Kasus Atlet Senam Tidak Perawan Berakhir Damai

Kasus Atlet Senam Tidak Perawan Berakhir Damai-Spekta Sports

Jakarta, CNN Indonesia — Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Senam Seluruh Indonesia (PB Persani) Ita Yuliati memastikan kasus atlet Shalfa Avrila Siani yang dicoret dari pelatnas jelang SEA Games 2019 karena dianggap tidak perawan selesai secara kekeluargaan.

Penyelesaian tersebut digelar dalam sebuah pertemuan di sebuah hotel di daerah Kediri, Jawa Timur, Minggu (14/12) malam. Pertemuan itu dihadiri empat pelatih senam, orang tua dan pihak kuasa hukum Shalfa.

“Kami tidak mau kasus ini berlarut-larut karena mengganggu proses pembinaan yang kami lakukan. Kami selesaikan secara kekeluargaan dengan permintaan maaf dan mereka mau menerima secara ikhlas.”

“Keempat pelatih mewakili Persani sudah minta maaf. Kami tidak mau berpolemik lagi, kasihan atletnya. Kami tidak ingin diungkit-ungkit lagi kasusnya,” kata Ita melalui sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com, Senin (16/12).

PB Persani, lanjut Ita juga bakal membuat himbauan tegas ke internal yang dikirimkan ke seluruh Pengurus Provinsi (Pengprov) untuk lebih hati-hati dalam bertindak. Namun, ia menegaskan bahwa pergantian atlet dalam sebuah ajang multievent adalah hal yang lumrah.

“Nanti saya akan buat imbauan internal ke pengprov supaya lebih berhati-hati ke depannya. Ini juga jadi pelajaran buat cabor lain. Ingat yang terpenting itu prestasi, kami olahraga yang cukup berisiko tinggi tapi tetap mengutamakan aspek prestasi,” ungkap Ita.

[Gambas:Video CNN]
Dikonfirmasi terpisah, kuasa hukum Shalfa, Imam Mukhlas menuturkan permintaan maaf yang dibuat empat pelatih senam sudah dapat disimpulkan dan mempertegas permasalahan yang terjadi. Meskipun tidak diungkapkan secara spesifik permintaan maaf yang dimaksud, namun kasus ini sudah dianggap selesai oleh kedua belah pihak.

“Istilahnya dengan meminta maaf seperti itu kan bisa disimpulkan tanpa mempertegas. Itu tidak spesifik disebut, tapi kami sepakat untuk menyelesaikan masalah ini dan selanjutnya Shalfa akan fokus mengikuti pelatda bersama KONI Jawa Timur untuk persiapan PON 2020 di Papua,” ungkap Imam.

Kasus Atlet Senam Tidak Perawan Selesai Secara Kekeluargaan

Imam menambahkan kasus ini turut menjadi evaluasi bagi semua pihak agar tidak terulang kembali. Semua pihak, lanjut Imam, juga diharapkan bisa saling memahami.

“Saya konfirmasi ke Pak Erlangga [Ketua KONI Jawa Timur, Erlangga Satrioagung] soal teknis nanti Shalfa akan difasilitasi untuk pelatihannya. Sambil berjalan pengembalian trauma secara psikologis,” ujarnya.

Imam mengatakan sebagai bentuk penyelesaian tim pelatih yang dianggotai 4 orang yaitu, Irma Febriyanti, Indra Sibarani, Rahayu Retno dan Zahari juga menyatakan Shalfa akan dipersiapkan untuk mengikuti ajang PON XX 2020 mendatang sebagai atlet Pelatda.

“Pihak pelatih memohon maaf dan menjamin Shalfa untuk dipersiapkan sebagai kontingen Jawa Timur untuk PON 2020 di Papua. Para pelatih siap melanjutkan pembinaan Shalfa tanpa melihat permasalahan yang terjadi dan berkeinginan yang kuat Shalfa dapat berprestasi,” ujar Imam.

Di sisi lain, Sesmenpora Gatot S Dewa Broto memastikan semua pihak, orang tua, kuasa hukum Shalfa, dan empat pelatih sudah sepakat menyelesaikan persoalan dengan menandatangani surat perjanjian. Pihak orang tua Shalfa juga disebut sudah menerima permintaan maaf pelatih.

“Kami minta masalah ini selesai dan tidak diungkit-ungkit lagi. Saya tidak tahu permohonan maafnya seperti apa. Yang jelas sudah ada hitam di atas putih yang saya juga terima. Ke depan ini jadi pelajaran semua cabor, harus memperbaiki komunikasi,” tegas Gatot. (frd/ptr)





berita olahraga