Sejumlah mantan pemain Timnas Indonesia berbagi kisah tentang prbadi unik Henk Wullems saat menangani skuad Merah Putih.

Henk Wullems Pelatih Unik di Mata Eks Pemain Timnas Indonesia-Spekta Sports

Jakarta, CNN Indonesia —

Sejumlah mantan pemain Timnas Indonesia berbagi kisah tentang pribadi unik Henk Wullems ketika dilatih juru taktik asal Belanda itu di skuad Merah Putih.

Henk Wullems meninggal pada Sabtu (15/8) di Belanda. Di Skuad Garuda dan sejumlah klub di Indonesia, dia dikenal sebagai sosok yang disiplin, tegas namun bersahabat di mata pemainnya. Terutama bagi pemain yang tergabung di Timnas Indonesia pada SEA Games 1997, Wullems merupakan pribadi yang unik.

Seperti yang diungkapkan Bejo Sugiantoro yang kala itu diberikan kesempatan oleh Wullems untuk melakoni debutnya bersama Timnas Indonesia. Di mata Bejo, pelatih berkebangsaan Belanda itu termasuk yang berani mengambil risiko dengan memainkan pemain muda.

“Di mata saya, beliau orangnya baik, disiplin, suka bercanda dan juga berani menampilkan pemain muda. Salah satunya saya yang dipercaya menggantikan Robby Darwis waktu pertandingan melawan Malaysia di SEA Games 1997,” kata Bejo penuh kesan kepada CNNIndonesia.com, Rabu (19/8).

Bejo mengatakan sebenarnya sama sekali tak menyangka bisa dipercaya Wullems untuk tampil melawan Malaysia. Sebab sebagai pemain muda, ia adalah pelapis Robby Darwis, seniornya di Timnas kala itu.

“Coach Wullems waktu itu telepon saya ke kamar. Dia bilang, ‘Bejo, hari ini kamu main!’ Saya hanya bilang: ‘siap coach’. Yang penting siap dulu. Itu jadi debut saya di Timnas Indonesia, main 90 menit di partai menentukan lawan Malaysia dan waktu itu menang 4-0,” ungkapnya.

Bejo SugiantoroBejo Sugiantoro mantan pemain Timnas Indonesia di SEA Games 1997. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)

Wullems punya jasa besar bagi karier Bejo di Timnas Indonesia. Rasa sedih kehilangan dan terima kasih terucap darinya mengiringi kepergian Wullems.

“Saya terima kasih kepada beliau atas jasanya mengambil risiko memainkan dan mengorbitkan pemain muda,” ucap Bejo yang saat ini menjadi Asisten Pelatih Persebaya Surabaya itu.

Rekan Bejo di Timnas Indonesia SEA Games 1997, Widodo C. Putro menambahkan, Wullems adalah pelatih yang tak sulit diajak diskusi. Sosok pelatih yang meninggal di usia 84 itu juga menjadi salah satu inspirasi Widodo dalam menjalankan karier kepelatihannya.

“Saya dipegang [dilatih] beberapa pelatih, salah satunya Wullems yang jadi inspirasi saya. Saya melihat secara taktik dia bisa membawa pengaruh besar [membuat strategi], dari plan A ke B dalam permainan,” sebut Widodo.

Banner gif video highlights MotoGP

Widodo berkisah, suatu hari Wullems pernah mengajaknya berbicara serius. Saat itu Wullems mengatakan kalau saya harus serius dan menikmati profesi sebagai pemain sepak bola.

Widodo juga mengaku melihat kesedihan mendalam dalam diri Wullems ketika gagal mempersembahkan medali emas buat Indonesia di SEA Games 1997. Timnas Indonesia kalah 3-5 dari Thailand di final dan harus puas dengan medali perak.

“Dia sudah pernah menjadi bagian dari sepak bola Indonesia. Kita harus respek dengan almarhum. Karakter dia dalam melatih itu yang perlu jadi insiprasi. Sebab tidak mudah untuk membawa klub jadi juara meskipun banyak faktor. Tapi salah satunya faktor pelatih yang sangat menunjang,” jelasnya.

Begitu juga yang dirasakan Bima Sakti. Ia mengaku sangat sedih saat mendengar kabar wafatnya Henk Wullems.

“Sedih dengar kabarnya. Beliau pelatih berkarakter dan banyak kenangan indah bersama beliau. Salah satunya selalu diingatkan untuk latihan harus 100 persen,” ujar Bima Sakti.

(TTF/bac)

[Gambas:Video CNN]





berita olahraga