Ratu Tisha Sepakat Jadi Direksi Klub-Spekta Sports

Kronologi Ratu Tisha Mundur dari PSSI

Jakarta, CNN Indonesia — Manajer Perserang Serang, Babay Karnawi, mengakui mantan Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria┬ámasuk dalam jajaran direksi klub yang tampil di Liga 2 2020.

Babay mengatakan pertemuan antara manajemen Perserang dengan Ratu Tisha terjadi di Serang, Banteng, Rabu (13/5) pagi.

Dalam pertemuan tersebut hadir jajaran direksi perusahaan, termasuk Fahmi Hakim dan Pilar Saga yang nantinya menjadi rekan Tisha.
“Pertemuan itu memang direncanakan. Beliau [Ratu Tisha] sekalian pulang juga [ke Banten]. Pertemuan itu intinya Ibu Tisha masuk di jajaran direksi membantu dua lainnya yang sudah ada. Secara lisan sudah, tapi belum ada hitam di atas putih di notaris. Secara administrasi beliau belum tertulis [sebagai direksi],” kata Haji Babay melalui sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com.

GIF Banner Promo Testimoni

Babay mengungkapkan Tisha dengan Perserang punya kedekatan. Komunikasi juga telah terbangun dengan baik antara Fahmi Hakim yang merupakan Ketua Asosiasi Provinsi PSSI Banten dan Tisha ketika menjabat sebagai Sekjen PSSI.

Selain itu, Tisha merupakan putri asli Banten sehingga bergabung dengan Perserang disebut sebagai hal yang lumrah.

“Karena begini, ada orang asli daerah yang punya potensi dan kemampuan lalu kami ajak gabung seharusnya jadi hal wajar,” ujarnya.

[Gambas:Video CNN]
Dalam pertemuan tersebut, lanjut Babay, Tisha mempresentasikan pengalamannya mengurus sepak bola di hadapan Bupati Banten, jajaran komisaris Perserang, dan pengurus lainnya. Cerita pengalaman itu disebut membawa wawasan baru bagi manajemen Perserang.

Tisha dan manajemen Perserang juga membahas susunan program buat manajemen. Namun, Babay mejelaskan tidak ada pembahasan terkait masalah tunggakan gaji dan pelatih pemain Perserang.

“Harapannya ke depan Perserang bisa lebih baik dan bisa mencapai target lolos ke Liga 1. Dari segi manajerial tim juga bisa lebih baik promosinya.”

“Buat apa ada orang baru kalau tidak ada perubahan yang lebih baik. Mengurus bola itu tidak mudah, tidak semua orang mampu. Punya uang tapi tidak bisa mengelola, tidak bisa dikembangkan ya susah juga. Menurut kami beliau ahlinya, Indonesia bisa jadi tuan rumah Piala Dunai U-20 kan berkat dia,” ungkap pria yang akrab disapa Haji Babay itu. (TTF/jun)





berita olahraga