Liga 1 2020 yang terhenti pada pekan ketiga lantaran pandemi Covid-19 belum bergulir lagi hingga tahun berganti.

Sampai Bosan Menunggu Kelanjutan Liga 1 2020-Spekta Sports

Jakarta, CNN Indonesia —

Tidak ada yang pasti di dunia ini, termasuk kelanjutan Liga 1 2020. Saat kompetisi sepak bola di negara lain sudah berjalan lagi, kepastian liga terbaik di Indonesia masih samar.

Nyaris tidak ada ajang olahraga yang selamat dari ‘amukan’ Covid-19. Tengok saja perhelatan olahraga di dunia yang kesohor, bahkan Olimpiade atau Piala Eropa dan Copa America pun diundur.

Setelah ikut menetapkan penghentian liga, seperti liga-liga lain yang disetop pada pertengahan Maret lalu, muncul beragam strategi untuk kembali menghidupkan kompetisi sepak bola Tanah Air.

Rancangan mengganti liga dengan turnamen, ide melanjutkan persaingan kompetisi tanpa ada klub yang degradasi, hingga merancang protokol kesehatan liga di masa pandemi termasuk menggelar pertandingan tanpa penonton menjadi topik bahasan demi menggulirkan kembali Liga 1.

Di saat pihak-pihak terkait seperti PT Liga Indonesia Baru dan PSSI mengutak-atik cara demi kelangsungan kembali liga, pelaku sepak bola perlahan tapi pasti mulai waswas. Bayangan masa suram seperti lima tahun lalu ketika liga Indonesia dibekukan muncul dalam benak pemain.

Pesepak bola Persiraja mengikuti latihan fisik pada hari terakhir jelang pertandingan Liga 1 di stadion Harapan Bangsa , Banda Aceh, Kamis (27/2/2020). Latihan terakhir Persiraja yang diperkuat empat pemain asing itu guna menyiapkan tim menghadapi Bhayangkara FC pada kompetisi Liga 1 yang dijadwalkan berlangsung, Sabtu (29/2/2020) di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh. ANTARA FOTO/Ampelsa/aww.Pemain-pemain Liga 1 mengalami nasib tak tentu di tengah pandemi Covid-19. (ANTARA FOTO/Ampelsa/aww)

Kemunculan Surat Keputusan soal gaji 25 persen pun kian membuat pemain meringis. Saat liga tak berjalan dan jadwal latihan tidak menentu, para pemain pun mulai berharap mendapat penghasilan dari bidang lain. Ada pemain yang menjadi nelayan, berjualan beras, mengandalkan uang kontrakan, hingga mencoba menjadi YouTuber.

Kondisi klub pun tak berbeda jauh, apalagi pihak sponsor sempat menyatakan setop sementara memberi subsidi lantaran pandemi Covid-19 dianggap sebuah keadaan force majeure.

Masalah keuangan klub dan gaji pemain menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan liga di tengah pandemi.

Sebuah harapan muncul ketika muncul informasi mengenai Liga 1 bakal berlanjut Oktober dengan pelaksanaan hanya di Pulau Jawa. Kabar tersebut kemudian didukung dengan rilis jadwal kompetisi yang disebut akan digelar 1 Oktober.

Seolah bukan sekadar bualan, PSSI dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meneken memorandum of understanding (MoU) mengenai pelaksanaan Liga 1 pada 1 Oktober.

Klub-klub pun kembali menggelar latihan menyambut kelanjutan liga dan pemain pun mulai bisa lega, tetapi Kepolisian Republik Indonesia melalui Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol. Argo Yuwono memastikan tidak mengeluarkan rekomendasi untuk pelaksanaan pertandingan lanjutan di Liga 1 2020.

Argo mengungkapkan tidak terbitnya izin keramaian karena situasi pandemi Covid-19 yang terus meningkat berkaitan dengan jumlah masyarakat yang terinfeksi.

GIF Banner Promo Testimoni

PSSI pun mengiyakan dan manut pada keputusan tersebut. Liga kembali batal berlanjut. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, kemudian melontarkan wacana penyelenggaraan liga dimulai November dan berakhir Maret 2021.

Rapat Luar Biasa antara klub, PSSI, dan PT LIB pun menghasilkan kesepakatan Liga 1 akan bergulir lagi November 2020.

Lagi-lagi, angan-angan melihat kompetisi sepak bola terbaik di Indonesia pun kembali menguap. Tanpa izin dari Polri Liga 1 pun kemudian menjadi satu-satunya kompetisi sepak bola di Asia Tenggara yang tidak terlaksana, selain Brunei yang sudah menghentikan liga setelah pandemi virus corona merebak.

Sementara PSSI dan PT LIB masih melakukan pendekatan dengan pihak kepolisian, pemain-pemain pun mulai sering terlihat mengikuti pertandingan tarkam atau fun football. Sementara beberapa yang lain memilih berpindah klub memperkuat kesebelasan-kesebelasan negara tetangga.

Liga 1 di Tangan Pemerintah

Pelaksanaan lanjutan Liga 1 2020 tak lepas dari pilihan kebijakan yang akan diambil pemerintah dalam beberapa waktu ke depan.

Menurut pengamat sepak bola nasional M. Kusnaeni selain PSSI dan PT LIB ada banyak pihak yang turut memegang kendali dalam situasi pandemi.

Situasi pandemi Covid-19 juga membuat lebih banyak faktor pertimbangan yang harus dimiliki penyelenggara, seperti masukan dari Satgas Penanganan Covid-19. Sehingga, jika izin-izin tersebut salah satunya tidak didapatkan penyelenggara, Liga 1 otomatis tidak akan bergulir.

“Ini mau tidak mau menjadi situasi yang harus diambil federasi [PSSI karena peraturan undang-undang seperti itu]. Sebenarnya situasi ini lebih kepada pilihan kebijakan yang diambil pemerintah,” ucap Kusnaeni.

“Ketika pemerintah memutuskan untuk memprioritaskan satu hal dan meminta yang lain ditunda itu kan pilihan kebijakan. Itu berpulang ke negara masing-masing. Artinya pilihan kebijakan kegiatan olahraga bisa berdampingan dengan penanganan pandemi,” sambungnya.

Terakhir PSSI dan PT. LIB memastikan Liga 1 akan digelar pada Februari 2021.

(nva/har)

[Gambas:Video CNN]






berita olahraga