Dua False Nine, Inovasi Taktik Si Jenius Guardiola-Spekta Sports

Suporter Man City Ejek MU: Kami Mau Solskjaer Bertahan

Jakarta, CNN Indonesia — Manajer Manchester City, Pep Guardiola, kembali membuat publik kagum dengan racikan taktik saat mengalahkan Manchester United, Selasa (7/1) waktu setempat.

Di laga leg pertama semifinal Piala Liga Inggris itu, Guardiola memilih komposisi starter yang tergolong berani. Ia tidak memakai satu pemain pun yang berposisi asli sebagai striker.

Pria 48 tahun itu membiarkan Sergio Aguero dan Gabriel Jesus duduk di bangku cadangan. Padahal, dua pemain andalan Man City itu dalam kondisi fit.

Guardiola mengambil risiko dengan menaruh Bernardo Silva dan Kevin De Bruyne di lini depan. Silva dan De Bruyne dimainkan sebagai tombak kembar dalam formasi 4-4-2. Namun, keduanya berperan sebagai false nine alias striker palsu.

Dua False Nine, Inovasi Taktik 'Si Jenius' GuardiolaPep Guardiola melakukan terobosan dengan membuat dua False Nine. (AP Photo/Rui Vieira)

Eksperimen taktik Guardiola itu berjalan positif. Pergerakan ‘liar’ Silva dan De Bruyne membuat pertahanan MU kesulitan.

Duet bek tengah MU Victor Lindelof dan Phil Jones kebingungan karena sulit melakukan pengawalan ketat pada De Bruyne dan Silva. Dua bintang Man City itu sulit dikawal karena kerap turun menjemput bola hingga ke lini tengah.

Silva bahkan jadi pemain terbaik di laga ini. Ia mencetak satu gol dan memberikan satu assist untuk gol yang dicetak Riyhad Mahrez.

Dua False Nine, Inovasi Taktik 'Si Jenius' Guardiola

Sedangkan De Bruyne berperan besar untuk gol ketiga yang tercipta karena gol bunuh diri, Andreas Pereira.

Inovasi taktik menggunakan dua false nine ini bukan yang pertama kali dilakukan Guardiola. Ia pernah memperkenalkan skema false nine saat masih menukangi Barcelona.

Di musim 2009/2010, Guardiola memutuskan untuk menggunakan Lionel Messi sebagai false nine di lini depan Blaugrana.

Perubahan posisi Messi itu berandil besar atas gelimang gelar tim Catalan. Di era Guardiola, Barcelona meraih 14 gelar di antaranya tiga gelar Liga Spanyol dan dua trofi Liga Champions.

Selain Guardiola, eks pelatih timnas Spanyol Vicente del Bosque juga pernah memakai skema yang menempatkan seorang pemain sebagai false nine. Di Piala Eropa 2012, mantan pelatih Real Madrid itu menugaskan Cesc Fabregas memerankan tugas tersebut.

Jika menengok jauh ke belakang peran sebagai false nine sudah ada pada 1930 di timnas Austria. Ketika itu, striker Matthias Sindelar berperan sebagai pemain yang kerap bergerak untuk mencari ruang di antara pemain belakang dan gelandang lawan. (jal)





berita olahraga