Protokol Ketat DFL Dalam Melanjutkan Bundesliga-Spekta Sports

Protokol Ketat DFL Dalam Melanjutkan Bundesliga

Berita baik untuk penggemar sepakbola yang kehilangan tontonan setelah liga-liga top dunia dihentikan sementara untuk meminimalisir penyebaran Covid-19. Berbeda dengan Ligue 1 dan Eredivisie yang memutuskan untuk mengakhiri musim, Bundesliga akan kembali digelar pada 16 Mei mendatang setelah berhenti lebih dari dua bulan.

Bundesliga telah mencapai pekan ke-25 dengan sisa 11 pekan hingga musim 2019/20 usai. Bayern Munich sementara berada di posisi puncak dengan 55 poin. Borussia Dortmund berada di urutan kedua dengan 51 poin, disusul dengan RB Leipzig dan Borussia M`gladbach dengan selisih masing-masing satu poin. Pertandingan terbesar pada pekan ke-26 akan berlangsung di Signal Iduna Park, di mana tuan rumah Dortmund akan menghadapi Schalke pada laga yang bertajuk Revierderby.

Bundesliga yang akan segera kembali ini diawali oleh Kanselir Jerman, Angela Merkel yang memperbolehkan Bundesliga untuk kembali bergulir. Ungkapan Merkel pada 6 Mei tersebut direspon sangat cepat oleh Deutsche Fußtball League (DFL) selaku operator liga yang mengadakan rapat sehari setelahnya bersama perwakilan dari 36 tim Bundesliga dan Bundesliga 2 untuk mendiskusikan keberlanjutan liga.

[VIDEO] Kilas balik sepakbola: pertandingan pertama Bayern Munich di Bundesliga vs Gladbach

“Keputusan ini adalah berita baik untuk Bundesliga dan Bundesliga 2. Ini akan diikuti dengan tanggung jawab besar dari klub dan orang yang bersangkutan untuk mengimplementasikan protokol medis secara disiplin. Saya ingin berterima kasih untuk para pengambil keputusan yang telah memberikan kepercayaan kepada kami,” ujar CEO DFL, Christian Seifert.

Pertimbangan terbesar untuk melanjutkan Bundesliga tentu saja pertimbangan finansial. Seifert mengungkapkan bahwa 18 dari 36 tim divisi teratas liga Jerman bisa mengalami permasalahan finansial jika liga tidak dilanjutkan. Hal ini disebabkan karena tim tidak mendapatkan pendapatan ketika hari pertandingan seperti tiket, hak siar, dan sponsor. Kerugian yang diakibatkan bisa mencapai angka €750 juta.

Beberapa perwakilan tim sudah memberi peringatan pada DFL dari Maret lalu perihal kondisi klub yang tidak stabil jika liga dihentikan. DFL merespon cepat dengan membuat “Task Force Sports Medicine/Special Game Operations” pada akhir Maret. Hasil satuan tugas tersebut terlihat sangat nyata pada pertengahan April lalu ketika mereka meluncurkan 51 lembar prosedur penyelenggaraan pertandingan tanpa penonton saat pandemi ini.

DFL terlihat sangat siap untuk menyelenggarakan kompetisi dengan risiko keselamatan yang tinggi ini, namun permasalahan juga akan dihadapi tim yang akan kembali bertanding setelah dua bulan rehat. Tim-tim Jerman sebenarnya sudah mulai kembali latihan pada awal April, tentu saja dengan aturan physical distancing yang ketat. Bayern Munich berlatih dalam kelompok kecil yang hanya terdiri masing-masing tiga hingga empat orang. Pelatih kepala Bayern, Hans-Dieter Flick dan staf pelatihnya menggunakan tiang dan manekin sebagai lawan ketika sesi latihan.

Sebelum liga dimulai, akan dilakukan dua gelombang tes terlebih dahulu untuk memastikan kesehatan pemain dan staf pelatih. Sekitar 1724 tes sudah dilakukan pada 4 Mei lalu. Terdapat 10 kasus positif dilaporkan ke pihak berwenang di masing-masing daerah dan akan menjalani 14 hari karantina. Minggu ini akan dilakukan tes gelombang kedua untuk memastikan tidak ada kasus positif yang tidak terdeteksi pada gelombang pertama.

Mengenai protokol keamanan dan kesehatan menjelang pertandingan, DFL menetapkan banyak aturan dan prosedur yang harus dipatuhi dengan hukuman yang tegas jika tidak dilakukan. Seluruh pemain dan staf pelatih akan menjalani tes seminggu dua kali, salah satunya sehari sebelum hari pertandingan. Jika terdapat satu pekan dengan jadwal lebih dari satu pertandingan, mereka akan dites sebelum dua pertandingan tersebut. Hasilnya akan dikirim ke doktor klub pada pagi di hari pertandingan.

Untuk pertandingan Bundesliga, DFL hanya mengizinkan 322 orang di area stadion pertandingan, meliputi pemain, pelatih, wasit, kameraman, petugas anti-doping, petugas keamanan, petugas lapangan, dan anak gawang. Mereka harus menjalani pengecekan suhu terlebih dahulu sebelum datang. DFL membagi 322 orang tersebut menjadi tiga zona yaitu zona lapangan, zona tribun, dan zona luar dengan jumlah maksimal tiap zona yang berbeda.


