Hasil Autopsi Pilot Kobe Bryant Tak Ditemukan Alkohol-Spekta Sports

Kondisi Cuaca Buruk Saat Kecelakaan Helikopter Kobe Bryant

Jakarta, CNN Indonesia — Berdasarkan hasil autopsi pilot helikopter yang ditumpangi mendiang legenda basket Amerika Serikat (NBA) Kobe Bryant, Ara Zobayan, tak ditemukan tanda-tanda penggunaan alkohol dan obat-obatan keras.

Total sembilan orang di dalam meninggal termasuk Zobayan dalam kecelakaan helikopter Sikorsky di Calabasas pada 26 Januari. Selain Kobe Bryant, sang putri yaitu Gianna Bryant juga meninggal.

Tak ada tanda-tanda kerusakan mesin sebagai penyebab kecelakaan berdasarkan hasil investigasi dari komisi nasional kecelakaan transportasi Amerika Serikat. Kecelakaan diduga karena cuaca buruk dan faktor kelalaian manusia.
“Berdasarkan hasil tes toksikologi, tidak ditemukan tanda-tanda alkohol dan penyalahgunaan obat-obatan,” demikian keterangan bagian koroner wilayah Los Angeles dikutip dari AFP.

In this image taken Monday, Jan. 27, 2020, and provided by the National Transportation Safety Board, NTSB investigators Adam Huray, foreground, and Carol Hogan examine wreckage as part of the NTSB’s investigation of a helicopter crash near Calabasas, Calif. The Sunday, Jan. 26 crash killed former NBA basketball player Kobe Bryant, his 13-year-old daughter, Gianna, and seven others (James Anderson/National Transportation Safety Board via AP)Petugas dewan keselamatan transportasi AS tengah melakukan investigasi di puing-puing helikopter yang ditumpangi Kobe Bryant. (James Anderson/National Transportation Safety Board via AP)

Helikopter yang ditumpangi Kobe itu tercatat sudah melalui 296 kilometer per jam penerbangan sebelum mengalami kecelakaan. Helikopter Sikorsky mengalami kecelakaan setelah terbang di dalam suasana kabut tebal.
Pesawat sempat terjun beberapa ratus meter sebelum terjun ke perbukitan di Calabasas, Los Angeles.

Berdasarkan laporan, Bryant juga mengalami cedera parah di sekujur tubuh sehingga diduga langsung meninggal di lokasi kejadian.

https://www.cnnindonesia.com/

Tak ditemukan pula tanda-tanda alkohol dan obat terlarang dalam tubuh Bryant, kecuali Ritalin yang lazim digunakan untuk penanganan penyakit hiperaktif atau narcolepsy.

Total tiga pihak menuntut perusahaan helikopter yang ditumpangi Bryant karena dinilai ada unsur kelalaian dalam kecelakaan tersebut. Salah satu penggugat adalah istri Bryant, Vanessa Bryant.





berita olahraga