Miralem Pjanic, ‘Sang Pelukis’ Bosnia Jemput Asa di Barcelona-Spekta Sports

Juventus midfielder Miralem Pjanic (R) tries to score against Lyon

Jakarta, CNN Indonesia —

Miralem Pjanic, ‘Sang Pelukis’ berdarah Bosnia kini menjemput asa di Barcelona.

Keputusannya sontak membuat heboh. Pasalnya, mantan gelandang Juventus tersebut sebelumnya mengaku sebagai salah satu fan Real Madrid.

“Saya telah menjadi penggemar Madrid sejak zaman Zidane dan Ronaldo [Nazario]. Madrid adalah klub favorit saya dan akan selalu demikian,” kata Pjanic dalam wawancara kepada AS.Pada 2009, Pjanic sempat mengutarakan sebagai suporter Madrid yang mengidolakan Zinedine Zidane dan Ronaldo Nazario sejak kecil.

Terlepas dari kontroversi pilihannya itu, Pjanic merupakan sosok pemuja keindahan dalam sepak bola. Tak heran sejak kecil dia dikenal dengan julukan ‘Sang Pelukis’ di lapangan hijau.

Dilansir dari Life Bogger, begitu teman-teman sebayanya di Luksemburg menjuluki Pjanic ketika itu.

Juventus' Cristiano Ronaldo, left, celebrates with teammate Miralem Pjanic after scoring his side's second goal during the Serie A soccer match between Roma and Juventus at the Rome Olympic Stadium, Italy, Sunday, Jan. 12, 2020. (AP Photo/Andrew Medichini)Miralem Pjanic (kanan) saat merayakan gol bersama Cristiano Ronaldo di Juventus. (AP Photo/Andrew Medichini)

Pjanic mampu menghadirkan keindahan permainan di lapangan hijau. Latar belakang yang hampir mirip dengan Zidane, membuatnya mengidolakan bintang Real Madrid tersebut.

Kedua sosok itu sama-sama merupakan anak dari imigran muslim yang berjuang di perantauan. Sepak bola menjadi satu-satunya jalan untuk mewujudkan impian sekaligus mengangkat kehidupan keluarga.

Pjanic merupakan anak dari seorang pekerja pabrik di Luksemburg. Sang ayah, Fahrudin Pjanic, merupakan mantan pesepakbola amatir yang bekerja sebagai buruh pabrik.

Sang ayah merantau ke Luksemburg dari Bosnia pada 1990 ketika Pjanic belum genap setahun. Belakangan keputusan sang ayah menyelamatkannya dari perang saudara yang berkecamuk di pecahan negara Yugoslavia itu berbuah hasil.

[Gambas:Video CNN]

Cerita-cerita dari Fahrudin sebagai mantan pesepakbola yang membuat pikiran Pjanic tak lepas dari Si Kulit Bundar.

Sejak kecil, Pjanic mengaku tak pernah lepas dari kesukaannya bermain sepak bola.

Banner Live Streaming MotoGP 2020

“Ayah saya yang membawa saya ke dunia sepak bola. Suatu saat dia mengejutkan saya ketika dia bermain bola di garasi rumah. Saya selalu bermain bola sejak kecil.”

“Bola selalu saya bawa atau di kaki saya dan bermain dengan kawan-kawan. Sekolah termasuk hal penting dan saya rajin belajar sejak kecil. Saya juga bisa enam bahasa saat ini,” tulis Pjanic di Medium.

Pjanic mencoba meretas kariernya sebagai pesepak bola profesional di Prancis. Dua klub yang mengawali kariernya adalah Metz dan Lyon.

Dari Lyon, Pjanic mencoba peruntungan di sepak bola Italia memperkuat AS Roma sejak 2011. Pada 2016, jalan kariernya semakin menanjak dengan membela salah satu klub raksasa level Eropa, Juventus.

Total sudah tiga trofi Liga Italia yang pernah dia rengkuh bersama Si Nyonya Tua. Dia juga pernah ikut membawa I Bianconerri meraih dua gelar juara Coppa Italia.

Satu hal yang belum pernah dia raih adalah Liga Champions. Barcelona menjadi alasan utama untuk mewujudkan mimpinya itu.

(bac/nva)





berita olahraga