Pemain, staf pelatih, dan pihak klub lainnya akan datang dengan lebih dari satu bis yang sudah disterilkan sebelumnya. Mereka harus menjaga jarak kurang lebih 1,5 meter dan menggunakan masker ketika memasuki area stadion. Pemain dari tim tuan rumah diperbolehkan untuk pergi menggunakan mobil sendiri dan tidak menumpang atau memberi tumpangan.

11 pemain utama akan bersiap lebih dahulu di ruang ganti, diikuti oleh pemain cadangan setelahnya. Jika ruang ganti yang tersedia tidak luas seperti Veltins-Arena, kandang Schalke, panitia pertandingan harus mencari solusi lain. Jika ruang ganti besar, maka pemain akan disebar sejauh mungkin di dalam ruang ganti. DFL meminta panitia pertandingan untuk menggunakan sebanyak mungkin ruangan untuk persiapan pertandingan. Ketika pemain meninggalkan ruang ganti, mereka tidak boleh berdesakan di lorong stadion. Ruang ganti kemudian akan dibersihkan ketika sudah kosong.

Ofisial pertandingan juga akan menjalani protokol yang sama. Mereka diminta untuk melakukan perjalanan di hari pertandingan, tidak sehari sebelum dan menginap di hotel. Bola akan disemprot disinfektan sebelum pertandingan dan akan hanya ada empat anak gawang dengan minimal umur 16 tahun. Seremoni sebelum pertandingan akan seminimal mungkin. Tidak ada maskot, jabat tangan, dan foto tim. Pemain pengganti harus berjarak satu atau dua bangku dengan pemain lain di bangku cadangan. Jika tidak cukup, mereka bisa menggunakan tribun penonton.

Mengenai penonton, mereka diperbolehkan untuk mengirim spanduk atau banner sehari sebelum pertandingan yang akan dipasang oleh panitia di stadion. Meski penonton dilarang masuk ke area stadion, terdapat kekhawatiran lain yaitu kemungkinan fans akan berkumpul untuk menonton bersama tim kebanggaannya. Hal ini pernah terjadi pada pertandingan PSG melawan Borussia Dortmund pada 11 Maret lalu dan tentu saja tidak sesuai dengan aturan physical distancing.

Direktur olahraga Eintracht Frankfurt menjelaskan aturan ketat yang melarang fans untuk berkumpul. “Kami berbicara dengan fans dan berkata, `tolong jangan datang ke stadion, jika kalian datang, kami akan dinyatakan kalah karena aturannya sangat ketat`. Jangan muncul di dekat stadion, tidak ada gunanya,” ujar Fredi Bobic.

Situasi di lapangan ketika pertandingan dimulai juga akan sangat ketat. Pelatih harus menggunakan masker meski diperbolehkan untuk membuka sesekali ketika harus memberi instruksi. Begitu pula dengan ofisial keempat, staf pelatih, dan pemain cadangan. Ketika pertandingan, pemain dilarang melakukan selebrasi gol bersama seperti berpelukan atau bahkan berjabat tangan. Kontak hanya diperbolehkan menggunakan siku atau kaki. Hal ini berpotensi menarik karena bisa melahirkan gaya selebrasi baru di tengah pandemi ini. Pemain juga dilarang untuk mengerubungi wasit ketika mendebat keputusan wasit.

Peraturan baru yang diumumkan oleh International Football Association Board (IFAB) mengenai pergantian pemain juga sedang dipertimbangkan oleh DFL. IFAB mengumumkan tiap tim boleh melakukan lima pergantian pemain namun tetap dalam tiga kesempatan agar tidak mengganggu keberjalanan pertandingan. Misal, tim boleh melakukan dua pergantian, satu pergantian, dan dua pergantian pada tiga kesempatan pergantian pemain.

Setelah pertandingan, pemain tidak diizinkan untuk melakukan konferensi pers. Wawancara akan dilakukan melalui telepon video. Mereka diminta untuk mandi di rumah atau hotel dan mencuci peralatan pertandingan masing-masing. Mengenai keluarga dan orang yang berada di rumah pemain, mereka dianjurkan untuk tes secara sukarela. Pemain tidak boleh melakukan kontak fisik dengan tetangga atau orang di luar rumah, harus terus melakukan physical distancing, tidak boleh menerima tamu, dan dilarang menggunakan transportasi umum seperti yang biasa dilakukan oleh bek Union Berlin, Neven Subotic. Peraturan yang sama berlaku untuk seluruh orang yang tinggal di rumah pemain.

Protokol sangat ketat tersebut tentu melihat fakta bahwa berdasarkan data 9 Mei 2020, Jerman mencatat 170.876 kasus positif Covid-19. Bundesliga tentu akan menjadi sorotan publik sepakbola di dunia. Berdasar pertimbangan finansial klub, keputusan DFL untuk melanjutkan liga dibarengi oleh sejumlah protokol ketat untuk memastikan pertandingan berjalan dengan aman. Bundesliga bisa menjadi contoh untuk liga top Eropa lainnya dalam melanjutkan liga. Selain itu, tentu saja Bundesliga akan melepaskan rindu terhadap tontonan sepakbola kelas dunia yang tidak tersedia selama dua bulan terakhir ini.





berita olahraga