas Prancis pada menit ketujuh, sebelum disamakan bek Timnas Italia Marco Materazzi pada menit ke-19.

Berbeda dari final Liga Champions pada 2003, kali ini Trezeguet menjadi eksekutor kedua setelah Sylvain Wiltord.

David Trezeguet punya mimpi buruk gagal penalti di dua partai final.David Trezeguet punya mimpi buruk gagal penalti di dua partai final. (AFP PHOTO / Jacques Demarthon)

Wiltord melesakkan bola ke arah kanan bawah dengan penuh keyakinan. Kiper Timnas Italia, Gianluigi Buffon, bergerak ke arah yang berlawanan sehingga tendangan tersebut berbuah gol.

Di kesempatan kedua, Buffon berhasil menggagalkan tendangan Trezeguet. Kali ini, Buffon salah mengantisipasi arah bola tetapi tendangan Trezeguet gagal masuk lantaran bola membentur tiang.

Terlepas dari sejumlah pengalaman buruk saat aktif bermain sepak bola profesional, Trezeguet merupakan seorang legenda. Dalam 10 tahun kariernya bersama Juventus, pemain berjuluk ‘Trezegol’ ini mencetak 171 gol dan memberikan 16 assist dari 320 penampilan bersama Juventus. Ia juga memenangi dua gelar Serie A bersama La Vecchia Signora pada 2001/2002 dan 2002/2003.

David Trezeguet dan MImpi Buruk Penalti di Dua Final

Trezeguet menjalani karier sebagai pesepak bola profesional selama 20 tahun. Ia mengawali kariernya di Liga Argentina bersama Platense pada 1993. Karirnya berlanjut di AS Monaco pada 1995. Setelah lima tahun memperkuat Monaco dan menyumbang 52 gol dari 93 partai, Trezeguet direkrut Juventus.

Pada musim panas 2010, Trezeguet pindah ke klub Liga Spanyol, Hercules dan bermain di sana selama setahun. Dia kemudian melanglang buana ke Uni Emirat Arab (Baniyas) serta Argentina (River Plate dan Newell’s Old Boys).

Klub terakhir yang ia bela adalah peserta Liga Super India, Pune City. Sayangnya, Pune City tak dapat merasakan banyak gol Trezeguet, karena sang bintang hanya mencetak dua gol dari sembilan laga.

Awalnya, Trezeguet sempat dirumorkan akan kembali ke Italia bermain untuk klub dari Serie C. Ternyata Trezeguet lebih memutus untuk pensiun.

Hari ini, Trezeguet tepat berusia 42 tahun. Selamat ulang tahun! (map/sry)





berita olahraga