Jangan Ada Kesan PSSI Terlalu Butuh Milla-Spekta Sports

Mantan Sekjen Sebut Luis Milla Siap Negosiasi dengan PSSI

Jakarta, CNN Indonesia — Pengamat sepak bola nasional, Mohammad Kusnaeni, menilai PSSI jangan sampai terkesan sangat butuh Luis Milla untuk kembali menjadi pelatih Timnas Indonesia.

Sebelumnya, Milla digadang-gadang kembali menangani Merah Putih setelah publik sepak bola tanah air menuntut agar PSSI segera memecat Simon McMenemy.

Meski demikian, Kusnaeni mengatakan sia-sia rekrut Milla dengan tujuan lolos penyisihan Grup G dalam Kualifikasi Piala Dunia 2022.

“Kecuali, Milla direkrut sebagai bagian dari proyek jangka panjang atau jangka menengah. Katakanlah kontrak tiga tahun atau lebih. Akan lebih baik jabatan McMenemy diserahkan ke asisten pelatih [Yeyen],” ucap Kusnaeni.

“Kalau pelatih kepala tidak sanggup, lebih baik asisten. Seperti orang salat saja. Ketika imam batal, makmum yang ada dibelakangnya maju menggantikan jadi imam,” katanya menambahkan.

Yeyen Tumena (kiri) menjadi asisten pelatih Simon McMenemy. (Yeyen Tumena (kiri) menjadi asisten pelatih Simon McMenemy. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)

Kusnaeni menyampaikan sang asisten harus siap menggantikan tugas Simon dalam waktu dekat.
“Akan tetapi untuk target yang lebih besar, PSSI boleh bicara lagi dengan Luis Milla. Kalau buru-buru nego [Milla] sekarang dengan posisi kepepet, PSSI akan terpaksa memenuhi kemauan dia. PSSI harus punya daya tawar,” kata dia.

“Jangan beri kesan PSSI sangat butuh Milla, federasi ini harus punya martabat. Terima kenyataan saat ini tidak mampu bersaing, persiapkan dengan lebih baik lag,” ucapnya melanjutkan.

Pengamat: Jangan Ada Kesan PSSI Terlalu Butuh Milla

Lebih lanjut, Kusnaeni mengakui memang tidak ada jaminan dengan mengganti pelatih akan mengubah hasil atau penampilan Timnas Indonesia. Namun ketika sebuah tim mengalami kekalahan empat kali berturut-turut dalam satu ajang, lanjut dia, persoalan terbesar adalah psikis pemain.

[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Timnas Indonesia kalah dari Malaysia (2-3), Thailand (0-3), Uni Emirat Arab (0-5), dan Vietnam (1-3).

“Akibat kekalahan tersebut, kepercayaan diri pemain Timnas Indonesia praktis tidak ada. Kehadiran pelatih baru menghidupkan kembali keyakinan, pelatih baru cukup efektif memberikan perubahan. Yang paling penting adalah tumbuh kembali harapan, karena sekarang harapan di Timnas Indonesia menipis.”

“Terlambat kalau sekarang panggil Luis Milla, targetnya apa dulu? Kalau mau ubah posisi Timnas Indonesia dalam klasemen Grup G kualifikasi Piala Dunia 2022, sudah sulit. Tapi kalau menghadirkan pelatih yang membawa tim senior yang lebih baik di masa mendatang, mungkin bisa,” tutur Kusnaeni. (map/ptr)





berita olahraga