Final Piala Dunia U17 2019: Ambisi Meksiko dan Brasil

Final Piala Dunia U17 2019: Ambisi Meksiko dan Brasil-Spekta Sports

Piala Dunia U17 2019 sudah mencapai fase penutup. Pertandingan perebutan peringkat ketiga antara Belanda melawan Perancis dan final antara Meksiko melawan Brasil akan dilangsungkan pada Senin (18/11), masing-masing pukul 01.00 WIB dan 05.00 WIB.

Estádio Bezerrão di Gama akan menjadi saksi. Sebagai tuan rumah, Brasil mengincar gelar keempat mereka. Terakhir kali Seleção menjadi juara adalah pada Piala Dunia U17 2003 yang digelar di Finlandia. Ketika itu mereka menaklukkan Spanyol 1-0 di final.

Sementara itu, Meksiko ingin menggagalkan ambisi sang tuan rumah karena sejauh ini hanya Meksiko lah satu-satunya yang pernah menjadi juara Piala Dunia U17 ketika menjadi tuan rumah. Saat menjadi tuan rumah Piala Dunia U17 2011, El Tri juara dengan kemenangan 2-0 atas Uruguay di final.

Meski hanya bertajuk Piala Dunia untuk para pemain kelompok umur yang masih tergolong sangat muda, turnamen ini berhasil menetaskan pesepakbola-pesepakbola bintang seperti Landon Donovan (1999), Francesc Fàbregas (2003), dan Toni Kroos (2007).

Pada turnamen sajauh ini, beberapa nama pesepakbola muda yang bersinar adalah Sontje Hansen, Ki-Jana Hoever, Kenneth Taylor (Belanda), Nathanaël Mbuku, Isaac Lihadji, (Perancis), Noah Botic (Australia), dan Matías Godoy (Argentina). Sementara di dua tim finalis, nama yang menonjol adalah Efraín Álvarez (Meksiko) dan Kaio Jorge (Brasil).

Piala Dunia U17 tahun ini sudah memainkan 50 pertandingan dengan total 170 gol. Dari nama-nama yang disebutkan di atas, Hanssen (6 gol), Mbuku (5), Álvarez, dan Jorge (sama-sama 4) adalah empat pemain yang berada di daftar pencetak gol terbanyak.

Bagi Meksiko dan Brasil, pertandingan ini mengingatkan final yang pernah terjadi pada Piala Dunia U17 2005 di Peru. Saat itu Meksiko sukses mengalahkan Seleção 3-0. Pada Piala Dunia U17 itu Meksiko memiliki Carlos Vela yang akhirnya mendapatkan gelar sepatu emas atau top skor.

Sudah 14 tahun berlalu sejak final tersebut, Brasil belum juga mendapatkan gelar keempat.

Peran Álvarez dan Pertahanan Kuat Meksiko

El Tri pasti ingin mengulang kesuksesan mereka di final 2005. Namun selain itu, mereka juga punya misi lainnya untuk menjaga rekor mereka sendiri. Hingga edisi ke-17, hanya Meksiko satu-satunya negara yang bisa menjuarai Piala Dunia U17 ketika berstatus tuan rumah.

Tidak seperti pada 2005, Meksiko terkesan terlambat panas di Piala Dunia U17 tahun ini. Pada babak grup misalnya, mereka hanya meraih satu hasil imbang dan satu kali kalah di dua laga awal Grup F. Mereka baru mendapatkan kemenangan pada pertandingan ketiga, dan berhak lolos ke babak 16 besar sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.

Beruntung mereka bisa menaikkan performa mereka di babak gugur. Jepang (dikalahkan 2-0) dan Korea Selatan (1-0) berhasil mereka kalahkan. Di babak semifinal, Meksiko sukses mengatasi Belanda lewat drama adu penalti (4-3) setelah kedua tim bermain imbang 1-1.

Soal ketajaman, Meksiko punya Efraín Álvarez yang sejauh ini sudah mengemas empat gol di turnamen. Jika melihat rekornya secara keseluruhan, gelandang Los Angeles Galaxy ini sudah mencetak tujuh gol dari 10 pertandingan selama berseragam Meksiko U17. Sangat produktif untuk ukuran seorang gelandang.

Namun bukan hanya soal penyerangan, melainkan pertahanan Meksiko juga menarik untuk disoroti. Mereka baru kebobolan tiga kali dalam enam pertandingan. Ini lebih baik daripada Brasil yang sudah lima kali dibobol dengan jumlah pertandingan serupa.

