Kisah Iran Kalahkan Amerika Serikat di Piala Dunia 1998

Kisah Iran Kalahkan Amerika Serikat di Piala Dunia 1998-Spekta Sports

Jakarta, CNN Indonesia — Ketika Iran berada satu grup dengan Amerika Serikat di Piala Dunia 1998, maka itu adalah grup neraka dalam artian berbeda dibandingkan ‘grup neraka’ yang biasa dikenal di dunia sepak bola.

Grup Neraka di sepak bola biasa dikenal sebagai grup yang diisi oleh 2-3 negara kuat yang sudah harus bertemu di babak penyisihan. Sedangkan ketika Iran dan AS berada di grup yang sama di Piala Dunia 1998, grup tersebut berarti grup neraka dalam arti yang sebenarnya.

Konflik Iran-AS yang terjadi sejak Revolusi Iran membuat pertandingan ini tak sesederhana laga penyisihan Piala Dunia lainnya.

Pihak keamanan juga wajib konsentrasi tinggi sepanjang laga. Ancaman pemboikotan laga dari dari sejumlah penyusup membuat Kepolisian Prancis juga menyiapkan tim anti huru-hara, di luar personel keamanan biasa yang menjadi standar pengamanan pertandingan.

Kisah Iran Kalahkan Amerika Serikat di Piala Dunia 1998Suasana laga AS vs Iran sebelum pertandingan di Piala Dunia 1998. (ERIC FEFERBERG / AFP)

Dengan status AS sebagai tim A dan Iran tim B dalam laga tersebut, Iran diwajibkan berjalan ke arah AS untuk bersalaman. Namun momen sederhana ini bisa jadi sumber masalah.

“Dalam regulasi FIFA, tim B berjalan ke tim A namun Pemimpin Tertinggi Ayatollah Khomeini memerintahkan bahwa tim Iran tidak boleh berjalan menuju pemain-pemain AS,” ucap FIFA Media Officer untuk laga tersebut, Mehrdad Masaoudi, dikutip dari Four Four Two.

Lewat negosiasi, akhirnya tim AS bersedia mengambil peran sebagai tim yang berjalan ke arah Iran. Pemain-pemain Iran lalu membawa buket bunga mawar putih pertanda perdamaian di laga tersebut. Kedua tim akhirnya foto berdampingan dan berbaur, tak seperti foto dua tim sebelum pertandingan dimulai pada umumnya.

Kisah Iran Kalahkan Amerika Serikat di Piala Dunia 1998Pendukung AS dan Iran berdampingan di tribune. (PATRICK KOVARIK / AFP)

“Saya akan mengingat foto itu dalam sisa hidup saya. Kita semua manusia. Kita bukan musuh. Kita bisa bermain bersama, saling menghormati, berjabat tangan, saling mengucapkan selamat, dan kemudian fokus pada laga selanjutnya.”

“Kita melakukan yang terbaik untuk menunjukkan kepada semuanya bahwa kita memiliki sejarah sendiri dan kita berada di sini bukan untuk bertarung. Kita ada di sini untuk memainkan olahraga,” kata pelatih Iran di Piala Dunia 1998, Jalal Talebi, dikutip dari Guardian.

Panas Penuh Sportivitas di Lapangan

Duel Iran lawan AS di lapangan berlangsung panas. Tekel-tekel keras bermunculan namun semua masih berbalut dalam sportivitas.

Empat menit jelang babak pertama usai, Iran mampu merobek gawang AS lewat sundulan Hamid Estili. Upaya Kasey Keller menjangkau bola tak berhasil sehingga Iran unggul satu gol di babak pertama.

Masuk ke babak kedua, Iran berhasil memanfaatkan kelengahan AS yang coba mencari gol penyama kedudukan.

Hamid Estili mencetak gol pertama untuk Iran ke gawang AS.Hamid Estili mencetak gol pertama untuk Iran ke gawang AS. (ERIC FEFERBERG / AFP)

Mehdi Mahdavikia berlari dari tengah lapangan di sisi kanan pertahanan AS. Solo run Mehdi diakhiri tendangan tepat sasaran yang tak mampu dibendung oleh Keller.

Bintang AS, Kevin McBride sempat memperkecil skor menjadi 1-2 di menit ke-87. Namun tak ada gol yang tercipta lagi di sisa waktu sehingga Iran meraih kemenangan perdana di Piala Dunia dengan cara terbaik, menaklukkan AS.
[Gambas:Video CNN]
Kemenangan atas AS ini disambut gegap-gempita di Iran. Para penduduk turun ke jalan merayakan kemenangan bersejarah ini.

AS yang kalah di laga ini juga tak sepenuhnya tertunduk karena kalah. Kalimat Jeff Agoos jadi salah satu gambaran menarik dari laga ini.

“Kami melakukan lebih banyak hal dalam 90 menit dibandingkan para politikus selama 20 tahun.” (ptr/nva)





berita olahraga