Pesepak bola Madura United (MU) Alberto Goncalves  (kiri) melewati pesepak bola Barito Putera Kurniawan (kanan) dalam laga Liga 1 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan, Jawa Timur, Sabtu (29/2/2020). MU memenangi pertandingan tersebut dengan skor 4-0. ANTARA FOTO/Saiful Bahri/aww.

Klub-klub Minta Kepastian Teknis Protokol Kesehatan Liga 1-Spekta Sports

Jakarta, CNN Indonesia —

Klub-klub peserta Liga 1 2020 meminta kepastian petunjuk teknis (juknis) protokol kesehatan seiring dilanjutkannya kembali kompetisi di tengah masa pandemi virus corona (Covid-19).

Beberapa klub mengaku belum mendapat surat resmi dari PSSI terkait kelanjutan Liga 1 2020. Meskipun, PSSI sudah mengeluarkan rilis resmi untuk melanjutkan Liga 1 dan Liga 2 2020 pada September atau Oktober mendatang.

Presiden Klub Madura United, Achsanul Qosasi mengatakan sampai saat ini belum bisa menentukan sikap keikutsertaan Laskar Sape Kerrab di Liga 1 2020. Hal itu dikarenakan grafik penyebaran Covid-19 di Indonesia yang masih tinggi sampai saat ini.

“Kita lihat saja nanti Oktober, kalo PSBB [Pembatasan Sosial Berskala Besar] belum dicabut, dan kondisi masih seperti ini ya kami tidak akan ikut [berpartisipasi di Liga 1 2020]. Fokus kami itu pada kesehatan pemain. Kalau grafik sudah turun dan pandemi ini sudah tidak lagi membahayakan, ya pasti kami ikut,” ucap Achsanul kepada CNNIndonesia.com, Jumat (19/6).

Di sisi lain, Sekretaris Umum Persiraja Banda Aceh, Rahmad Djailani mengungkapkan sejak awal Laskar Rencong jelas setuju dilanjutkannya kembali Liga 1 2020. Namun, ada beberapa persyaratan yang diajukan jika kompetisi dilanjutkan.

Pesepak bola Persik Kediri Nikola Asceric (kiri) menggiring bola dibayang-bayangi pesepak bola Persiraja Banda Aceh Luis Irsandi (kanan) saat pertandingan Liga 1 2020 di stadion Brawijaya, Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu (14/3/2020). ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/foc.Laga Persik Kediri vs Persiraja Banda Aceh di Liga 1 2020 sebelum pandemi. (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)

Persiraja berharap PSSI dan operator kompetisi PT. Liga Indonesia Baru (LIB) segera mengeluarkan petunjuk teknis dan protokol kesehatan yang akan diberlakukan. Terutama soal kepastian boleh tidaknya penonton hadir di pertandingan selama masa pandemi Covid-19.

“Kami minta [Liga 1] dilanjutkan tapi berharap bisa main di Aceh dengan penonton. Kemenpora memberikan lampu hijau boleh dengan penonton 30 persen. Kami kasih pandangan situasi Covid-19 di Aceh seperti apa, sambutan di sana bagaimana sebab sudah 12 tahun tidak ada sepak bola di Aceh. Bioskop tidak ada, konser musik tidak ada, kalau bukan sepak bola, apalagi hiburannya?” ujar Rahmat.

Meski begitu, Rahmat mengatakan bakal mengikuti apapun keputusan yang akan dikeluarkan PSSI dan LIB soal kompetisi. Namun, dia meminta supaya segera dikeluarkan juknis dan protokol.

“Secara resmi kami belum dapat pemberitahuan soal liga dari PSSI meski kami sudah dua kali ikut rapat. Tapi PSSI dan LIB harus segera memberikan kepastian juknis, regulasi dan protokolnya seperti apa untuk kami mempersiapkan tim. Kalau pemain dipanggil harus karantina 14 hari, persiapan disinfektan, dan lain-lain harus mengikuti protokol kesehatannya,” tegasnya.

[Gambas:Video CNN]

Sementara General Manager Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) Ponaryo Astaman mengatakan sudah berdiskusi tentang beberapa poin terkait jika kompetisi akan dilanjutkan bersama Sekjen PSSU dan Direktur Teknik PSSI. Terutama yang tekait dengan kepentingan pemain.

GIF Banner Promo Testimoni

“Prosesnya sangat kooperatif dan kami berkeyakinan mereka [PSSI] bisa meneruskan hasil diskusi ini menjadi kesepakatan bersama dengan PSSI, klub, maupun LIB,” ujar Ponaryo.

Ketua Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI) Yeyen Tumena menambahkan keputusan PSSI untuk melanjutkan kompetisi pasti sudah dibarengi dengan kesiapan perangkat yang dibutuhkan. Terpenting, kompetisi bisa berjalan lagi dan tentunya dengan protokol kesehatan yang sangat ketat seperti yang diharapkan semua pelatih.

“Saya pikir semua berpikir sama, jangan sampai sepak bola menjadi penyumbang baru paparan Covid-19. APSSI tidak mau masuk terlalu jauh soal kebijakan dan wewenang. Kami serahkan sepenuhnya kepada PSSI,” terang Yeyen.

(TTF/bac)





berita olahraga