Messi mencetak dua gol dan dua assist dalam laga melawan Valladolid. Di liga domestik, Messi kini mencetak empat gol dan lima assist. (AP Photo/Joan Monfort)

Messi Sudah di Zona Nyaman dan Masa Bodoh dengan Tantangan-Spekta Sports

Jakarta, CNN Indonesia — Barcelona adalah tempat yang paling aman dan nyaman bagi Lionel Messi walaupun sang megabintang terus mendapat tawaran dan tantangan bermain di tempat lain.

Messi langsung gerak cepat membantah rumor yang beredar di media sosial mengenai kemungkinan meninggalkan Barcelona seperti yang tersiar belakangan.

Kapten Barcelona itu menggunakan media sosial untuk meredam gejolak isu transfer mengenai dirinya yang dikaitkan dengan klub Inter Milan dan Newell’s Old Boys, sekaligus perihal keterlibatan pembebasan Ronaldinho.



Dalam sepekan terakhir, Messi masuk dalam kabar transfer lantaran ada ketertarikan Inter Milan. Tetapi memang bukan sekali ini saja ada kabar burung soal kepindahan Messi, dan isu-isu tersebut dibuyarkan dengan ikrar setia pemilik nomor 10 di Barcelona dengan klub yang membesarkan namanya sejak cilik.

Selain ketertarikan Inter, Messi juga dikaitkan dengan pintu keluar Stadion Camp Nou karena kontrak yang akan berakhir pada tahun depan. Namun fakta itu juga tak cukup kuat untuk menjadi hipotesis Messi akan hengkang dari Barcelona.

Masa Bodoh dengan Tantangan, Messi Sudah di Zona NyamanBarcelona memiliki andil banyak dalam tumbuh kembang Lionel Messi sebagai pesepak bola. (AFP PHOTO/LLUIS GENE)

Sebelum Inter, ada gunjingan mengenai Paris Saint-Germain, Manchester City, atau liga sepak bola Amerika Serikat dan China yang semuanya menguap begitu saja.

Barcelona bisa jadi merupakan harta yang paling berharga bagi Messi. Keluarga besar yang membantunya menjadi seperti sekarang ini. Dari bocah dengan kelainan hormon, kemudian menjadi megabintang pilih tanding.

Ibarat rumah, Messi menemukan segalanya di Barcelona. Pemilik enam trofi Ballon d’Or itu selalu mendapat yang fasilitas nomor satu. Mungkin ini merupakan simbiosis mutualisme, di mana Messi dan Barcelona memiliki hubungan transaksional yang saling menguntungkan. Barcelona butuh Messi dan sebaliknya Messi pun tak bisa lepas dari Barcelona.

Di dalam lapangan, dalam dua dekade terakhir, Barcelona selalu berupaya mendatangkan pemain-pemain yang bisa mendukung permainan Messi. Bahkan desas-desus beredar Messi menjadi penguasa di ruang ganti, bukan pelatih. Terlepas dari benar atau tidaknya kabar tersebut, Messi masih bisa membawa panji Barcelona berkibar di Spanyol dan Eropa.

Masa Bodoh dengan Tantangan, Messi Sudah di Zona NyamanLionel Messi sudah 16 musim menjalani karier profesional bersama Barcelona. (AP Photo/Joan Monfort)

Kehidupan dalam dan luar lapangan Messi di Barcelona tampak sudah nyetel sekali. Seandainya ada klub yang bisa membuat Messi bermain dengan starter terbaik di dunia, belum tentu klub tersebut dapat memberi kenyamanan bagi Messi dan keluarganya seperti yang didapat di ibu kota Catalonia itu.

Tak ada yang salah dengan pilihan Messi menetap pada satu klub. Lagi pula sudah jarang pemain yang berstatus one club man di masa kini. Kendati demikian ada pemikiran-pemikiran yang usil mengusik Messi, salah satunya adalah keberadaan Cristiano Ronaldo yang sudah merasakan tiga liga top Eropa.

Hubungan Messi-Ronaldo yang diidentikan dengan perbandingan-perbandingan oleh netizen membuat seakan-akan yang satu harus mengikuti jejak yang lain, begitu pula dengan karier La Pulga yang diusili dengan pengandaian-pengandaian bermain di Liga Inggris atau Italia seperti yang sudah dilakoni Ronaldo.

Masa Bodoh dengan Tantangan, Messi Sudah di Zona Nyaman

Virus Corona Bisa Buat Messi Tak Nyaman di Barcelona

Seiring waktu yang terus berlalu, kini Messi memiliki tantangan baru bersama Barcelona. Bukan sekadar permasalahan persaingan gelar dengan Real Madrid atau perihal sudah lama tak menjadi juara Liga Champions, melainkan problem internal klub.

Di masa pandemi virus corona, Barcelona seperti halnya klub-klub lain mengalami ketersendatan pemasukan lantaran pertandingan yang dihentikan.

[Gambas:Video CNN]
Meski petinggi Barcelona menyatakan klub masih memiliki kemampuan membeli pemain pada musim yang akan datang sebagai sinyal kondisi finansial aman, tetap saja Messi dan kawan-kawan harus mendapat pemotongan gaji.

Messi tak mempersoalkan hal tersebut dan menerima hanya menerima kurang dari separuh upah yang seharusnya ia terima, namun cara klub mengendalikan situasi keuangan dan krisis imbas pandemi virus corona membuat beberapa petinggi mundur.

Jika Barcelona tak mampu mengendalikan keadaan dengan baik, maka Messi bisa jadi akan berada di persimpangan untuk meneruskan karier bersama Blaugrana atau mencoba peruntungan di tempat lain. (jun)





berita olahraga