Persani Hukum Pelatih Jika Terbukti Tuding Atlet Tak Perawan

Persani Hukum Pelatih Jika Terbukti Tuding Atlet Tak Perawan-Spekta Sports

Jakarta, CNN Indonesia — Persatuan Senam Indonesia (Persani) berjanji menjatuhkan sanksi kepada pelatih jika terbukti benar menuding salah satu atletnya tidak perawan sehingga dicoret dari pelatnas SEA Games 2019.

Ketua Umum Persani, Ita Yualita, mengatakan masih akan meminta keterangan dari pelatih yang bersangkutan.

Atlet senam artistik, Shalfa Avrila Siani, dikabarkan dipulangkan paksa dan didiskualifikasi dari pelatnas SEA Games 2019 lantaran dituduh sudah tak perawan oleh pelatihnya sendiri.

“Kami [Persani] diatur di internasional. [Aturan] sangat ketat bagi para pelatih. Diatur [pula] perilaku pelatih ke atlet,” kata Ita.

Ilustrasi senam artistik. (Ilustrasi senam artistik. (Istockphoto/ Petr_Joura)

Jika benar pelatih menuding atletnya tidak perawan, lanjut Ita, hal itu termasuk pelanggaran berat karena termasuk pelecehan seksual.
“Kalau atlet merasa pelatih melakukan pelecehan seksual, pelatih bisa kena sanksi. Pelatih tidak boleh abuse [melakukan pelecehan] kata-kata maupun perbuatan,” kata Ita.

Untuk itu, Ita akan meminta penjelasan dari jajaran pelatih pelatnas SEA Games terkait isu pencoretan atlet dan masalah keperawanan. Pelatih kepala tim senam di SEA Games 2019 saat ini dijabat oleh Indra Sibarani.

Persani Sanksi Pelatih Jika Terbukti Tuding Atlet Tak Perawan

“Pak Indra [Sibarani] minta waktu sampai kompetisi [SEA Games 2019] selesai dan akan kembali tanggal 5 [Desember].”

“Kami harus dengar dari tim pelatih sebelum ke keluarga. Kami tidak ingin berpolemik. Pada saatnya kami akan konfirmasi,” terang Ita.

[Gambas:Video CNN]
Dalam kesempatan itu, Ita juga menanggapi soal nama Irma yang disebut tim kuasa hukum keluarga Shalfa, Imam Muklasin, sebagai penuding sang atlet tidak perawan.

“Saya tidak tahu. Irma itu pelatih di Jawa Timur. Setahu saya dia pelatih pelatda [Pemusatan Latihan Daerah]. [Staf] pelatih pelatnas [di Jawa Timur] itu Zahari,” terang Irma.

Sebelumnya pihak keluarga Shalfa melalui kuasa hukumnya, Imam Muklas, menjelaskan soal kronologi tuduhan pelatih bahwa atlet itu tidak perawan sehingga dicoret dari pelatnas SEA Games.

“13 November kemarin, orang tua Shalfa ditelepon oleh pelatihnya, namanya Irma, untuk menjemput Shalfa [Pelatnas SEA Games] di Gresik, alasannya dia dituduh tidak virgin [perawan], namanya orang tua pasti kaget,” kata Imam, kepada CNNIndonesia.com, Jumat (29/11). (TTF/bac)





berita olahraga