John Stockton, Raja Point Guard Sepanjang Masa di NBA-Spekta Sports

John Stockton, Raja Point Guard Sepanjang Masa di NBA

Jakarta, CNN Indonesia — John Stockton tidak pernah jadi juara¬†NBA namun namanya bakal abadi jadi salah satu legenda berkat ciri khas permainannya. Statusnya sebagai raja assist dan steal pun tetap melekat hingga saat ini.

Stockton hadir di zaman NBA masih lekat dengan loyalitas seorang pemain bintang. Stockton adalah pemain yang terus bertahan bersama Utah Jazz, dari awal hingga akhir kariernya.

Stockton adalah tipe point guard yang patut jadi acuan bagi banyak pemain muda. Dia selalu bisa tenang membaca permainan ketika Jazz mulai melakukan serangan. Stockton juga jadi pemain pertama yang memimpin defense ketika tim lawan mulai menyerang.



Kehebatan Stockton sebagai point guard bisa terbaca jelas dari statistik yang ada. Hingga dua dekade setelah pensiun, status Stockton sebagai raja assist dan steal masih bertahan.

John Stockton, Raja Point Guard Sepanjang Masa di NBAJohn Stockton hanya membela Utah Jazz dalam kariernya di NBA. (GEORGE FREY / AFP)

Stockton mencatat 15.806 assist sepanjang kariernya. Catatan tersebut tak tergoyahkan hingga saat ini. Sejumlah point guard jenius macam Jason Kidd dan Steve Nash yang hadir di generasi berikutnya juga tak mampu menggoyahkan catatan tersebut.

Kidd ‘hanya’ mencetak 12.091 assist sedangkan Nash membukukan 10.335 assist dalam perjalanan kariernya.

Di era saat ini, tantangan untuk memecahkan rekor tersebut ada pada dua point guard terbaik, Chris Paul dan Russell Westbrook. Namun keduanya pun belum menyentuh angka 10 ribu untuk torehan tersebut.

John Stockton, Raja Point Guard Sepanjang Masa di NBA

Begitu juga halnya dengan steal. John Stockton perkasa dengan catatan 3.265 steal. Keahlian membaca situasi dan permainan lawan membuat ia punya catatan steal yang juga masih sulit dikejar oleh pebasket lain di NBA hingga dua dekade berlalu.

Chris Paul lagi-lagi jadi satu-satunya pebasket aktif yang punya catatan paling dekat dengan Stockton. Chris Paul saat ini menorehkan 2.220 steal alias ia masih butuh lebih dari 1.000 steal untuk melampaui catatan milik Stockton.

John Stockton, Raja Point Guard Sepanjang Masa di NBABukan hanya assist, John Stockton juga lihai dalam steal. (GEORGE FREY / AFP)

Salah satu kunci keberhasilan Stockton jadi point guard hebat adalah karena fokus utamanya bukan mencetak angka, melainkan mengatur permainan dan menikmatinya. Stockton juga tidak terpaku harus selalu jadi pemberi assist, melainkan benar-benar merasakan alur permainan dengan kehadiran teman-teman di sekitarnya.
“Saya tidak pergi ke pertandingan dengan niat saya harus melakukan 10-15 tembakan. Saya juga tak berpikir saya butuh melakukan 10-15 assist.”

“Saya hanya bermain. Keputusan saya di lapangan benar-benar berdasarkan tipe pemain yang ada di sekitar saya dan kebutuhan permainan yang diperlukan,” ucap Stockton, dikutip dari Deseret News.

Dengan pola pikir sederhana itu justru lahir variasi assist dari Stockton yang sulit ditebak oleh defense lawan.

Lahir di Generasi Emas

Stockton datang ke NBA pada draft 1984. Draft tersebut diisi oleh pemain-pemain top NBA macam Hakeem Olajuwon, Michael Jordan, dan Charles Barkley.

Stockton dipilih Utah Jazz dan sejak itu menjelma jadi point guard andalan Utah Jazz.

Salah satu catatan bukti keandalan Stockton adalah keberhasilannya jadi pencetak assist terbanyak dalam rataan per gim selama sembilan musim beruntun, mulai dari 1987/1988 hingga 1995/1996.

Stockton pun terpilih masuk dalam ‘Dream Team’ Amerika Serikat yang merebut dua medali emas Olimpiade di 1992 dan 1996.

Meski punya catatan gemilang di individu dan bersama tim nasional Amerika Serikat, Stockton kurang beruntung dalam perjuangan meraih juara NBA.

John Stockton, Raja Point Guard Sepanjang Masa di NBAJohn Stockton dua kali kalah di final NBA. (GEORGE FREY / AFP)

Setelah di era 80-an mereka selalu kalah bersaing dengan Los Angeles Lakers yang mendominasi wilayah barat, kesempatan terbaik Stockton untuk jadi juara NBA ada di tahun 1997 dan 1998 saat Jazz jadi juara wilayah barat.

Namun dengan menghadapi Chicago Bulls yang diperkuat Michael Jordan dan Scottie Pipen, Stockton bersama Karl Malone dan pemain Jazz lainnya seolah jadi tokoh antagonis di final tersebut.

Jazz berusaha mati-matian untuk mengadang Bulls namun selalu kalah 2-4 di final format best of seven.

Meski ia gagal menghadirkan gelar juara untuk Jazz, namanya harum sebagai legenda di kota tersebut lewat bentuk abadi nomor 12 yang tak bakal dipakai lagi.

Selamat ulang tahun, John Stockton! (ptr)





berita olahraga