Klopp: Semua Strategi Valverde Tepat, Semua Strategiku Keliru

Klopp: Semua Strategi Valverde Tepat, Semua Strategiku Keliru-Spekta Sports

Liverpool harus pulang dengan tertunduk lesu dari Camp Nou. Pada semifinal leg pertama Liga Champions UEFA 2018/19 menghadapi Barcelona yang berlangsung Kamis dini hari (2/5) WIB, The Reds takluk tiga gol tanpa balas. Manajer Liverpool, Jürgen Klopp, mengaku bahwa dia menerapkan strategi yang salah. Walau begitu dia puas dengan permainan anak asuhnya.

Liverpool memang tidak memainkan skuat terbaiknya di Camp Nou. Roberto Firmino, Trent Alexander-Arnold, dan Jordan Henderson dibangkucadangkan. Ketiganya diistirahatkan karena dianggap telah menjalani banyak pertandingan. Klopp ingin punya pemain dengan fisik dan stamina yang prima. Apalagi Firmino baru pulih dari cedera.

“Ini yang terjadi ketika kami memiliki periode yang pendek di antara satu pertandingan ke pertandingan lain. Bobby [Firmino] ingin bermain dan tim medis mengatakan dia bisa bermain, tapi Anda harus benar-benar yakin. Aku tidak yakin dia bisa bermain selama 90 menit. Tapi dia ada di bench, itu kabar baik,” kata Klopp beberapa menit jelang laga, dalam wawancara dengan BT Sport.

“Pemain yang diparkir lainnya sedang dalam bentuk permainan terbaik. Tapi Hendo (Henderson) bermain di lima pertandingan secara beruntun, sementara Millie (Milner) tidak bermain pada dua pertandingan jadi kami bisa mengandalkannya. Fabinho juga tidak bermain dua laga, begitu pun Naby [Keïta] yang tidak banyak bermain musim ini atau Gini [Wijnaldum] yang tidak selalu bermain,” sambungnya.

Liverpool memang bermain dengan empat gelandang tengah karena memainkan Milner, Fabinho, Keïta, dan Georginio Wijnaldum secara bersamaan. Joe Gomez menempati pos bek kanan menggantikan Alexander-Arnold. Klopp mengatakan bahwa dia ingin timnya menandingi kualitas lini tengah Barcelona dengan menempatkan banyak gelandang.

“Gelandang mereka sangat intens, maka dari itu kami harus punya pemain-pemain dengan kaki segar di situ. Begitu juga dengan Trent. Cukup jelas karena Joe sudah bisa bermain dan di pertandingan seperti ini sudah pasti dia cocok bermain di posisi itu. Lagipula, untuk Trent, dia bisa beristirahat sejenak, masih banyak pertandingan penting lain.”

Rencana Klopp tersebut sebenarnya cukup bisa menandingi superioritas Barcelona di awal-awal babak. Bahkan jika melihat statistik pertandingan secara keseluruhan, Liverpool mampu menciptakan banyak peluang. Mohamed Salah dan kawan-kawan mampu melepaskan 15 tembakan, sementara Barça hanya 12 tembakan.

Walau begitu kualitas penyelesaian akhir jadi pembeda. Luis Suárez jadi awal mimpi buruk Liverpool pada menit ke-26 lewat pergerakannya yang memanfaatkan celah di lini pertahanan Liverpool untuk menyambut umpan silang Jordi Alba. Messi, sementara itu, mencetak dua gol pada babak kedua untuk melengkapi kekalahan Liverpool.

Klopp berusaha membuat Barcelona mengikuti ritme dan tempo permainan yang dimainkan oleh Liverpool. Sampai batas tertentu, Liverpool mampu melakukannya. Karena itu pula Klopp puas dengan permainan anak asuhnya. Bahkan menurutnya itu adalah permainan terbaik Liverpool dalam dua musim terakhir.

