Giampaolo: Karakter Pemain Milan Berbeda dengan Gaya Mainku-Spekta Sports

Giampaolo: Karakter Pemain Milan Berbeda dengan Gaya Mainku

AC Milan membuka Serie A Italia 2019/20 dengan kekalahan. Bertandang ke markas Udinese pada Minggu (25/08), Milan takluk dengan skor tipis 0-1. Gol Rodrigo Becao pada menit ke-72 menjadi satu-satunya gol pada laga ini.

Laga melawan Udinese sendiri menjadi laga resmi perdana AC Milan bersama pelatih baru, Marco Giampaolo. Menyikapi kekalahan pada debutnya, Giampaolo menyoroti para pemainnya yang kesulitan dalam menyerang.

“Pertandingan sudah memperlihatkannya dan ini tidak bagus ketika AC Milan kalah,” ujar Giampaolo pada Milan TV. “Aku mendapatkan banyak pelajaran hari ini, di samping hanya melihat hasil akhir. Tim berusaha coba melakukan apa yang aku minta, berusaha menyesuaikan diri sendiri dan mengambil alih permainan dari lawan. Kami harus bekerja lebih pada cara menyerang karena kami kesulitan di bagian tersebut.”

AC Milan sebenarnya memainkan banyak pemain menyerang pada laga ini. Menggunakan pola dasar 4-3-1-2, lini tengah Milan diisi oleh para gelandang ofensif seperti Hakan Calhanoglu, Fabio Borini, Lucas Paqueta dan Suso untuk menyokong Samu Castillejo dan Kryzstof Piatek. Franck Kessie baru bermain pada menit ke-60 menggantikan Borini.

Giampaolo mengakui bahwa gaya permainannya kurang sesuai dengan karakter para pemain Milan. Menurut eks pelatih Sampdoria itu, hal tersebut memengaruhi hasil akhir pertandingan dan penampilan tim yang kurang maksimal.

“Ini bukan tanggung jawab pemain tapi lebih ke masalah karakter spesifik. Aku harus melupakan hasil akhir dan mengerti bagaimana kami berusaha tampil sebaik mungkin. Mungkin aku meminta mereka melakukan sesuatu tapi mereka punya karakteristik yang berbeda,” ujar Giampaolo.

“Tapi sampai sekarang, para pemain telah menunjukkan kemauannya yang tinggi. Aku harus segera menemukan solusi terbaik dari karakteristik untuk pertandingan-pertandingan tertentu,” sambungnya.


Laga ini sebenarnya dihiasi kontroversi ketika bola sempat dianggap mengenai tangan bek Udinese, Samir, di kotak penalti Udinese. Namun setelah mengecek Video Assistant Referee (VAR), wasit pertandingan tidak menganggap bola mengenai tangan. Giampaolo sendiri tak mempermasalahkan hal tersebut.

“Kami terganggu dengan hasil akhir, tapi dari evaluasiku tidak akan berubah meski kami menyamakan kedudukan melalui tendangan penalti. Aku harus menganalisis dengan serius, coba memahami di mana tim ini harus meningkatkan diri dan apa yang sudah bekerja dengan baik. Mungkin itu penalti tapi itu tidak akan mengubah pandangan dari evaluasiku.”

“Ketika kalah, akan terasa benar jika ada isu kontroversial, tapi kami harus fokus pada diri kami sendiri. Berusaha memainkan sepakbola yang lebih baik dari hari ini dan tanpa kehilangan pandangan untuk menjadi protagonis. Kami hanya bisa mencapai itu lewat kerja keras,” tutup Giampaolo.

Milan berikutnya akan menghadapi Brescia. Pada laga perdana, tim promosi yang baru mendatangkan Mario Balotelli itu berhasil menumbangkan Cagliari meski berstatus tim tamu dengan skor tipis 0-1.





berita olahraga