Prinsip Franck Ribery dan Kontroversi soal Bir

Prinsip Franck Ribery dan Kontroversi soal Bir-Spekta Sports

Jakarta, CNN Indonesia — Franck Ribery pernah mengalami momen kontroversial menyoal bir. Setidaknya ada dua momen yang sempat menghebohkan.

Pertama pada 2013 dia disebut-sebut marah kepada rekan setim di Bayern Munchen saat itu, Jerome Boateng, yang menyiram bir kepadanya di lapangan. Waktu itu Die Roten tengah merayakan juara Bundesliga Jerman.

Dalam cuplikan video, Ribery sempat berlari dari kejaran rekan-rekan setim yang berusaha menyiramnya dengan segelas besar bir. Ribery pun akhirnya ‘tertangkap basah’ penuh bir sembari tengkurap di lapangan.



Boateng yang kali pertama mengguyurnya dengan bir, kemudian disusul rekan setim yang lain. Sontak peristiwa itu dibikin heboh media-media terutama dari Inggris seperti Daily Mail dan Metro.

Berita dibuat sedemikian heboh karena identitas pemain asal Prancis itu sebagai seorang muslim. Apalagi, Ribery dikenal sebagai pesepakbola yang punya prinsip kuat mengharamkan bir.

Ribery dikenal sebagai muslim yang mencoba taat dengan menjauhkan yang haram seperti bir dan minuman alkohol lainnya. Puasa, zakat, dan salat lima waktu juga berusaha dilakukan Ribery.

Dalam pemberitaan Daily Mail, Ribery diklaim marah terutama oleh ulah Boateng. Ribery disebut sempat meminta rekan setim agar menjauhkan bir tersebut darinya.

Franck Ribery saat masih bersegaram Bayern Munchen. (Franck Ribery saat masih bersegaram Bayern Munchen. (AFP PHOTO / CHRISTOF STACHE)

Di media sosial pun sempat ramai foto-foto Ribery tengah diguyur bir. Beberapa fan bahkan menyebut pemain itu marah besar.

“Saya tak mau bicara lagi dengan Boateng. Dia tahu saya muslim. Saya sangat kesal,” demikian kutipan seolah dari Ribery menghiasi unggahan foto tersebut yang tersebar di media sosial kala itu.

Namun, Boateng buru-buru mengklarifikasi melalui akun media sosial. Mantan pemain Manchester City mengklaim hubungan dengan Ribery masih sangat baik dan menyangkal pemberitaan rekannya itu murka karena disiram bir.

“Saya dan saudara saya, Ribery, semuanya baik-baik saja. Itu merupakan bir non-alkohol [yang disiramkan ke Ribery],” demikian kicau Boateng dalam akun Twitter.


Media-media dari Inggris pun disebut publik dan media Jerman terlalu berlebihan dan hanya ingin mencari sensasi memberitakan ‘insiden’ Ribery dan siraman bir.

Meski demikian, ada pula sejumlah netizen yang meragukan pernyataan Boateng bahwa bir itu non-alkohol.

Netizen lainnya bahkan mengunggah foto bahwa dia pernah melakukan tos bir dengan rekan-rekan setimnya di Munchen.

Meski demikian cerita Ribery dan bir kembali heboh pada 2014. Sebut saja di beberapa kali momen sesi foto Oktoberfest yang juga dirayakan Munchen.


Oktoberfest sejatinya merupakan pesta panen bagi masyarakat tradisional Jerman. Semua warga Jerman turun ke jalan untuk minum bir, bahkan menyiramkannya sebagai bagian dari perayaan.

Tak terkecuali skuat Munchen juga merayakannya pada musim 2014. Apalagi, salah satu perusahaan bir di negara itu juga turut menjadi sponsor klub Bavaria.

Salah satu netizen pun mengunggah sesi foto skuat Munchen mempromosikan sponsor mereka saat merayakan October Fest. Namun dalam foto itu tampak beberapa pemain muslim seperti Ribery, Medhi Benatia, dan Xherdan Shaqiri tidak memegang segelas bir.

Begitu pula dalam sesi foto tim dalam perayaan Oktoberfest 2018, Ribery juga tidak mengangkat gelas besar berisi bir. Media Inggris seperti Daily Mail, kembali mengabarkan momen tersebut.

Ribery (kiri) pernah menjadi duet sayap terbaik dengan Arjen Robben di Bayern Munchen, (Ribery (kiri) pernah menjadi duet sayap terbaik dengan Arjen Robben di Bayern Munchen, (Foto: JORGE GUERRERO / AFP)

“Pemain Belanda, Arjen Robben, tos gelas [bir] dengan Sven Ulrich. Sementara rekan setim, Muller, sangat suka melihat bir itu.”

“Namun, Franck Ribery yang merupakan mualaf berpose tanpa gelas bir karena alasan religi. David Alaba terlihat agak kurang nyaman dengan rekan-rekannya, tapi berusaha menjaga gaya dengan tersenyum,” demikian tulis Daily Mail.

Ribery dikenal rekan-rekan setim sebagai muslim taat. Dia mencoba melaksanakan ajaran Islam dengan penuh kesungguhan.

[Gambas:Video CNN]
Penyerang yang kini merumput bersama Fiorentina itu bukan muslim atas dasar keturunan. Dia disebut menjadi mualaf pada 2002 ketika masih memperkuat klub kasta kedua Liga Prancis, Ales. Setelah menjadi mualaf, Ribery memiliki nama muslim Bilal Yusuf Mohamed.

Adalah pujaan hatinya sejak remaja, Wahiba Belhami, yang mengenalkan Ribery dengan Islam. Wanita Prancis keturunan Aljazair itu resmi menjadi istri Ribery pada 2006.

Kini kedua pasangan itu telah dikaruniai dua putra, Seif el Islam dan Mohammed, serta dua putri Hiziya dan Shahinez.

Ribery saat tampil di Liga Italia Serie A membela Fiorentina. (Ribery saat tampil di Liga Italia Serie A membela Fiorentina. (Claudio Giovannini/Ansa via AP)

Ribery pernah menyatakan bahwa agama merupakan hubungan personal antara dirinya dengan Tuhan. Mantan pemain Gatalasaray dan Marseille itu ingin mencari ketenangan dengan menjadi muslim.

“Saya seorang yang beragama dan sejak memeluk Islam, saya merasa menjadi lebih kuat secara mental dan fisik. Agama tidak mengubah kepribadian atau persepsi terhadap dunia.”

“Saya salat lima waktu. Saya melakukannya karena itu membuat saya lebih tenang dan lebih baik,” ujar Ribery dikutip dari SportsZion. (bac/har)





berita olahraga