Juventus

Mengagumi Keganasan Ronaldo di Usia 35-Spekta Sports

Jakarta, CNN Indonesia —

Kemampuan penyerang Juventus Cristiano Ronaldo dalam membobol gawang lawan belum habis setelah menorehkan satu gol ke gawang Genoa di pekan ke-29 Liga Italia, Rabu (1/7) dini hari WIB.

Gol Ronaldo di Stadion Luigi Ferraris itu tidak saja membawa Juventus menang 3-1, tetapi juga membuat CR7 menyamai catatan golnya di musim lalu, 28 gol.

Sebanyak 24 gol tercipta di Liga Italia, 2 gol di Coppa Italia, dan 2 gol di Liga Champions. Ronaldo hanya butuh satu gol lagi untuk bisa melewati golnya di musim pertama bersama Bianconeri.

Dengan Serie A menyisakan sembilan pertandingan lagi dan laga Liga Champions, peluang Ronaldo melewati gol musim 2018/2019 sangat terbuka. Koleksi 28 gol dalam 37 pertandingan di semua ajang di musim ini membuat Ronaldo mencetak satu gol dalam 0,75 laga.

Ronaldo tampaknya butuh sedikit penyesuaian di Juventus. Padahal, ketika pindah dari MU ke Real Madrid pada musim 2009/2010, Ronaldo langsung nyetel dengan dengan koleksi 60 gol di musim pertamanya bersama Los Blancos. Sedangkan di musim terakhir di MU (2008/2009) dia mencetak 53 gol.

Dengan 28 gol di musim ini, rapor itu membuat Ronaldo mencetak rekor setidaknya selalu mencetak 26 gol atau lebih dalam 13 musim beruntun sejak 2007/2008 ketika memperkuat Manchester United.

Untuk Ronaldo yang sudah berusia 35 tahun, catatan gol itu termasuk impresif. Terlebih lagi dalam tiga laga terakhir di Liga Italia Ronaldo tidak pernah absen membobol gawang lawan. Bahkan, pemain kelahiran Funchal tersebut untuk saat ini mengungguli rivalnya Lionel Messi yang baru mencetak 27 gol di semua kompetisi musim ini.

Menurut Forbes, gol ke gawang Genoa itu menempatkan Ronaldo setara dengan Ferenc Puskas yang menjadi pencetak gol terbanyak keempat dalam sejarah sepak bola.

Juventus' Cristiano Ronaldo, right, celebrates with teammate Paulo Dybala after scoring a goal during the Italian Serie A soccer match between Juventus and Udinese at the Allianz Stadium in Turin, Italy, Sunday, Dec. 15, 2019. (Alessandro Di Marco/ANSA via AP)Cristiano Ronaldo mulai padu dengan Paulo Dybala. (Alessandro Di Marco/ANSA via AP)

Ronaldo kini mengoleksi 746 gol dalam 1.041 pertandingan. Ia menjadi satu-satunya pemain di posisi 7 besar yang tampil dalam lebih dari 1.000 pertandingan resmi menurut RSSSF.

Sedangkan di posisi ketiga dan kedua ditempati Pele serta Romario. Pele mencetak 767 gol dalam 8831 pertandingan, sedangkan Romario 772 gol dalam 994 laga. Posisi pertama menurut RSSSF adalah Josef Biscan dengan 805 gol dalam lebih dari 1.450 pertandingan.

Rekor apik Ronaldo di Juventus ini tidak terlepas dari mulai padunya duet dengan Paulo Dybala di lini depan Si Nyonya Tua.

[Gambas:Video CNN]

Padahal, sejak awal pelatih Juventus Maurizio Sarri sempat menilai, baik Ronaldo, Dybala, maupun Gonzalo Higuain tidak bisa dimainkan bersamaan.

Bahkan, sampai pada bulan lalu Sarri masih bersikeras mengatakan sulit menemukan taktik yang cocok untuk memainkan Dybala dan Ronaldo secara bersamaan, meskipun keduanya memiliki kualitas.

Menurut statistik Transfermarkt, Ronaldo dan Dybala sudah bermain bersama sejak menit awal dalam 23 pertandingan di musim ini. Dari jumlah laga itu kombinasi Ronaldo dan Dybala memberikan 16 kemenangan untuk Juventus. Total, Ronaldo dan Dybala sudah di lapangan bersama-sama dalam 32 pertandingan.

Banner Live Streaming MotoGP 2020

Saat ini kontribusi gol Ronaldo dan Dybala di Liga Italia berada di urutan kedua di bawah Ciro Immobile dan Felipe Caicedo dari Lazio.

Ronaldo-Dybala menghasilkan 34 gol untuk Juventus di Serie A musim ini. Rinciannya, Ronaldo cetak 24 gol dan 5 assist, sedangkan Dybala 10 gol dan 10 assist.

Sementara itu, duet Lazio, Immobile dan Caideo menghasilkan 37 gol. Immobile mengemas 29 gol dan memberikan 7 assist, Caicedo 8 gol dan 5 assist.

Sebanyak 4 dari 24 gol Ronaldo di musim ini tercipta berkat assist Paulo Dybala. Sedangkan Dybala hanya sekali menerima assist dari CR7.

Penampilan menawan Ronaldo di musim ini juga bisa jadi bantahan dari rumor soal hubungannya yang retak dengan Maurizio Sarri.

Ronaldo dianggap tidak suka dengan kepemimpinan Sarri di Juventus. Isu itu muncul ketika Ronaldo gagal mencetak gol dan memberikan assist saat melawan AC Milan dan Napoli di Coppa Italia, yang akhirnya membuat Juventus gagal juara di turnamen tersebut.

Membobol gawang lawan mungkin tidak lagi jadi masalah bagi Ronaldo di Juventus, akan tetapi hal berbeda dengan persoalan memberikan trofi untuk klub asal Turin itu. Dalam dua musim berjalan saat ini, Ronaldo baru bisa memberikan gelar Liga Italia musim lalu dan Piala Super Italia 2018.

Bersama Juventus, Ronaldo kehilangan Coppa Italia musim lalu dan musim ini serta Liga Champions 2018/2019. Di musim ini, Ronaldo dan Juventus juga harus berjuang keras untuk tidak kehilangan Liga Italia. Padahal, salah satu alasan kuat Ronaldo direkrut ke Turin adalah memberikan trofi Liga Champions untuk Juventus, seperti empat trofi Liga Champions yang dipersembahkannya kepada Real Madrid.

[Gambas:Video CNN]

(sry/jal)





berita olahraga