Barcelona

Lionel Messi, Keabadian Sebuah Kejeniusan-Spekta Sports

Jakarta, CNN Indonesia —

Ketika Lionel Messi pertama kali muncul bukan hanya decak kagum yang mengapung melainkan tanda tanya sejauh mana kehebatannya mampu bertahan. Lebih dari satu dekade berselang, Messi tidak menunjukkan penurunan.

Messi di usia belasan adalah sosok bocah ajaib di Barcelona. Dia mampu mengejutkan dunia dengan penampilan dan aksi individu yang luar biasa. Sosok muda yang bahkan membuat Ronaldinho, pemain yang dua kali memenangi Ballon d’Or, angkat topi untuk dirinya.

Melihat Messi bermain adalah melihat sejauh mana keindahan sepak bola bisa ditampilkan di lapangan. Messi mampu membuat sepak bola terlihat mudah dimainkan, seolah mencetak gol dari luar kotak penalti itu gampang, seolah melewati 3-4 pemain sebelum menggetarkan gawang lawan itu tak sulit dilakukan.

Sosok Messi menyempurnakan pakem inverted winger dalam sepak bola. Meski bukan pemain pertama yang mempopulerkan inverted winger, Messi berhasil jadi sosok inverted winger yang jauh lebih tajam dari sosok bomber murni. Semakin waktu berjalan, pola 4-3-3 dengan inverted winger pun makin populer dengan skema sepak bola saat ini.

Barcelona's Argentinian forward Lionel Messi reacts after missing a goal during the UEFA Champions League football match between  AS Roma and FC Barcelona at the Rome Olympic stadium, on September 16, 2015 .            AFP PHOTO / ALBERTO PIZZOLI / AFP PHOTO / ALBERTO PIZZOLILionel Messi tampil impresif sejak usia belasan di Barcelona. (AFP PHOTO / ALBERTO PIZZOLI)

Ketika Messi mulai mencatat angka-angka yang tak masuk akal untuk ukuran pemain sepak bola, di situ muncul kekaguman sekaligus pertanyaan. Sejauh mana Messi bisa bertahan?

Di dekade sebelumnya, sering beredar anggapan ‘Andai Luiz Ronaldo tidak cedera parah, dia pasti jauh lebih hebat dari yang terlihat’.

Namun Messi mampu mewujudkan hal itu. Messi menampilkan permainan maksimal di lapangan sehingga publik tak lagi membayangkan kehebatan Messi dalam balutan kata ‘andai’. Messi bisa menjaga kualitas tetap di papan atas dipadukan dengan disiplin dalam menjalankan pola hidup dalam keseharian.

Alhasil, Messi muncul sebagai wujud yang nyaris tak berubah, dari musim ke musim. Messi memang tak lagi mencetak total 73 gol dalam semusim seperti yang dilakukannya di musim 2011/2012 ketika usianya menginjak 24 tahun.

Tetapi catatan lebih dari 40 gol tiap musim selama tujuh musim setelahnya bukanlah sebuah catatan yang bisa diabaikan begitu saja.

FC Barcelona's Argentinian Messi celebrates his goal against Albacete during their Spanish League football match at the Camp Nou stadium in Barcelona, 01 May 2005. FC Barcelona won 2-0. AFP PHOTO/LLUIS GENE. / AFP PHOTO / LLUIS GENELionel Messi mampu mempertahankan performa apik dari musim ke musim. (AFP PHOTO / LLUIS GENE)

Messi bukan hanya sekadar mesin gol. Messi juga bisa jadi raja assist. Messi kini memegang rekor pencetak gol terbanyak sekaligus pemberi assist terbanyak dalam sejarah La Liga.

Perpaduan gol dan assist dari kaki Messi ini tentu sebuah anomali dan bukti kejeniusan pemain asal Argentina tersebut. Biasanya, mesin gol dan mesin assist bukanlah berasal dari kaki pemain yang sama.

Di musim ini, Messi ‘baru’ mencetak 26 gol di seluruh kompetisi. Jumlah gol ini adalah yang terendah sejak musim 2007/2008 ketika Messi baru berumur 20 tahun dan mencetak 16 gol semusim.

Barcelona's Argentinian forward Lionel Messi waves before the 54th Joan Gamper Trophy friendly football match between Barcelona and Arsenal at the Camp Nou stadium in Barcelona on August 4, 2019. (Photo by Josep LAGO / AFP)Lionel Messi terus setia bermain di Barcelona. (Josep LAGO / AFP)

Namun serendah-rendahnya gol Messi adalah setinggi-tingginya standar untuk pemain lain. Messi saat ini adalah pencetak gol terbanyak di Liga Spanyol. Padahal Messi sempat cedera di dua bulan pertama La Liga.

Melihat penampilan Messi yang masih berada di level atas, sulit menduga kapan Messi akan menurun dalam sudut pandang pesepak bola pada umumnya. Pasalnya, ketika penampilan Messi dianggap menurun musim ini, ia masih nyaman berada di papan atas.

GIF Banner Promo Testimoni

Kejeniusan Messi bertahan lama, dari musim ke musim, seolah itu adalah sebuah keabadian. Mungkin nanti Messi tak akan pensiun dengan alasan penurunan penampilan melainkan karena telah jenuh terus berada di lapangan.

Selamat ulang tahun ke-33, Lionel Messi!

(ptr/jal)

[Gambas:Video CNN]





berita olahraga