Saran Klub Liga 1: Penyesuaian Kontrak hingga Ganti Turnamen

Penyesuaian Kontrak hingga Ganti Turnamen-Spekta Sports

Jakarta, CNN Indonesia — Dalam pertemuan virtual antara 18 klub Liga 1 dengan PSSI, Rabu (27/5) terdapat sejumlah masukan dari klub-klub terkait kompetisi musim ini.

Pertemuan tersebut dipimpin Wakil Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto dan dihadiri jajaran operator Liga Indonesia Baru (LIB) serta 18 klub peserta Liga 1 2020. Rapat dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dan selesai lewat dari pukul 15.00 WIB.

Dalam rapat tersebut ke-18 klub memberikan saran, usulan serta keluh kesah terhadap kelanjutan nasib kompetisi di tengah pandemi. Sejumlah klub memiliki saran dan masukan terkait kompetisi.

Seperti halnya Arema yang memberikan kompetisi dilanjutkan sebagai salah satu upaya persiapan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Namun Arema menyatakan harus ada penyesuaian kontrak pelatih dan pemain di kondisi ini. Selain itu, Arema meminta perubahan dana subsidi.
“Arema memberikan saran untuk melanjutkan kompetisi dengan catatan. Pertama, renegoisasi stakholder, pemain dan pelatih untuk penyesuaian kontrak karena pendapatan dalam kondisi seperti ini turun drastis.”

“Kami juga minta renegoisasi subsidi, karena kalau 25 persen berat buat kami. Jadi kami minta ditambah kalau kompetisi berlanjut. Kalau pun kompetisi berhenti, apakah dengan sendirinya kontrak putus dan yang lainnya juga? makanya kami minta PSSI komunikasi dengan AFC dan FIFA,” ucap Ruddy Widodo.

Tak hanya itu, Ruddy juga mengusulkan untuk enam klub yang memiliki markas di luar Pulau Jawa supaya sementara pindah ke Pulau Jawa.

“Jadi kalau home dan away bisa pakai private bus supaya lebih aman. Karena di Pulau Jawa akses bus sudah mulai dari Jawa Barat sampai Jawa Timur. Tapi mereka dikasih insentif subsidi lebih.”

[Gambas:Video CNN]

“Tapi apapun keputusan dari PSSI nanti kami sebagai anggota yang loyal akan tetap respek dan mendukung. Mari kita berdampingan dengan corona,” sebutnya.

Direktur Olahraga Persija Ferry Paulus menyatakan, jajaran Manajemen Persija berharap sepak bola tanah air segera dapat bergulir dengan berbagai catatan seperti format baru, turnamen atau kompetisi seperti semula. Namun, hal itu dianggap cukup mengkhawatirkan di tengah masa pandemi covid-19 karena yang paling utama adalah kesehatan dan keselamatan banyak orang.

“Manajemen Persija sangat berharap liga dapat berjalan kembali. Tentunya para suporter sudah rindu menyaksikan timnya berlaga di stadion, setelah hampir tiga bulan liga berhenti dan jika liga bergulir kembali ekonomi rakyat akan kembali tumbuh serta para pemain bisa beraktivitas untuk memberikan tontonan dan hiburan bagi rakyat. Namun Persija ingin semuanya benar-benar telah kondusif terlebih dahulu,” tutur Ferry Paulus dilansir situs resmi Persija.

Saat ini, lanjut Ferry, kesehatan dan keselamatan manusia jauh lebih berharga dibanding sepak bola. Apalagi sepak bola adalah olahraga yang melibatkan banyak orang dengan mobilitas tinggi baik itu di stadion atau dari satu kota ke kota lain.

Sejumlah klub ingin kompetisi dilanjutkan.Sejumlah klub ingin kompetisi dilanjutkan. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

“Jika liga benar-benar bergulir protokol Covid-19 harus benar-benar dipahami oleh semua pemangku kepentingan dan dapat diimplementasikan dengan baik,” kata Ferry.

Di sisi lain, CEO Persib Bandung, Teddy Tjahjoko kepada CNNIndonesia.com mengungkapkan Maung Bandung berharap kompetisi Liga 1 bisa dilanjutkan dengan mengikuti tatanan baru atau New Normal yang ditetapkan oleh pemerintah. Namun, dalam pelaksanannya harus ditambah dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Kompetisi dan turnamen itu sangat berbeda,” ucap Teddy.

https://www.cnnindonesia.com/

CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi justru menyarankan kepada PSSI untuk mengganti kompetisi dengan turnamen. Menurut lelaki yang juga anggota Komisi X DPR-RI itu, kompetisi sangat rumit untuk dilanjutkan di tengah kondisi seperti saat ini.

Yoyok mencontohkan keluhan dari Persipura Jayapura yang mengatakan tidak ada armada transportasi apapun yang bisa keluar masuk Papua. Kondisi ini pun belum bisa dipastikan sampai kapan.

“Kami usul kepada PSSI sebaiknya kompetisi diganti turnamen. Kompetisi terlalu rumit kalau mau dijalankan lagi. Jadi tetap ada kegiatan tapi bukan kompetisi, karena kita masih pesimis pada September nanti, kompetisi sudah bisa digelar di Indonesia. Kalau opsi turnamen dengan format home tournament okelah, tidak menyulitkan klub. Jangan sampai maksud baik kita mempersulit kita sendiri,” ujar Yoyok.

Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi mengatakan dalam pertemuan tersebut sudah disepakati tidak ada keputusan.

Banyak [klub] yang minta lanjut dengan beberapa syarat. Kalau lanjut, maka lebih kepada protap ketat terbadap pandemi covid-19,” kata Yunus Nusi kepada CNNIndonesia.com usai pertemuan.

Opsi dilanjutkannya kompetisi tanpa penonton juga menjadi salah satu topik pembahasan. Menurut Yunus, klub-klub memaklumi opsi tersebut karena harus bersikap hati-hati terhadap paparan virus corona.

Selain itu, lanjut Yunus, klub juga menyarankan kepada PSSI supaya membantu secara aspek hukum dan komunikasi dengan AFC dan FIFA soal kontrak pelatih dan pemain.

“Pertemuan ini tidak ada keputusan, hanya kesimpulan dan akan dilaporkan ke Ketua Umum untuk dibawa ke rapat Exco,” sebutnya. (TTF/ptr)





berita olahraga