Praveen Jordan: Saya Ingin Juara Olimpiade-Spekta Sports

Praveen Jordan: Saya Ingin Juara Olimpiade

Jakarta, CNN Indonesia — Praveen Jordan menceritakan momen keberhasilannya jadi juara All England sekaligus pandangannya terhadap target besar dalam kariernya.

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti berhasil jadi juara All England setelah mengalahkan Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai di babak final. Kemenangan tersebut merupakan salah satu pencapaian besar dalam karier Praveen/Melati.

Bagaimana pandangan Praveen Jordan terhadap sukses tersebut. Berikut wawancara eksklusif CNNIndonesia.com dengan Praveen Jordan:



Ada kekhawatiran sebelum berangkat ke All England?

Setelah Jerman Terbuka resmi ditunda, saya merasa bahwa persiapan menuju All England bisa bertambah. Namun ketika sudah sampai di Birmingham, kekhawatiran itu baru terasa karena sempat ada kabar pertandingan tanpa penonton kemudian muncul kabar pertandingan ditunda.

Baru sampai akhirnya H-1 pertandingan keputusan All England tetap dilaksanakan diumumkan.

Saat kalah di set pertama dan tertinggal 10-18 di set kedua ketika menghadapi Wang Yilyu/Huang Dongping, apa yang ada di pikiran anda?

Kualitas servis Huang Dongping memang bagus dan mereka dapat poin dari situ sedangkan kita goyah. Saya berpikir saat itu saya hanya mau memberikan yang terbaik. Saya bilang ke Meli (Melati Daeva) sebelum poin ke-21 kita harus menunjukkan tekad tidak mau kalah.

Praveen Jordan: Saya Ingin Juara OlimpiadePraveen Jordan juara All England 2020 bersama Melati Daeva Oktavianti. (Dok. PBSI)

Lalu setelah akhirnya berhasil menyusul?

Saya lihat mulai ada kesempatan dan di satu sisi lawan pasti goyah karena sudah unggul jauh namun akhirnya terkejar.

Di babak semifinal lawan Marcus Ellis/Lauren Smith, Praveen/Melati membuang tiga kesempatan match point dan baru bisa menang lewat rubber game. Apakah sempat terbayang momen buruk setahun sebelumnya?

Target kami memang berusaha untuk tidak turun dari tahun lalu. Setelah lolos ke semifinal, kami berusaha untuk bisa melaju dan memberikan yang terbaik. Ellis/Smith berhasil mengganggu kami di gim kedua dan memang laga tersebut seharusnya tidak selesai dengan rubber game.

Setelah kalah di gim kedua kami berusaha lebih fokus dan langsung tancap gas sejak awal.

Setelah jadi juara All England, ada perubahan dalam diri Praveen/Melati?

Menurut saya masih ada banyak hal yang harus dikembangkan dari permainan saya dan Meli. Salah satunya adalah fokus pada kecepatan antisipasi perubahan pola main lawan.

Namun tentu kemenangan di All England ini membuat kepercayaan diri kami meningkat.

Mitos juara All England tidak bisa juara Olimpiade di tahun yang sama?

Bagi saya, sebelum hasil bisa dipastikan, tentu saya tidak mau terpaku pada anggapan itu. Saya akan membuktikan bahwa hal itu cuma mitos.

Praveen Jordan: Saya Ingin Juara OlimpiadePraveen mengakui kemenangan di All England meningkatkan kepercayaan diri. (Dok. PBSI)

Bagaimana beban jadi pemain ganda campuran sepeninggal Liliyana Natsir pensiun?

Dengan tidak adanya sosok senior seperti duet Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, kami ingin membuktikan bahwa saya dan Meli bisa melanjutkan tradisi juara yang telah mereka ciptakan.

Anda terlibat dalam persaingan di dua generasi ganda campuran. Bagaimana melihat persaingan saat ini?

Menurut saya saat ini persaingan lebih ketat dan ganda-ganda Eropa lebih berkembang. Zheng Siwei/Huang Yaqiong kemarin pun kalah dari Robin Tabeling/Selena Piek. Kami pun juga masih kalah head to head lawan mereka. Persaingan lebih merata.

Praveen Jordan: Saya Ingin Juara Olimpiade

Dulu dipasangkan dengan Vita Marissa dan kemudian Debby Susanto yang lebih senior. Bagaimana akhirnya dipasangkan dengan Melati Daeva?

Komunikasi kami bagus karena kami juga berasal dari klub yang sama [PB Djarum]. Saya berusaha mengerti dia mau main seperti apa dan kemudian saya mencoba mencocokkan dengan permainan saya.

Bagaimana pesan Richard Mainaky [pelatih ganda campuran] ketika kamu pertama kali dipasangkan dengan Melati Daeva?

Kak Richard bilang mari bekerja sama agar tradisi emas di Olimpiade jadi sebuah visi.

Bagaimana hubungan Praveen Jordan dan Richard Mainaiky setelah tahun lalu sempat dapat Surat Peringatan (SP)?

Hubungan saya dengan Kak Richard baik dan Kak Richard melakukan hal itu juga demi saya. Kalau tidak begitu, belum tentu saya bisa seperti saat ini.

Kak Richard adalah sosok pelatih yang tegas. Tahun lalu setelah saya dapat Surat Peringatan (SP), saya dipanggil dan kemudian Kak Richard berkata ‘Kamu harus bisa buktikan diri’ dan kemudian saya berusaha untuk mewujudkan hal itu sampai akhirnya saat ini saya bisa membuktikan diri.

Praveen Jordan: Saya Ingin Juara OlimpiadePraveen/Melati berharap bisa meneruskan tradisi kehebatan Tontowi/Liliyana di ganda campuran. (Dok. PBSI)

Target terbesar Praveen Jordan?

Tentu Olimpiade. Siapa yang tidak mau jadi juara Olimpiade dan tentunya Kejuaraan Dunia.

Kekecewaan terbesar?

Olimpiade 2016 karena saya bertemu senior [Tontowi/Liliyana]. Kalau misalkan pool kami terpisah saat itu, harapan mendapat medali itu ada. Saya merasa kurang diuntungkan dalam undian saat itu.

Anda disebut punya smash paling keras. Bagaimana menurut anda?

Saya tidak terlalu memikirkan bahwa saya disebut punya smes paling keras dan saya merasa biasa saja. Saya rasa yang punya smes lebih keras banyak, di pelatnas ada Mohammad Ahsan dan Sinyo (Marcus Fernaldi Gideon)

Dari mana nama Praveen Jordan?

Mama saya terinspirasi oleh Michael Jordan [legenda NBA] akhirnya saya dikasih nama Jordan untuk nama belakang. Sedangkan nama Praveen berasal dari nama artis India.

Pas mama hamil ada film Mahabarata dan ada tokoh yang jadi Bima. Nama artis pemeran Bima itu [Praveen Kumar] yang kemudian diambil jadi nama depan saya.

[Gambas:Video CNN]

Menyandang nama Jordan, pernah aktif bermain basket?

Pernah saat sekolah main basket namun tidak pernah diseriusin.

Dulu pernah main di ganda putra, berminat untuk kembali main di sana?

Kalau diizinkan main di dua nomor, kenapa tidak? Namun saat ini kebijakan PBSI adalah fokus satu nomor sehingga saya lebih memilih nomor ganda campuran. Namun bila dikasih kesempatan dan dibutuhkan, saya mau dan siap. (ptr/jal)





berita olahraga