Format Turnamen Solusi Realistis Liga 1 di Masa Pandemi-Spekta Sports

Hasil Liga 1: Borneo FC Tekuk Persipura, PSIS Menang

Jakarta, CNN Indonesia — Dengan wilayah Indonesia yang sangat luas, format kompetisi penuh Liga 1 sangat tidak memungkinkan bagi klub yang harus menjalani laga tanpa penonton. Turnamen pengganti bisa menjadi salah satu solusi realistis dengan berbagai pertimbangan.

Format turnamen pengganti kompetisi dengan zona wilayah dianggap bisa lebih masuk akal untuk digelar. Terutama dalam segi keuangan klub yang belum stabil pasca pandemi wabah virus corona.

Komisaris Liga Indonesia Baru (LIB), Hasani Abdulgani kepada CNNIndonesia.com mengatakan semua kemungkinan masih bisa terjadi. Termasuk melanjutkan gelaran Liga 1 yang sempat terhenti sampai menggantikannya dengan turnamen.
Hasani menjelaskan LIB masih menunggu keputusan dari pemerintah terkait berakhirnya masa darurat di Indonesia.

Steering Committee Piala Presiden Maruarar Sirait (kiri) berbincang dengan CEO Mahaka, Hasani Abdulgani saat konferensi pers terkait final turnamen sepak bola Piala Presiden di Jakarta, Rabu (14/10). Panitia memutuskan penyelenggaraan final Piala Presiden antara Persib Bandung dan Sriwijaya FC akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada hari Minggu (18/10) dengan mengerahkan 10.000 personel keamanan dari Polda Metro Jaya, TNI dan unsur terkait. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/aww/15.Komisaris PT LIB, Hasani Abdulgani (kanan) mengatakan pihaknya masih mempertimbangkan segala kemungkinan untuk Liga 1. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

“Saya pikir dari sisi kompetisi susah jalan kalau tidak didukung sponsor. Namun, kompetisi bisa diberhentikan secara total jika ada permintaan dari para anggotanya melalui RUPS [Rapat Umum Pemegang Saham] dan pemerintah belum juga mencabut status darurat sampai batas waktu yang diharapkan,” ucap Hasani.

Jika LIB maupun PSSI ingin membuat turnamen untuk mengisi kekosongan kompetisi, lanjut Hasani, hal itu pun tak mudah untuk dilakukan. Alasannya, mencari sponsor baru dalam waktu singkat yang mau mendukung bergulirnya turnamen dalam kondisi ekonomi negara yang porak poranda akibat pandemi bukan hal yang mudah.

Hasani menyarankan agar kompetisi tetap dilanjutkan setelah masa darurat corona dicabut pemerintah. Namun, akhir kompetisi tidak selesai di akhir tahun dan berlanjut sampai tahun depan.

[Gambas:Video CNN]
“Federasi Sepak Bola Thailand sudah kontak ke salah satu manajer di LIB menawarkan kompetisi di Asia Tenggara dilanjutkan serempak mulai September 2020 sampai Mei 2021. Ini akan membuat AFF dipaksa menyesuaikan kompetisi mereka yang biasanya ada di akhir tahun, November-Desember.”

“Tapi kami akan inisiatif, kalau mau ikut dengan Thailand kita juga harus melobi Malaysia dan Vietnam. Minimal September liga dimulai dan Agustus pemain sudah bisa latihan lebih dulu. Tapi ini hanya bisa terjadi jika kondisi normal, artinya seluruh Indonesia wabahnya sudah tuntas, tidak cuma di Jakarta saja,” jelas Hasani.

Lanjut Hasani, jika dilanjutkan kompetisi tetap akan memperbolehkan suporter untuk hadir langsung ke stadion. Sebab, klub sangat mengharapkan pemasukan dari penjualan tiket setelah sponsor tidak bisa memberikan dana penuh seperti semula.

“Sponsor sebenarnya sederhana, kita sudah kontrak dan mereka hanya tanya nasib kompetisi setelah pandemi ini. Mereka akan tanya jumlah pertandingannya masih sesuai kontrak atau tidak, kalau sesuai pembayaran normal.”

Laga Persib di Liga 1 2020 sebelum pandemi virus corona di Indonesia. (Laga Persib di Liga 1 2020 sebelum pandemi virus corona di Indonesia. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Sampai saat ini tidak ada yang bisa menjamin kapan pandemi wabah virus corona di Indonesia akan berakhir. Jika pada akhir Mei mendatang pandemi virus corona di seluruh Indonesia berakhir, lanjut Hasani, kompetisi Liga 1 bisa dimulai pada Juli. Itu bisa terjadi dengan catatan pemerintah pusat memberikan izin kepada PSSI.

Tapi jika sampai Juli belum ada tanda-tanda kondisi wabah virus corona di Indonesia membaik, ada beberapa usulan yang diberikan direksi dalam rapat. Salah satunya, menghentikan kompetisi dan menggantikannya dengan turnamen.

“Dibuat turnamen tapi dengan catatan Agustus kondisi membaik dan turnamen maksimal bisa digelar September kira-kira 2-3 bulan lamanya. Idealnya Agustus klub baru mulai menggelar latihan.”

“Tapi kalau situasi tidak juga membaik, bisa-bisa tahun ini kompetisi tidak ada. Jadi ke depannya sangat tergantung kondisi pandemi ini. Kunci supaya kompetisi bisa digelar tentunya jika pemerintah memberikan izin,” jelas Hasani.

https://www.cnnindonesia.com/

Terpisah, Komisaris Persib Bandung Bermartabat (PBB) Umuh Muchtar mempercayakan sepenuhnya keputusan nasib kompetisi sepak bola Indonesia kepada PSSI dan LIB. Namun, LIB dan PSSI sebelumnya juga harus menanyakan terlebih dahulu kesiapan klub untuk kembali memulai kompetisi.
“PSSI pasti lebih mengerti bagaimana mempersiapkan kembali kompetisi. Kondisi ini rentan jadi harus hati-hati sebelum mengambil keputusan. Pertanyaannya, klub siap tidak untuk mulai lagi?” sebut Umuh. (TTF/bac)





berita olahraga