Portsmouth Penjegal MU Raih Treble Kedua

Portsmouth Penjegal MU Raih Treble Kedua-Spekta Sports

Jakarta, CNN Indonesia — Manchester United nyaris meraih treble kedua sepanjang sejarah mereka jika tidak dijegal Portsmouth di Piala FA musim 2007/2008.

Klub berjuluk Setan Merah itu berpeluang mengulang kesuksesan musim 1998/1999 saat kali pertama meraih treble winner dengan menjuarai Liga Inggris, Piala FA, dan Liga Champions.

Pada sembilan tahun berikutnya, MU memiliki peluang serupa saat masih bertahan di tiga kompetisi tersebut pada Maret 2008.



Di awal Maret, MU hanya tertinggal satu poin di belakang Arsenal yang berada di puncak klasemen. Di Liga Champions, mereka lolos ke perempat final. Sedangkan di Piala FA, MU akan melawan Portsmouth di babak perempat final.
Namun sayang, pertandingan melawan Portsmouth pada 8 Maret tersebut tidak berujung bagus bagi The Red Devils. Tim asuhan Sir Alex Ferguson itu dipermalukan Portsmouth 0-1 di Old Trafford lewat gol tunggal Suley Muntari dari titik penalti di menit ke-78.

MU tampil dengan semestinya. Dengan komposisi pemain yang lebih baik, tuan rumah mendominasi permainan dan serangan. Tekanan silih berganti dilakukan pemain-pemain MU ke pertahanan The Pompey.

Peluang Carlos Tevez lewat tendangan di menit ke-19 dari depan gawang dimentahkan Glen Johnson. Rapatnya pertahanan Portsmouth membuat MU kesulitan memanfaatkan kemelut di kotak penalti lawan.

Tembakan kaki kanan Cristiano Ronaldo di menit ke-57 juga hanya menyamping tipis di sisi kanan. Di menit ke-70 giliran Michael Carrick yang gagal memanfaatkan peluang emas.

MU juara Liga Champions dan Liga Inggris 2007/2008.MU juara Liga Champions dan Liga Inggris 2007/2008. (AFP PHOTO / Paul Ellis)

Adangan kiper David James membuat Carrick kehilangan momentum, selanjutnya giliran bek Sylvain Distin yang menjadikan peluang Carrick terbuang sia-sia.

Meski mendapat tekanan bertubi-tubi dari MU, namun justru Portsmouth yang bisa mencetak gol lebih dahulu dalam laga itu.

Berawal dari tendangan James, Milan Baros memberikan bola kepada Sulley Muntari. Muntari dijatuhkan Thomas Kuszczak. Wasit Martin Atkinson memberikan penalti untuk Portsmouth. Kuszczak pun dikartu merah, padahal ia baru masuk di babak kedua menggantikan Edwin van Der Sar.

Usai memainkan dua kiper dalam satu laga, MU tidak memiliki pilihan selain menunjuk Rio Ferdinand sebagai ‘kiper darurat’ dalam momen penalti itu. Ferdinand sukses membaca arah tendangan Muntari, namun tidak cukup untuk menggagalkannya.

[Gambas:Video CNN]

Keunggulan 1-0 milik Portsmouth di menit ke-78 itu bertahan hingga usai. MU kalah 0-1 sekaligus tersingkir dari Piala FA. Kesempatan mengulang treble winner di musim 1998/1999 pupus.

Tersingkirnya MU di Piala FA ditebus Nemanja Vidic dan kawan-kawan di Liga Inggris. Dua pekan usai kekalahan itu MU menang 2-0 atas Bolton Wanderers, sekaligus mengambil alih puncak klasemen sementara atas Arsenal di pekan ke-29.

Portsmouth, Penjegal MU Raih Treble Kedua

Usai kemenangan itu MU tidak tergoyahkan di puncak klasemen jadi juara Liga Inggris di musim tersebut. Di Liga Champions, dalam empat pertandingan di fase gugur MU hanya sekali imbang, saat bermain 0-0 dengan Barcelona di semifinal.

Dalam pertandingan final di Stadion Luzhniki, MU menang 6-5 atas Chelsea lewat adu penalti. Kedua tim bermain imbang 1-1 di babak normal dan tambahan waktu.

Pada musim 2007/2008 MU harus puas dengan torehan dua gelar juara: Liga Inggris dan Liga Champions, setelah asa meraih treble kandas di kaki Portsmouth di Piala FA. Pada awal musim itu, MU lebih dahulu meraih Community Shield.

Portsmouth yang menyingkirkan MU di babak perempat final keluar sebagai juara Piala FA musim 2007/2008. Di Liga Inggris, Portsmouth bertahan di papan tengah dengan menempati peringkat kedelapan. (sry/bac)

[Gambas:Video CNN]





berita olahraga