Sejumlah pemain timnas U-23 mengikuti latihan di Lapangan G Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senayan, Jakarta, Jumat (15/11/2019). Latihan tersebut untuk persiapan melawan timnas Iran U-23 pada laga uji coba jelang SEA Games 2019. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nz

PSSI Diminta Buat Proposal Khusus untuk Pakai Fasilitas GBK-Spekta Sports

Jakarta, CNN Indonesia —

Direktur Utama PPK GBK (Pusat Pengelola Kawasan Gelora Bung Karno) Winarto menyebut PSSI harus membuat proposal khusus untuk bisa menggunakan fasilitas latihan Timnas Indonesia di kawasan GBK secara gratis.

Sebelumnya PSSI telah mengajukan permohonan untuk menggunakan Lapangan ABC dan Stadion Madya secara gratis melalui Kemenpora sebagai tempat pemusatan latihan (TC) Timnas Indonesia mulai Juli mendatang. Keinginan itu seiring dengan persiapan Timnas Indonesia menuju Piala Dunia U-20 2021 mendatang.

Namun, Kemenpora melalui Menpora Zainuddin Amali tidak bisa memberikan keputusan karena kewenangan ada di PPK GBK sebagai penanggung jawab. Kemenpora pun meminta PSSI untuk berkomunikasi langsung dengan PPK GBK.

“Ya, kami belum ada apa-apa. Mereka juga belum mengontak kami. Mungkin sudah kontak Menpora. Tapi Menpora juga belum mengontak kami. Ya, hanya statement (permintaan) tapi belum ada omongan langsung,” kata Winarto, Kamis (18/6).

[Gambas:Video CNN]

Lanjut Winarto, untuk dapat menggunakan fasilitas lapangan ABC dengan stadion Madya secara gratis, PSSI harus mengikuti aturan yang telah dibuat. Bahkan, Winarto mencontohkan gelaran Asian Games 2018 yang tetap membayar sesuai tarif yang diberlakukan meskipun itu kaitannya dengan hajatan negara.

Salah satunya dengan mengajukan proposal permohonan ke Kemenpora yang disertai dengan data lengkap pengguna mulai dari pelatih, ofisial, atlet yang akan berlatih serta waktu penggunaan fasilitas yang diharapkan. Nantinya, Kemenpora akan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) supaya PSSI bisa menggunakan fasilitas GBK secara gratis.

Banner Live Streaming MotoGP 2020

“Penggunaan fasilitas GBK gratis itu masih tetap berlaku tapi harus tetapkan juga siapa yang ikut pelatnasnya. Atletnya saja belum ada sekarang, yang melatih siapa, yang mau dilatih siapa, harus jelas, dan itu belum dilakukan dan belum ada pengajuan dari PSSI.”

“Kami welcome mengikuti aturan yang berlaku. Kalau pelatnas itu mewakili negara pasti Kemenpora kan menetapkan. Kita hormati. Pelatnas yang lain juga begitu,” sebut Winarto.

Menanggapi hal itu, Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi menyerahkan semua keputusan kepada pemerintah. Namun, ia tak menampik jika PSSI sangat berharap ada perlakuan khusus yang diberikan buat Timnas Indonesia.

“Karena ini membawa nama bangsa dan negara. Tapi kami tidak bisa memaksa keputusan mereka. Keinginan PSSI Timnas TC di Stadion Madya dan Lapangan ABC. Kami serahkan ke Menpora dan GBK. Kami kan juga bagian dari Kemenpora,” ujar Yunus Nusi.

(TTF/jal)





berita olahraga