“Kami memainkan sepakbola yang sangat bagus walau pada akhirnya lawan mencetak tiga gol sementara kami tidak. Di sepakbola, ada banyak hal dari seorang manajer untuk dinilai. Buatku, sangat penting mengenai bagaimana kami bermain, dan aku senang. Aku bilang pada para pemain kalau aku bangga dengan permainan tim. Aku pikir ini adalah permainan tandang terbaik kami di Liga Champions, termasuk tahun lalu,” ujar Klopp usai laga.


Simak cerita dan sketsa adegan Rochi Putiray tentang rasisme yang jadi musuh bersama di sepakbola:


Walau begitu, Klopp mengakui kekalahan strategi dari pelatih Barça, Ernesto Valverde. Meski sudah memprediksi Barça akan bermain seperti yang dihadapi Liverpool pada malam tersebut, ada beberapa kejutan yang gagal diantisipasi Klopp. Inilah yang menjadi kesalahan Klopp sehingga gagal meraih hasil maksimal.


“Aku menonton banyak pertandingan mereka. Namun sejujurnya aku tidak terlalu memikirkan gaya bermain Barça. Kami mencoba memainkan permainan kami, itulah yang kami lakukan di beberapa momen. Sulit menghadapi kami tapi kami kalah 3-0. Aku akui semua strategi Tuan Valverde benar sementara semua strategiku salah,” ujar Klopp pada laman resmi Liverpool.

“Aku tidak terkejut dengan permainan Barça. Susunan pemain mereka sesuai prediksiku, kecuali Vidal dan pemain full-back. Aku kira mereka akan memainkan Dembélé. Tapi bagaimanapun hidup adalah soal menentukan pilihan. Kamu tidak boleh melakukan kesalahan meski setiap keputusan bisa jadi bagus untukmu,” sambung pelatih asal Jerman tersebut.

Satu faktor penting lain tentang kekalahan Liverpool di mata Klopp adalah betapa luar biasanya penampilan Lionel Messi. Klopp sendiri mengakui jika strateginya memang tidak berpusat pada “mematikan” Messi. Padahal dia tahu kalau Messi adalah pemain yang bisa menghadirkan keajaiban.

“Di momen sekarang dia (Messi) tidak bisa dihentikan. Kamu tidak bisa bertahan dari tendangan bebas, tendangannya keren. Aku sebenarnya senang dengan cara kami menghadapi semua pemain Barça. Namun pemainku kurang mewaspadainya, mereka hanya melakukan hal-hal biasa, kami memang tidak memperlakukan Messi dengan kasar atau melakukan segala cara supaya dia tak berkutik. Tapi, ya, aku mengagumi Messi, mungkin semua orang juga begitu. Aku tahu Messi sebelum dia jadi pemain kelas dunia, jadi melihatnya sekarang seperti ini, aku tidak kaget.”

Dengan kekalahan 3-0, kans Liverpol untuk ke final memang belum sepenuhnya tertutup. Namun Klopp pun menyadari leg kedua akan semakin berat buat dia dan timnya untuk membalikkan keadaan, karena lawan yang dihadapinya kali ini adalah kesebelasan seperti Barcelona.

“Mereka adalah Barcelona dan jika mereka bisa hebat dalam serangan balik, itu tidak akan membantu kami. Situasi ini sulit kami hindari, tapi karena ini sepakbola, kami akan mencobanya. Mengatakan `ini baru babak pertama… kami harus mencetak gol cepat…` tidak akan membuat segalanya lebih mudah. Malam ini bukan waktu yang tepat untuk mengatakan hal semacam itu. Itu (leg kedua) akan menjadi laga yang sangat sulit lainnya.”

Laga berikutnya akan berlangsung di Anfield pada Rabu (8/5) dini hari WIB mendatang. Sebelum itu, Liverpool akan bertandang ke markas Newcastle United dalam perburuan gelar juara Liga Primer Inggris. Di sisi lain, Barcelona akan bertandang ke markas Celta de Vigo sebelum terbang ke Inggris untuk menjalani leg kedua.

foto: kooxda.com

[ar]





berita olahraga