Menebak Langkah Ratu Tisha di Sepak Bola Indonesia

Menebak Langkah Ratu Tisha di Sepak Bola Indonesia-Spekta Sports

Jakarta, CNN Indonesia — Wanita pertama yang menjabat posisi Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria memutuskan mundur dari posisinya, Senin (13/4).

Dua tahun, delapan bulan, dan 27 hari Ratu Tisha menjabat posisi Sekjen PSSI yang diembannya kali pertama pada pada 17 Juli 2017. Hari-hari berat dilalui Ratu Tisha sebagai Sekjen PSSI.

Meski sepak terjang Ratu Tisha menjadi Sekjen PSSI tidak selama Nugraha Besoes yang menjadi sekjen selama 28 tahun, wanita kelahiran 30 Desember 1985 itu menjabat posisi sekjen ketika PSSI di masa sulit, yakni di saat membangun kembali kepercayaan publik.



Menjadi Sekjen PSSI bukan hal yang mudah, apalagi buat seorang perempuan. Sebagai seorang Sekjen, Tisha dituntut aktif memantau segala dinamika yang terjadi di dunia sepak bola Tanah Air.

Sekjen PSSI merupakan posisi yang bisa dibilang cukup prestisius dan penting. Tak heran jika pernyataan seorang Sekjen, kerap lebih banyak tampil di media massa ketimbang Ketua Umum PSSI.

Bukan hal yang aneh juga jika keberadaan Sekjen seolah-olah terkesan lebih ‘berkuasa’ ketimbang pucuk pimpinan PSSI. Meski kenyataannya peran Sekjen di PSSI kerap kali mendapatkan kritik pedas dari netizen.

Menebak Langkah Ratu Tisha di Sepak Bola IndonesiaRatu Tisha melewati dua tahun yang cukup menantang di PSSI. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Posisi Tisha juga rentan dengan kritikan. Mulai dari wartawan, klub, suporter klub sampai pejabat pemerintah. Tak heran jika beberapa kali suporter klub meminta Tisha mundur dari jabatannya.

Sering kali wartawan juga mengeluhkan kinerja Tisha yang dianggap tidak kooperatif dalam memberikan pernyataan resmi mewakili PSSI. Bahkan, kadang ia terkesan berceramah bukan memberikan pernyataan.

Beberapa kali Tisha juga disebut lebih mendominasi organisasi di PSSI ketika terjadi kekosongan kursi ketua umum sepeninggalan Edy Rahmayadi yang mundur pada Januari 2019 lalu. Tak jarang ia terkesan mengambil keputusan bersifat strategis yang melebihi kapasitasnya sebagai seorang sekjen.

Anggota Exco PSSI yang dipilih melalui forum tertinggi di organisasi, Kongres, pun merasa posisinya dilangkahi seorang Sekjen dalam mengambil keputusan.

Terakhir, Tisha juga mendapat kritikan menohok dari anggota Komisi X DPR-RI yang juga mantan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin dalam Rapat Dengar Pendapat, Rabu (8/4). Djohar merasa kecewa dengan kinerja Tisha sebagai Sekjen PSSI.

Bahkan, kritikan itu membuat Iwan Bule mengucapkan permintaan maaf secara langsung kepada Djohar di hadapan anggota dewan.

Menebak Langkah Ratu Tisha di Sepak Bola IndonesiaRatu Tisha memiliki banyak pengalaman mengurusi sepak bola dari level sekolah hingga internasional. (ANTARA FOTO ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

Di sisi lain, Iwan Bule juga sudah menempatkan Maaike Ira Puspita sebagai Wakil Sekjen PSSI. Ira Puspita ditunjuk sebagai Wasekjen PSSI pada 16 Januari lalu. Ia bertugas membantu Ratu Tisha mengurus hal administrasi dan kegiatan pada struktur Kesekjenan di PSSI.

Tugas utama dari Sekjen adalah mengurus urusan administrasi di PSSI. Mulai dari korespondensi, membangun jaringan komunikasi dengan asosiasi sepak bola provinsi, negara-negara lain termasuk dengan AFF, AFC serta FIFA.

Di lingkup internal, Sekjen juga bertugas untuk mengawasi setiap dinamika yang terjadi di berbagai level arena kompetisi serta Timnas Indonesia.

Penunjukkan Sekjen PSSI menjadi hak preogatif dari Ketua Umum. Ratu Tisha terpilih setelah Ade Wellington memutuskan mundur dari jabatan tersebut.

Tisha harus melewati serangkaian panjang fit and proper test serta mengalahkan 29 kandidat lain untuk duduk di kursi Sekjen PSSI. Meski sebenarnya terpilihnya Ratu Tisha sebagai Sekjen kala itu sudah diprediksi sebelum resmi terpilih.

[Gambas:Video CNN]

Kehadiran Tisha sontak mencatatkan sejarah baru sebagai Sekjen perempuan pertama di dunia sepak bola Indonesia. Tidak ada yang tahu dorongan pasti yang membuat Tisha mau masuk ke dunia yang mayoritas diisi laki-laki itu.

Dari sisi profesionalitas, pengetahuan Tisha di sepak bola juga tak bisa dipandang sebelah mata. Ia merupakan lulusan FIFA Master 2013 sekaligus pendiri lembaga data dan statistik pertandingan bernama Labbola.

Sepak terjangnya di dunia sepak bola juga kian tinggi. Tisha pernah menjabat Direktur Kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB), Direktur Kompetisi PT Gelora Trisula Semesta (GTS), operator Indonesian Soccer Championship (ISC) pada 2016 silam serta Direktur Kompetisi di turnamen pramuaim Piala Presiden 2017.

Pada 13 Agustus 2019, Tisha terpilih menjadi anggota Komite Kompetisi di Konferederasi Sepak bola Asia (AFC). Hal itu menjadikan Tisha mencatatkan sejarah sebagai orang Indonesia pertama yang menduduki posisi tersebut.

Tak hanya itu, Tisha juga dipercaya menjadi Wakil Presiden Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF) 2019-2023. Lagi-lagi, ia menjadi perempuan pertama di posisi tersebut.

Segudang pengalaman dan pengetahuan sepak bola yang dimiliki Tisha masih belum cukup untuk membuatnya bertahan sebagai seorang Sekjen PSSI. Setidaknya sampai satu periode masa kepengurusan Mochamad Iriawan atau Iwan Bule yang juga mantan Kapolda Metro Jaya itu berakhir di 2023 mendatang.

Menebak Langkah Ratu Tisha di Sepak Bola Indonesia

Tisha juga merupakan sosok penting di balik terpilihnya Indonesia oleh FIFA untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 mendatang.

Padahal, Tisha mengibaratkan sepak bola sebagai kehidupan baginya. Saking cintanya kepada sepak bola, Tisha bahkan sampai menyebut bahwa jika hatinya dibelah isinya hanya sepak bola.

Lalu, apa yang membuat posisi Sekjen di PSSI jadi terasa berat buat Tisha? Atau mungkin ada sisi lain dari sepak bola yang membuat Tisha lebih tertarik.

Yang pasti pilihan langkah Tisha selanjutnya di sepak bola bakal menjadi sebuah kejutan. Seperti penggalan lirik lagu yang dipopulerkan Christina Perri berjudul A Thousand Year yang diucapkan Tisha dalam video perpisahan di Instagram.

“I have love you for thousand years and I will love you for a thousand more.” (har)





berita olahraga