Sindrom Musim Keempat Guardiola dan Inkonsistensi Man City

Guardiola Sebut Dominasi Liverpool Buruk untuk Liga Inggris-Spekta Sports

Jakarta, CNN Indonesia — Pelatih Manchester City Pep Guardiola menilai dominasi Liverpool di musim ini tidak bagus untuk Liga Inggris setelah The Reds unggul 22 poin atas The Citizens hingga pekan ke-25.

Guardiola mengulang komentar CEO Premier League Richard Scudamore pada Agustus 2018. Kala itu, Man City juara Liga Inggris 2017/2018 dengan keunggulan 19 poin dan mengoleksi 100 poin.

Menurut Scudamore kompetisi akan lebih bagus jika ada persaingan hingga akhir musim. Scudamore juga menilai man City harus menjadi tim yang bisa dikalahkan.

Kondisi Man City pada musim 2017/2018 itu berpotensi terjadi di musim ini pada Liverpool. The Reds kini tengah unggul 22 poin atas Manchester Biru dan bisa juara pada Maret mendatang.

“Dua musim lalu ada pemilik Liga Inggris yang mengatakan itu tidak bisa terjadi lagi, itu tidak baik bagi Liga Premier untuk Man City saat memenangi gelar dengan cara tersebut, dengan 100 poin,” ujar Guardiola dikutip dari Manchester Evening News.

Liverpool hanya tinggal menunggu waktu untuk juara Liga Inggris.Liverpool hanya tinggal menunggu waktu untuk juara Liga Inggris. (AP Photo/Jon Super)

“Sekarang [hal itu terjadi] di Liverpool, Anda harus khawatir jika Anda adalah pemilik Premier League,” ucap Guardiola menambahkan.

[Gambas:Video CNN]

Di musim ini Man City gagal mempertahankan dominasi di Liga Inggris. Peluang mereka untuk juara Liga Inggris tiga kali beruntun makin tipis.

Guardiola Sebut Dominasi Liverpool Buruk untuk Liga Inggris

Liverpool yang musim lalu menjadi runner-up kini hanya tinggal menunggu waktu guna mengangkat trofi Liga Inggris pertama setelah 30 tahun, atau gelar Premier League pertama dalam sejarah mereka.
Tim asuhan Jurgen Klopp itu hanya butuh enam kemenangan lagi untuk resmi jadi juara. Jika Man City kembali terpeleset di beberapa laga ke depan, gelar juara untuk Liverpool bisa lebih cepat. (sry/bac)





berita olahraga