Hadapi Slavia Praha, Barcelona Superior Kontra Klub Ceko

Pemotongan Gaji Pemain Bola dan Sarkasme Barkley-Spekta Sports

Jakarta, CNN Indonesia — Pemotongan gaji pemain sepak bola menjadi salah satu hal yang tidak dapat dihindari di tengah wabah virus corona. Sebuah situasi yang seharusnya diterima para pemain.

Wabah virus corona menunjukkan betapa rapuhnya industri olahraga seperti sepak bola. Klub-klub kaya Eropa mengalami krisis keuangan menyusul dihentikannya kompetisi karena wabah virus corona.

Penghentian kompetisi berarti klub-klub tersebut tidak ada pemasukan dari pertandingan atau hak siar. Sepak bola berhenti hingga setidaknya akhir Mei, namun diprediksi akan berhenti lebih lama karena virus corona.



Bisa Anda bayangkan klub-klub raksasa macam Barcelona saja harus memotong gaji pemain hingga 70 persen untuk menyelamatkan kondisi keuangan klub. Lalu bagaimana dengan nasib klub-klub kecil.
Lionel Messi memastikan skuat Barcelona menerima pemotongan gaji.Lionel Messi memastikan skuat Barcelona menerima pemotongan gaji. (AP Photo/Joan Monfort)

Bagi sebagian orang sepak bola adalah ‘kehidupan’ mereka. Bahkan sepak bola sudah dianggap sebagai ‘agama’. ‘Kehidupan’ dan ‘agama’ bagi sebagian orang ini mungkin akan hilang jika para pemain tidak melakukan pengorbanan dengan menerima pemotongan gaji.

Klub-klub sepak bola mungkin tidak akan selamat usai wabah virus corona karena dinyatakan bangkrut. Terlebih kita tidak bisa memprediksi kapan pandemi ini akan berakhir.

Memotong gaji pemain merupakan salah satu cara terbaik untuk menyelamatkan klub. Dikutip dari The Guardian, rata-rata uang yang dikeluarkan klub di lima liga besar Eropa (Inggris, Spanyol, Italia, Jerman, dan Prancis) untuk membayar gaji setiap tahun adalah 64 persen dari total pendapatan.

Pemotongan Gaji Pemain Bola dan Sarkasme Barkley

Dalam laporan Deloitte, klub-klub di lima liga besar Eropa mengeluarkan 9 miliar euro atau setara Rp162 triliun sepanjang 2019 untuk membayar gaji pemain. Sebuah angka yang fantastis dan tidak mungkin dikeluarkan klub di tengah wabah corona saat ini.

Aneh melihat ada pemain sepak bola yang menolak pemotongan gaji di tengah kondisi yang tidak menentu ini. Seperti yang terjadi dengan para pemain Sion FC di Swiss dan Dinamo Zagreb di Kroasia.

Sion FC memecat sembilan pemain, termasuk dua mantan pemain Arsenal Alex Song dan Johan Djourou, karena menolak pemotongan gaji.

Di tengah kondisi wabah virus corona di mana sepak bola menjadi tidak penting, pernyataan fenomenal legenda NBA Charles Barkley sangat tepat untuk digunakan.

Sepak bola tidak berdaya tanpa ada pemasukan.Sepak bola tidak berdaya tanpa ada pemasukan uang. (Anthony Devlin/PA via AP)

“Saya beritahu kamu, ada lima pekerjaan sesungguhnya di dunia ini: Guru, pemadam kebakaran, polisi, dokter, dan tentara. Yang lain tinggal diam dan nikmati kehidupan,” ujar Barkley.

Pernyataan Barkley itu menjadi sarkasme bagi pesepakbola yang tidak mau gajinya dipotong. Padahal gaji mereka jauh di atas rata-rata profesi lain di dunia ini, bahkan dokter sekalipun yang saat ini menjadi salah satu pihak yang ada di garis terdepan melawan wabah virus corona.

Bahkan gaji pemain bola jauh di atas perawat yang saat ini mengorbankan nyawa mereka untuk merawat para pasien virus corona.

Acungan jempol pantas diberikan kepada para pemain yang secara ikhlas gaji mereka dipotong demi menyelamatkan klub, seperti para pemain Barcelona yang rela 70 persen gaji mereka dipotong. Lionel Messi dan kawan-kawan juga memperhatikan karyawan klub dengan memastikan 100 persen gaji mereka dibayar selama kompetisi berhenti.

[Gambas:Video CNN]
Yang kemudian harus dipastikan adalah klub tidak semena-mena mengambil keputusan sepihak dalam pemotongan gaji. Harus ada kesepakatan mengenai besaran potongan gaji antara manajemen klub dan pemain. Hal itu juga harus dilakukan di Liga Indonesia.

Tidak semua pemain sepak bola memiliki gaji yang tinggi, terutama mereka yang bermain di kasta rendah dan mungkin hanya mengandalkan penghasilan dari bermain di atas lapangan hijau.

Federasi sepak bola dan asosiasi pemain di negara masing-masing harus memastikan pemain terlindungi dengan adanya kesepakatan bersama dengan klub terkait pemotongan gaji. (jun)





berita olahraga