Liverpool Sudah Lampaui Poin MU Saat Juara Liga Inggris 96/97-Spekta Sports

Man City Kalah, Liverpool Bisa Juara Liga Inggris pada Maret

Jakarta, CNN Indonesia — Keberhasilan Liverpool menggenapkan catatan poin menjadi 76 angka di pekan ini membuat mereka resmi melewati torehan poin Manchester United saat jadi juara Liga Inggris di musim 1996/1997.

MU adalah pemegang rekor jumlah poin paling sedikit yang mampu menyandang status sebagai juara Liga Inggris. Ketika jadi juara di musim 1996/1997, ‘Setan Merah’ hanya meraup 75 poin.

Dalam perjalanan di musim tersebut, MU hanya mampu meraih 21 kemenangan, 12 hasil imbang dan menelan lima kekalahan.

Meski hanya meraup 75 poin, MU mampu mengakhiri kompetisi dengan selisih tujuh poin atas Newcastle yang ada di posisi kedua.

Liverpool sendiri kini hampir tak terbendung lagi dalam upaya merengkuh trofi Liga Inggris musim ini. Tak hanya sekadar meraih trofi, ‘The Reds’ juga punya peluang untuk jadi juara Liga Inggris dengan rekor poin tertinggi sepanjang sejarah Premier League.

Liverpool telah mengumpulkan 76 poin musim ini.Liverpool telah mengumpulkan 76 poin musim ini. (AP Photo/Frank Augstein)

Rekor poin tertinggi sepanjang sejarah Liga Inggris sendiri saat ini dipegang Manchester City dengan koleksi 100 poin. ‘The Citizens’ melakukan hal tersebut di musim 2017/2018.

Rata-rata poin pemenang Liga Inggris sejak era premier league dimulai pada 1992/1993 ada di angka 86 poin.

Kehebatan Liverpool tampil superior musim ini diakui salah satunya didasarkan pada kegagalan di musim lalu. Pada musim lalu, Liverpool mencatat rekor miris berupa catatan poin tertinggi tanpa bisa jadi juara Liga Inggris.

[Gambas:Video CNN]
Liverpool mengoleksi 97 poin di akhir musim lalu tetapi harus puas jadi runner up karena kalah satu angka dari Manchester City.

Kegagalan musim lalu itu pula yang kemudian membuat Liverpool tak mau menurunkan fokus meski kini sudah unggul 25 poin atas Manchester City. Skuat Jurgen Klopp juga irit bicara bila ditanya tentang peluang meraih gelar juara.

Trent Alexander-Arnold dan kawan-kawan lebih sering menjawab bakal fokus pada tiap laga yang dihadapi tanpa mau berpikir terlalu panjang ke akhir musim. (ptr)





berita olahraga