Jerzy Dudek, Pahlawan Liverpool di Istanbul 2005-Spekta Sports

Jerzy Dudek, Pahlawan Liverpool di Istanbul 2005

Jakarta, CNN Indonesia — Jerzy Dudek bukan kiper terbaik sepanjang sejarah Liverpool namun namanya bakal abadi seiring cerita keberhasilan Liverpool juara Liga Champions 2005 disampaikan dari generasi ke generasi.

Dudek datang ke Liverpool di usia 28 tahun setelah kiprahnya bersama Feyenoord dianggap cukup menjanjikan. Sebagai kiper Liverpool, peran terbesar Dudek tentu bakal diarahkan pada final Liga Champions 2005 ketika Liverpool menghadapi Milan.

Pada babak pertama, Dudek harus rela jadi pesakitan karena gawangnya dibobol tiga kali oleh Rossoneri. Dudek sudah harus memungut bola dari gawangnya ketika pertandingan baru berjalan 59 detik. Tendangan voli Maldini berhasil disentuh Dudek namun tak cukup membendung bola masuk ke gawang.



Setelah gol cepat dari Maldini, Dudek dua kali dibobol oleh Hernan Crespo. Gol kedua Crespo benar-benar mempermalukan Dudek karena Crespo memperdayai dirinya lewat tendangan cungkil.

Jerzy Dudek kebobolan tiga gol di babak pertama.Jerzy Dudek kebobolan tiga gol di babak pertama. (CARL DE SOUZA / AFP)

Tertinggal 0-3, Liverpool benar-benar berada di ujung tanduk. Namun kepercayaan diri Liverpool yang belum luntur ikut menghadirkan keajaiban di Istanbul.

Dudek juga punya peran di dalam kebangkitan tersebut. Salah satunya saat membendung tendangan bebas Andriy Shevchenko sebelum gol balasan dari Steven Gerrard dan Vladimir Smicer terjadi.

Ketika akhirnya Liverpool mendapat penalti yang diselesaikan oleh Xabi Alonso, meski sempat lebih dulu ditepis Dida, Dudek akhirnya benar-benar berusaha keras agar perjuangan pemain di lini depan untuk menyamakan skor menjadi 3-3 tak sia-sia di tangannya.

Kehebatan Dudek berlanjut di babak perpanjangan waktu. AC Milan yang lebih sering menekan mendapatkan peluang emas untuk mencetak gol lewat Shevchenko. Dudek berhasil melakukan dua penyelamatan gemilang.

Pertama saat menepis sundulan Shevchenko dan kemudian yang kedua adalah membendung bola liar yang ditendang Shevchenko dari jarak dekat.

Jerzy Dudek, Pahlawan Liverpool di Istanbul 2005Jerzy Dudek jadi pahlawan Liverpool di babak adu penalti. (FRANCOIS MARIT / AFP)

Kehebatan Dudek mencapai puncaknya di drama adu penalti. Gaya Dudek yang coba mengacaukan konsentrasi pemain-pemain Milan dengan meliuk-liukan badan saat bersiap menerima tendangan penalti terbukti berhasil.

Serginho dan Andrea Pirlo kalah dalam adu mental melawan Dudek. Tendangan Serginho melambung jauh sedangkan eksekusi Pirlo berhasil ditepis Dudek.

Milan mencoba untuk bangkit dan Dida mampu menggagalkan eksekusi John Arne Riise. Namun kemudian Dudek menamatkan perlawanan Milan di eksekutor kelima.

Jerzy Dudek, Pahlawan Liverpool di Istanbul 2005

Shevchenko yang terlihat sudah kehilangan kepercayaan diri melawan Dudek lantaran gagal mencetak gol di 120 menit laga akhirnya benar-benar tak berdaya. Shevchenko melakukan tendangan lemah ke arah tengah. Meski Dudek sempat salah menebak arah bola tetapi ia bisa merentangkan tangan untuk menghalau bola.

Dudek berteriak dan pemain-pemain Liverpool lainnya langsung berhamburan gembira mengejar kiper asal Polandia tersebut.

Liverpool berhasil merebut trofi Liga Champions kelima dalam sejarah mereka. Nama Dudek pun abadi sebagai salah satu pahlawan kemenangan Liverpool.

Dalam sebuah polling, dua penyelamatan beruntun Dudek atas serangan Shevchenko terpilih sebagai momen terbaik, unggul atas tendangan voli Zinedine Zidane di final 2002 dan gol injury time Ole Gunnar Solskjaer di final 1999.

Selamat ulang tahun, Jerzy Dudek! (ptr/jal)





berita olahraga