Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menilai undian Piala Thomas dan Uber ideal bagi tim Indonesia.

PBSI Anggap Drawing Thomas dan Uber Ideal bagi Indonesia-Spekta Sports

Jakarta, CNN Indonesia —

Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menilai undian Piala Thomas dan Uber ideal bagi tim Indonesia.

Dalam Pengundian grup Thomas Uber Cup 2020 berlangsung Senin (3/8) siang waktu Indonesia, tim Thomas berada di Grup A bersama Malaysia, Inggris, dan Belanda. Sedangkan Tim Uber berada di Grup B bersama Korea Selatan, Malaysia dan Australia.

Sekjen PP PBSI Achmad Budiharto mengatakan hasil pengundian bagus buat Indonesia. Terutama untuk tim Thomas yang berstatus sebagai unggulan pertama.

“Saya kira ini adalah hasil undian yang baik buat Indonesia karena kita jadi seeded satu, harusnya tidak ada halangan untuk lolos grup. Target utama lolos sebagai juara grup. Setelah itu kalau juara grup kan tidak bertemu juara grup lain. Di delapan besar ketemu runner up grup yang relatif lebih ringan,” kata Budi melaui sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com, Senin (3/7).

Lanjut Budi, di atas kertas Indonesia seharusnya bisa mengungguli tiga lawan yang berada di satu grup. Alhasil, target untuk lolos sebagai juara grup di babak penyisihan cukup realistis.

“Kami punya tiga pasangan ganda yang ada di top 10 dunia. Ada tiga pemain tunggal yang seharusnya tidak terlau khawatir dengan performa tunggal putra tim lain. Jadi tidak perlu takut. Tinggal menyiapkan fisik, teknik, mental, dan strategi,” ujarnya.

Sementara untuk Tim Uber, Budi juga menyebut hasil drawing cukup bagus. Gregoria Mariska Tunjung dkk menempati unggulan kedua di bawah Korea Selatan yang menjadi salah satu lawan terkuat Indonesia di Grup B.

Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo (kanan) dan Marcus Fernaldi Gideon mengembalikan kok ke arah lawan pebulu tangkis ganda putra Korea Selatan Chung Eui Seok dan Kim Won Ho dalam pertandingan babak penyisihan grup Piala Thomas Uber 2018 di Impact Arena, Bangkok, Thailand, Rabu (23/5).  Tim Thomas Indonesia menundukkan Tim Thomas Korea Selatan dengan skor akhir 3-2. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/ama/18Foto ilustrasi. Kevin/Marcus saat tampil di Piala Thomas 2018, Bangkok. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

“Unggulannya kan Korea Selatan, jadi yang penting bagaimana kita harus bisa mengalahkan non unggulannya, Malaysia dan Australia. Kita tidak boleh kehilangan poin dari Australia dan Malaysia.”

“Setelah itu, tinggal kalahkan Korea buat berebut juara grup. Kami realistis, kami bukan unggulan. Tapi kami akan berusaha yang terbaik,” ujarnya.

Secara materi pemain, tim Uber disebut Budi harus berjuang ekstra dibanding tim Thomas. Meski begitu, Budi meminta kepada pemain untik tidak takut sebelum bertanding.

Di tunggal putri, Gregoria masih menjadi tumpuan untuk bisa mendapatkan poin kemenangan. Gregoria disebut memiliki kemajuan yang lumayan cepat terlihat saat tampil di Home Turnamen PBSI di mana ia menjadi juara di sektor putri.

“Kami juga punya pemain simpanan, Putri Kusuma Wardani yang juga bagus. Di sektor ganda juga tetap harus berjuang. Tim Uber yang penting lolos grup, syukur-syukur bisa juara grup. Kalau putra berusaha sesuai unggulan jadi juara grup,” terang Budi.

Saat ini, seluruh pemain tetap menjalani latihan intensif di pelatnas PBSI Cipayung. Berdasarkan hasil di Home Turnamen beberapa waktu lalu, para pelatih sudah mengantongi kelemahan pemain terutama dari sektor fisik.

“Intensitas latihan akan dinaikkan lagi. Kami mohon doanya saja, mudah-mudahan tidak mengecewakan negara dan bangsa,” terangnya.

Thomas Uber Cup 2020 akan berlangsung pada 3-11 Oktober di Aarhus, Denmark. Ini menjadi event internasional pertama yang digelar BWF setelah vakum akibat Covid-19.

(TTF)





berita olahraga