Kronologi Olimpiade 2020 Tokyo Ditunda-Spekta Sports

Kronologi Olimpiade 2020 Tokyo Ditunda

Jakarta, CNN Indonesia — Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan Panitia Penyelenggara (TOGOC) sepakat untuk menunda Olimpiade 2020 Tokyo akibat wabah virus corona. Berikut kronologi dan perjalanan tarik-ulur pelaksanaan Olimpiade sampai akhirnya resmi ditunda.

Ajang ini semula dijadwalkan berlangsung 24 Juli sampai 9 Agustus 2020 dan kini ditunda ke tahun 2021.

Sebelum keputusan diambil banyak perdebatan yang terjadi di level IOC, negara peserta maupun tuan rumah, Jepang. Belum lagi ancaman boikot dari sejumlah negara yang menolak mengirimkan atletnya ke Jepang jika Olimpiade tetap sesuai jadwal.


Berikut kronologi penundaan Olimpiade 2020 Tokyo:

26 Februari 2020

Anggota IOC, Dick Pound mengatakan bahwa Olimpiade 2020 terancam dibatalkan. Namun, ia menyebut tenggat keputusan resmi baru bakal diambil pada akhir Mei 2020.

https://www.cnnindonesia.com/Wabah corona membuat Olimpiade 2020 tidak bisa terlaksana sesuai rencana. (AFP/FABRICE COFFRINI)

28 Februari 2020

Menanggapi ancaman pembatalan Olimpiade 2020, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga memilih untuk menunggu keputusan resmi dari IOC dan TOGOC.

Indonesia sudah memastikan enam atlet lolos ke Olimpiade 2020. Mereka adalah Lalu Muhammad Zohri dari cabang olahraga (cabor atletik), Eko Yuli Irawan dari cabor angkat besi kelas 69 kg, Windy Cantika Aisah dari angkat besi kelas 49 kg, Vidya Rafika dari menembak nomor air rifle putri, serta Riau Egha Agatha dan Diananda Chairunnisa dari panahan.

28 Februari 2020

National Olympic Committee (NOC) Indonesia memberikan dukungan pada TOGOC sebagai bentuk solidaritas agar Olimpiade 2020 bisa terselenggara tepat waktu.

2 Maret 2020

Pemerintah Jepang mulai menutup akses kedatangan turis sebagai antisipasi untuk meminimalisir penyebaran virus corona. Kondisi itu membuat rencana survei venue ke Jepang yang awalnya direncanakan pada pekan ketiga Maret 2020 dibatalkan.

https://www.cnnindonesia.com/

3 Maret 2020

Menteri Olimpiade Jepang, Seiko Hashimoto membuka kemungkinan penyelenggaraan Olimpiade 2020 Tokyo tidak berlangsung tepat waktu karena dibayang-bayangi wabah virus corona. Menurutnya, kontrak Tokyo dengan IOC memperbolehkan penyelenggaraan pesta olahraga itu hingga akhir tahun.

13 Maret 2020

Jepang menolak permintaan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menunda ajang Olimpiade 2020 Tokyo karena wabah virus corona. Menteri Olimpiade Jepang, Seiko Hashimoto memastikan pihaknya belum memiliki rencana menunda Olimpiade 2020.

19 Maret 2020

Sejumlah atlet serta Olimpian dunia mulai memberikan reaksi dengan mengkritik TOGOC dan IOC yang belum memberikan kepastian untuk menunda atau membatalkan gelaran Olimpiade 2020 Tokyo.

Para atlet menyebut IOC dan TOGOC tidak peka dan tidak bertanggung jawab terhadap keselamatan atlet jika tetap menggelar Olimpiade sesuai jadwal di tengah wabah virus corona.

20 Maret 2020

Presiden International Olympic Committee (IOC) Thomas Bach belum memikirkan pembatalan Olimpiade 2020 Tokyo karena penyebaran virus corona meski mengakui situasi saat ini penuh ketidakpastian.

[Gambas:Video CNN]

Dikutip RTE, Bach mengakui penyebaran virus corona sebagai alasan utama munculnya ide pembatalan pesta olahraga dunia ini. Namun, Bach melihat waktu pelaksanaan yang masih berjarak empat bulan membuat IOC masih punya waktu untuk tidak memasukkan opsi pembatalan saat ini.

23 Maret 2020

IOC mulai mempertimbangkan untuk menunda Olimpiade 2020 terkait pandemi corona pada pertemuan anggota dewan eksekutif. Keputusan melanjutkan atau menunda Olimpiade edisi ke-32 akan keluar dalam empat pekan mendatang.

Dalam rentang waktu tersebut IOC akan berkonsultasi dengan pihak berwenang di Jepang dan pejabat olahraga dunia. IOC juga disebut telah menyiapkan skenario terburuk penyelenggaraan Olimpiade 2020.

23 Maret 2020

Kanada memutuskan tidak mengirim atlet ke Olimpiade 2020 Tokyo setelah Komite Olimpiade Kanada (COC) dan Komite Paralimpiade Kanada (CPC) menyatakan tidak ingin mengambil risiko terkait virus corona.

https://www.cnnindonesia.com/

Lewat pernyataan resmi melalui situs organisasi, COC menyatakan keputusan tidak mengirim atlet ke Olimpiade 2020 merupakan keputusan yang sulit untuk diambil.

24 Maret 2020

Anggota IOC, Dick Pound, menyatakan IOC sudah memutuskan menunda Olimpiade 2020 Tokyo karena pandemi virus corona. Saat ini IOC masih dalam tahap membahas keputusan penyelenggaraan Olimpiade 2020, namun Pound mengklaim sudah ada tanda-tanda Olimpiade tahun ini bakal ditunda.

Sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari IOC maupun TOGOC terkait penundaan Olimpiade 2020 Tokyo akibat virus corona.

24 Maret 2020

Dilansir AFPTV, Badan Kesehatan Dunia (WHO) meminta supaya Olimpiade 2020 Tokyo ditunda. Direktur Penanganan Bencana WHO, Michael Ryan mengatakan tengah meyakinkan IOC potensi risiko bahaya yang bisa terjadi jika Olimpiade digelar sesuai jadwal di tengah wabah virus corona.

24 Maret 2020

Olimpiade 2020 Tokyo yang semula dijadwalkan 24 Juli hingga 9 Agustus mendatang resmi ditunda setahun karena pandemi corona. Keputusan ini diambil setelah panggilan konferensi yang dilakukan  antara Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Presiden IOC Thomas Bach, dan Presiden TOGOG Yoshiro Mori.

(TTF/jal)





berita olahraga