Jadi Calon Pelatih Indonesia, Tae-yong Beber Program ke PSSI

Rencana PSSI Kontrak Tae Yong Satu Tahun Menuai Kritikan-Spekta Sports

Jakarta, CNN Indonesia — Rencana PSSI memberi kontrak satu tahun untuk calon pelatih baru Timnas Indonesia Shin Tae Yong mendapat kritikan dari pengamat sepak bola nasional M. Kusnaeni.

Kusnaeni menganggap kontrak setahun untuk pelatih Timnas Indonesia terlalu pendek. Pasalnya, untuk mencetak prestasi suatu Timnas Indonesia butuh waktu yang panjang dan tidak bisa instan.

“Saya dengar kontraknya [Tae Yong] hanya setahun. Itu terlalu pendek untuk membangun tim, minimal butuh tiga tahun. Dia butuh waktu untuk melihat kompetisi, untuk mencari pemain dan membuat formasi,” kata Kusnaeni kepada CNNIndonesia.com, Jumat (20/12).

Ketua Umum PSSI Mochammad Iriawan sempat mengatakan pihaknya berencana memberi kontrak satu tahun kepada Tae Yong, yang difavoritkan melatih Timnas Indonesia ketimbang Luis Milla.

Shin Tae Yong kandidat kuat pelatih Timnas Indonesia.Shin Tae Yong kandidat kuat pelatih Timnas Indonesia. (JOE KLAMAR / AFP)

Kusnaeni mengatakan jika diperkenalkan secara resmi pada Januari 2020, Tae Yong datang ketika kompetisi sedang berhenti. Padahal mantan pelatih timnas Korea Selatan itu butuh melihat secara langsung pemain di kompetisi.

“Di tahun pertama dia memulai proses adaptasi dengan sepak bola Indonesia. Tahun kedua, mulai dengan uji coba formasi, uji coba tim dan mencoba persaingan pemain,” ujar Kusnaeni.

Rencana PSSI Kontrak Tae Yong Satu Tahun Menuai Kritikan

“Mungkin hasilnya belum terlalu bagus sambil dievaluasi. Tahun ketiga hasilnya bisa lebih jelas. Meskipun tidak ada jaminan juara, itu tidak ada,” sambung Kusnaeni.

Lewat kontrak satu tahun yang rencana ingin diberikan kepada Tae Yong, PSSI dianggap tidak niat dan ragu dalam mengambil keputusan. Kusnaeni mengatakan PSSI harus matang dalam sisi teknis, biaya, dan budaya saat menyodorkan durasi kontrak kepada calon pelatih baru.

[Gambas:Video CNN]
Tae Yong, lanjut Kusnaeni, membutuhkan tim pelatih yang diisi orang-orang dengan frekuensi dan referensi sama untuk diajak berdiskusi. Masalah bahasa juga dianggap tidak bakal menjadi persoalan serius lantaran Tae Yong punya kemampuan berbahasa Inggris yang cukup bagus.

“Indonesia punya ekspatriat dari Korea dan soal bahasa itu urusan dia. Korea bahasanya juga tidak terlalu asing. Harusnya tidak ada masalah. Karena dia juga bahasa Inggris-nya lumayan,” ucap Kusnaeni.

“Yang penting itu PSSI ada kemauan supaya ada pelatih lokal yang bisa dikader yang suatu saat siap menggantikan Tae Yong. Jangan seperti Yeyen [Tumena] atau Bima Sakti kemarin, ketika pelatih senior pergi mereka tidak siap jadi pengganti,” ujar Kusnaeni. (TTF/nva)





berita olahraga