Sukses Klopp Bersama Liverpool di Eropa Mulai Rontok

Dibanjiri Kritik, Liverpool Batal Rumahkan Karyawan-Spekta Sports

Jakarta, CNN Indonesia — Liverpool membatalkan keputusan merumahkan sebagian besar karyawan setelah mendapat desakan dari suporter dan mantan pemain mereka.

Sebelumnya, Liverpool memutuskan merumahkan karyawan untuk mengurangi beban finansial di tengah pandemi virus corona.

Tak hanya itu, juara bertahan Liga Champions itu juga memanfaatkan retensi pemerintah. Artinya pemerintah membayarkan 80 persen gaji karyawan dan Liverpool hanya menanggung 20 persen sisanya.



Langkah ini lebih dulu dilakukan Newcastle United, Tottenham Hotspur, Bournemouth, dan Norwich City.
Dibanjiri Kritik, Liverpool Batal Rumahkan Karyawan

Keputusan ini memicu reaksi keras dari legenda The Reds, termasuk Jamie Carragher dan Dietmar Hamann. Kelompok suporter memprotes kebijakan pemilik klub.

Selang beberapa hari, CEO Liverpool Peter Moore menganulir kebijakan dan meminta maaf kepada suporter.

CEO Liverpool, Peter Moore, dalam surat terbuka kepada fans yang dilansir situs resmi klub.

[Gambas:Video CNN]
“Kami yakin pengumuman pekan lalu terkait rencana menggunakan skema bantuan pemerintah dan merumahkan karyawan adalah sebuah kesalahan. Kami benar-benar meminta maaf untuk itu.”

Manajemen Liverpool berjanji memastikan seluruh karyawan mendapat perlindungan dari potensi pengurangan gaji atau hilangnya pendapatan selama penangguhan kompetisi akibat wabah Covid-19.

“Kami berkomitmen untuk menemukan alternatif agar bisa terus beroperasi di tengah penangguhan kompetisi dan memastikan kami tidak menggunakan skema bantuan pemerintah.” (jun)

[Gambas:Video CNN]





berita olahraga