Brasil Ingin Meneruskan Catatan Sempurna Sepanjang 2019

Meski Meksiko memiliki catatan lebih baik jika mengacu sejarah pertemuan di final, pada turnamen kali ini Brasil lebih konsisten. Sejak penyisihan grup hingga semifinal, tim asuhan Guilherme Dalla Déa mencetak total 17 gol.


Jika dihitung dengan edisi sebelumnya, total Brasil sudah menang tujuh kali beruntun di Piala Dunia U17. Brasil menyamai rekor kemenangan beruntun mereka yang terjadi di Piala Dunia U17 1997 dan 1999. Artinya, jika mampu menumbangkan Meksiko di partai final, Brasil akan menciptakan rekor baru.

Seleção memiliki tim yang ideal untuk menjadi juara. Di lini depan, ada kombinasi trio Kaio Jorge, João Peglow, dan Gabriel Veron yang total sudah mencetak 10 gol sepanjang turnamen.

Sementara itu, di posisi bek kiri, ada Luan Patryck, sosok yang digadang-gadang bakal mengikuti tradisi full-back Brasil yang eksplosif seperti Cafu, Roberto Carlos, hingga Marcelo. Patryck adalah pemain termuda di skuad Brasil U17. Dia lahir pada 18 Januari 2003.

Brasil juga dinilai kuat secara mental karena mereka mengalahkan Perancis di semifinal meski sempat tertinggal dua gol terlebih dahulu hingga menit ke-61. Namun akhirnya mereka bisa membalas tiga gol, termasuk gol penentu kemenangan yang terjadi semenit menjelang pertandingan berakhir.

Indonesia Memantau untuk Bersiap di Piala Dunia U20 2021

Siapa pun yang menjadi pemenang di pertandingan perebutan peringkat ketiga dan final Piala Dunia U17 2019, nama-nama pemain yang berlaga di turnamen kali ini bukan tidak mungkin akan menjadi lawan Indonesia di Piala Dunia U20 2021 mendatang. Atau kalaupun tak menjadi lawan, minimal mereka akan berlaga di stadion-stadion di Indonesia ketika kita menjadi tuan rumah dua tahun lagi.

Timnas Indonesia memang sudah dipastikan lolos ke Piala Dunia U20 2021 karena berstatus sebagai tuan rumah. Namun Garuda Muda tetap perlu menaikkan level mereka.

Selain dengan persiapan melalui lolosnya Timnas U19 ke Piala Asia U19 2020 dan PSSI yang menyediakan program Garuda Select, kita juga diharapkan mulai memantau calon-calon lawan yang salah satunya bisa dilihat dari Piala Dunia U17 2019 ini.

Pada Piala Dunia U17 2019, empat tim AFC (Asia) yang berlaga adalah Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Tajikistan. Hanya Korea Selatan yang bisa menembus perempat final. Tajikistan bahkan tersisih di babak grup.

Sementara itu selain Piala Dunia U17, Piala Dunia U20 2019 (yang sudah digelar terlebih dahulu) juga penting untuk untuk disimak.

Pada Piala Dunia U20 2019 di Polandia, Qatar dan Arab Saudi gugur di babak grup tanpa meraih satu poin pun. Jepang dan Korea Selatan lolos ke babak 16 besar, tetapi harus saling bertemu. Pada akhirnya, Korsel melaju sampai partai final, tetapi ditaklukkan oleh wakil Eropa, Ukraina.

Perbedaan level tim-tim Asia dengan tim dari konfederasi lain, terutama UEFA (Eropa) dan CONMEBOL (Amerika Selatan) kemungkinan tidak akan berubah banyak dalam dua tahun mendatang di Piala Dunia U20 2021.

Namun tak ada alasan bagi Indonesia, sang tuan rumah, untuk mengibarkan bendera putih sebelum bertanding. Sebaliknya, untuk bisa menjadi pemenang, Indonesia memang harus mempersiapkan diri dengan baik.

Pertandingan perebutan peringkat ketiga Piala Dunia U17 2019 antara Belanda melawan Perancis akan berlangsung pada Senin (18/11) pukul 01.00 WIB. Sementara final antara Meksiko melawan Brasil akan dilaksanakan setelah itu, yaitu pada pukul 05.00 WIB. Kedua pertandingan pamungkas di atas dapat ditonton melalui live streaming Mola TV.





berita olahraga