Alisson Kartu Merah, Liverpool Kalahkan Brighton

Liverpool Era Klopp Tak Lagi Alergi Juara-Spekta Sports

Jakarta, CNN Indonesia — Liverpool dan Juergen Klopp pernah berada dalam situasi yang sama. Sering sulit juara. Kini kolaborasi keduanya membuat kata ‘juara’ makin familiar di telinga mereka. Gelar juara Piala Dunia Antarklub jadi target terdekat yang bakal berusaha mereka menangkan.

Liverpool adalah klub yang melekat dengan label nyaris juara dalam beberapa tahun terakhir. Label itu akrab, terutama dalam hal kompetisi Liga Inggris.

Klopp juga akrab dengan frasa ‘gagal juara’. Klopp kalah di final Liga Champions 2013, Piala Jerman 2014, dan Piala Jerman 2015.

Peruntungan Liverpool dan Klopp tak langsung berubah begitu keduanya berkolaborasi pada 2016. Klopp memang sukses membuat Liverpool jadi tim yang mulai diperhitungkan, namun tak ada gelar juara yang hadir untuk kolaborasi mereka berdua.

Gagal di Piala Liga, Liga Europa, dan Liga Champions secara beruntun merupakan pukulan telak bagi Klopp dan The Reds. Kegagalan itu belum lagi ditambah oleh kesulitan Liverpool jadi juara Liga Inggris. Kolaborasi Klopp dan Liverpool yang sama-sama sulit juara justru membuat ‘The Reds’ makin ‘alergi juara’.

Namun semua kutukan final dan ‘alergi juara’ itu berakhir di tahun ini. Liverpool berhasil mengalahkan Tottenham Hotspur di final Liga Champions dengan skor meyakinkan 2-0.

Liverpool sempat mengalami periode sulit juara di awal kedatangan Juergen Klopp.Liverpool sempat mengalami periode sulit juara di awal kedatangan Juergen Klopp. (AP Photo/Jon Super)

Gelar Juara Berdatangan

Keberhasilan Liverpool meraih kemenangan di Liga Champions jadi kunci untuk bisa merebut dua trofi tambahan.

Juara Liga Champions akan tampil di Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub. Itu berarti mereka hanya butuh tiga partai untuk mendapat dua trofi tambahan (satu Piala Super Eropa dan dua di Piala Dunia Antarklub).

Trofi Piala Super Eropa jadi trofi kedua Liverpool tahun ini.Trofi Piala Super Eropa jadi trofi kedua Liverpool tahun ini. (AP Photo/Lefteris Pitarakis)

Satu trofi sudah dikantongi, yakni Piala Super Eropa. Liverpool juga sudah memenangi satu pertandingan di Piala Dunia Antarklub. Itu berarti Mohamed Salah dan kawan-kawan hanya tinggal butuh satu kemenangan lagi, melawan Flamengo, untuk meraih trofi ketiga di tahun 2019.

Dua trofi juara yang didapatkan Liverpool tahun ini bakal menyingkirkan demam panggung Klopp dan Liverpool yang sebelumnya sempat menghantui mereka tiap kali di babak final.

Tak Hanya Sekadar Keberuntungan

Perubahan peruntungan Liverpool dan Klopp pada tahun ini sendiri tak semata keberuntungan. Meski babak final selalu menghadirkan dua sisi kemungkinan, ‘The Reds’ terus menjelma jadi tim yang lebih siap dan lebih layak untuk merebut gelar juara.

Klopp berhasil membentuk tim Liverpool jadi tim elite di Eropa saat ini. Salah satu hal yang menarik, Klopp menyusun tim Liverpool dengan perubahan dan penambahan pemain tiap tahun sehingga perubahan berkala ini membuat Liverpool menjelma jadi tim yang makin solid dan makin kompak.

Liverpool kini makin komplet dan makin berkualitas.Liverpool kini makin komplet dan makin berkualitas. (AP Photo/Rui Vieira)

Liverpool kini tak lagi perlu khawatir bakal kehilangan pemain bintang seperti saat mereka kesulitan mempertahankan Luis Suarez dan Philippe Coutinho. Klopp telah berhasil mengembalikan aura juara ke tubuh Liverpool.

Kini Liverpool bisa menggunakan daya tarik mereka sebagai tim kuat untuk merekrut pemain-pemain bidikan mereka berikutnya.

Dengan komposisi skuat yang makin dalam dan seimbang, Liverpool siap merebut tambahan gelar musim ini. Yang paling dekat, tentu saja dengan mengalahkan Flamengo di final Piala Dunia Antarklub. (har)





berita olahraga