Saddil Ramdani Bingung Instruksi Salat Idul Fitri saat Corona-Spekta Sports

Saddil Ramdani Bingung Instruksi Salat Idul Fitri saat Corona

Jakarta, CNN Indonesia — Winger Timnas Indonesia Saddil Ramdani masih bingung menentukan rencana Salat Idul Fitri karena ia belum tahu pasti instruksi terkait salat Id di tengah pandemi corona.

Pemain Bhayangkara FC itu masih mencari tahu apakah dalam situasi pandemi seperti ini dibolehkan salat di masjid atau tidak.

“Bingung dibolehkan atau tidak salat Id di masjid? Biasanya bareng-bareng ke masjid, tapi sekarang ada yang bilang dilarang, takut juga ada virus corona,” ujar Saddil kepada CNNIndonesia.com.
“Jadi bimbang, bingung juga karena takut. Virus corona bukan penyakit main-main, bahaya. Lihat nanti orang tua bilang apa, ikuti saja arahannya,” sambung mantan pemain Pahang FA tersebut.

https://www.cnnindonesia.com/

Saddil mengatakan kondisi tempat tinggalnya di Kendari, Sulawesi Tenggara, saat ini berjalan seperti biasa, meski sempat terjadi penutupan toko-toko yang membuat kota menjadi sepi dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi Kendari disebut Saddil sudah normal kembali. Toko-toko sudah buka meski tetap mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah pusat untuk mengurangi dampak paparan virus corona.

Masyarakat Kendari diakui Saddil tetap aktif, meski taat aturan dengan mengikuti protokol kesehatan dari pemerintah untuk memakai masker dan menggunakan hand sanitizer.

[Gambas:Video CNN]
Ramadan tahun ini juga terasa spesial buat Saddil yang kini berstatus pemain Bhayangkara FC itu. Ini menjadi kali pertama sejak menjadi pesepakbola profesional Saddil bisa menghabiskan satu bulan penuh berpuasa dan lebaran bersama keluarga di Kendari.

“Tahun ini sangat banyak bedanya. Pertama, bisa kumpul sama orang tua sama keluarga sebulan penuh, saya senang mau lebaran kumpul bareng, sahur bareng sama keluarga.”

“Baru kali ini bisa lebaran di rumah. Puasa sebulan di rumah. Tahun lalu di Malaysia sebelumnya merantau juga. Ini tahun istimewa buat saya dan keluarga karena jarang-jarang bisa kumpul semua. Ini tidak bisa dibayar dengan apapun,” ucap Saddil. (TTF/har)





berita olahraga