Paris Saint-Germain

Deretan Atlet Dunia Protes Kematian George Floyd-Spekta Sports

Jakarta, CNN Indonesia — Duka atas kematian George Floyd tidak saja milik atlet asal Amerika Serikat, tetapi juga sejumlah atlet dunia dari benua lain.

Bintang Paris Saint-Germain Kylian Mbappe menjadi salah satu pesepakbola yang menunjukkan solidaritas terkait meninggalnya Floyd pada 25 Mei 2020.

Pesepakbola muda asal Prancis itu menyerukan keprihatinannya lewat unggahan di media sosial Twitter. Mbappe menuliskan emotico siluet orang bersuara dan kepalan tangan disertai tanda pagar keadilan untuk George.
“#JusticeForGeorge,” kata Mbappe.

Mantan striker timnas Inggris yang kini jadi pakar sepak bola, Ian Wright, tidak ingin ketinggalan dalam menyuarakan protesnya atas insiden tersebut. Wright mengaku lelah dengan diskriminasi.

“Saya lelah. Kita lelah. Komentar, balasan, setiap hari menjelaskan diri kita sendiri. Video itu. Mungkin ada waktu untuk istirahat,” tulis Wright.

[Gambas:Video CNN]

Dua pesepakbola wanita asal Inggris, Anita Asante dan Rinsola Babajide mengecam peristiwa brutal tersebut. Babajide menyebut kepolisian tidak bisa berkelit dari masalah ini.

“Gila, apa yang terjadi di AS membunuh kami, hanya karena warna kulit kami. Memilukan untuk melihatnya. Kita harus tetap bersama-sama. Polisi benar-benar tidak bisa lolos dengan masalah ini. Kapan itu akan berakhir?” kata Babajide.

Dari cabang olahraga tenis, Naomi Osaka, mendukung aksi protes besar-besaran di Minneapolis yang memprotes kematian Floyd.

https://www.cnnindonesia.com/

“Jika Anda berdiri untuk apa pun, Anda akan gugur untuk semuanya,” ujar Osaka.

Sebelum atlet-atlet dunia tersebut, atlet-atlet Amerika Serikat lebih dahulu menunjukkan kegeramaannya dengan kejadian ini.

Atlet american football, Tom Braddy, pebasket LeBron James dan Stephen Curry, striker Orlando Pride Alex Morgan, serta gelandang FC Schalke Weston McKennie merupakan sebagian atlet AS yang menuntut keadilan atas tewasnya George Floyd.

Pada Senin (25/5), Floyd meninggal saat dalam penahanan polisi. Sebelum tewas Floyd mendapat perlakuan buruk dari seorang petugas polisi, Derek Chauvin, yang menahan lehernya di aspal dengan menggunakan lutut. (sry)





berita olahraga