Klasemen Liga Inggris Usai Liverpool dan Man City Menang

Liverpool Beruntung Big Six Liga Inggris Amburadul-Spekta Sports

Jakarta, CNN Indonesia — Liverpool beruntung tim-tim big six atau enam besar rival di Liga Inggris benar-benar amburadul musim ini.

Tim-tim yang biasa bersaing di papan atas dalam satu dekade terakhir, benar-benar ‘buntung’ musim ini. Mereka adalah Manchester United, Chelsea dan Arsenal, benar-benar memble.

Dalam satu dekade ini pula melebar menjadi big six termasuk di dalamnya Manchester City dan Tottenham Hotspur. 

The Reds seolah menjadi satu-satunya tim yang bersinar di Liga Inggris musim ini. Di posisi kedua justru ditempati tim selain big six, Leicester City.

Itu pun Leicester kepayahan mengejar skuat arahan Jurgen Klopp yang masih bercokol di posisi puncak klasemen. Jaraknya kini masih 13 poin di awal-awal paruh kedua musim ini.

Man City yang seharusnya memberikan tekanan bagi The Reds, masih terkunci di posisi keempat. Jaraknya lebih jauh yaitu 14 poin dari Liverpool.

Manchester City kini hanya mampu menempati posisi ketiga klasemen sementara Liga Inggris. (Manchester City kini hanya mampu menempati posisi ketiga klasemen sementara Liga Inggris. (AP Photo/Rui Vieira)

Chelsea dan Arsenal yang berada di posisi empat serta lima juga ketinggalan jauh. The Blues selisih 22 poin, sedangkan Setan Merah tertinggal 27 poin dari The Reds.

Arsenal justru lebih parah lagi. The Gunners yang kini di posisi ke-10 baru mengumpulkan 27 poin atau berjarak 31 poin dari Liverpool.

Padahal, Liverpool baru melakoni 20 laga. Berbeda dengan empat rivalnya itu yang sudah menjalani 21 pertandingan di Liga Inggris.

Bandingkan dengan dua musim sebelumnya ketika Man City juara Liga Inggris. Liverpool terus menempel ketat di posisi kedua dengan memberikan tekanan bagi The Reds.

The Citizens memastikan juara di akhir musim dengan hanya selisih satu poin dari The Reds yang menjadi runner-up musim lalu.

MU sama dengan rival sekotanya, Man City, tampil tidak konsisten. (MU sama dengan rival sekotanya, Man City, tampil tidak konsisten. (AP Photo/Rui Vieira)

Di musim 2017/2018, giliran MU yang mencoba memberikan tekanan kepada The Citizens. Namun, skuat besutan Pep Guardiola berjaya di puncak klasemen dengan jarak 19 poin dari Setan Merah yang menempati runner-up.

Performa Man City jauh berbeda musim ini. Usai meraih gelar juara Liga Inggris dua tahun beruntun, The Citizens kerap tersandung musim ini.

[Gambas:Video CNN]
Dari 21 laga yang dilakoni, Man City mengalami lima kali kekalahan dan dua kali imbang. Posisinya kalah dari Leicester yang mengalami empat kekalahan dan tiga seri.

The Citizens seakan tertular ‘virus’ dari klub tetangganya, Man United. Penyakit itu adalah performa labil.

Setan Merah terjangkit ‘virus’ itu sepeninggal Sir Alex Ferguson dari kursi pelatih sejak 2013 hingga musim ini. Belum ada obatnya hingga sekarang.

Striker muda Chelsea, Tammy Abraham. (Striker muda Chelsea, Tammy Abraham. (AP Photo/Ian Walton)

Chelsea yang terpuruk musim ini pernah merasakan kejayaan pula seperti Man City. The Blues sukses meraih juara Liga Inggris pada 2016/2017.

Tim besutan Frank Lampard kini masih kesulitan berjuang untuk naik ke peringkat ketiga. Arsenal juga tak kunjung beranjak dari keterpurukan terlempar dari zona Liga Champions atau empat besar musim ini.

Tottenham Hotspur yang juga dimasukkan sebagai satu dari enam tim papan atas atau big six, tak bisa berbuat banyak musim ini. Posisinya kini hanya berada di peringkat keenam.

Liverpool tampaknya beruntung ada di momen tepat, tampil konsisten ketika para rivalnya amburadul. Meski demikian, sukses itu tak didapatkan secara instan.

Liverpool Beruntung Big Six Liga Inggris Amburadul

Konsistensi The Reds justru yang menjadi kunci sukses klub itu. Sejak ditangani Jurgen Klopp pada 2015, Liverpool hampir selalu berada di posisi empat besar.

Hanya pada musim pertama saja (2015/2016) Klopp gagal mengerek Liverpool tembus empat besar yakni di peringkat kedelapan. Selebihnya, The Red selalu mengunci posisi keempat di klasemen akhir Liga Inggris.

Kini Mohamed Salah dan kawan-kawan sangat dominan kala tim-tim papan atas lainnya morat-marit di Liga Inggris musim ini.

Saat sebagian besar rival berat harus berganti pelatih, Klopp terus membawa Liverpool menanjak.

The Reds ibarat tengah menuai panen dari konsistensinya dalam lima musim terakhir. (har)





berita olahraga