Fans of FC Minsk support their team during the Belarus Championship foolball match between FC Minsk and FC Dinamo-Minsk in Minsk, on March 28, 2020. - In stark contrast to leagues elsewhere on the European continent, the Belarus championship continues. (Photo by Sergei GAPON / AFP)

Sanksi Degradasi bagi Suporter Pelaku Rasial-Spekta Sports

Jakarta, CNN Indonesia — Legenda timnas Prancis Christian Karembeu menyerukan sanksi degradasi instan bagi klub yang suporternya melakukan aksi rasial.

Karembeu yang ikut andil mengantar timnas Prancis juara Piala Dunia 1998 menilai pelecehan rasial bukan bagian dari sepak bola.

“Ini bukan masalah sepak bola lagi. Ini menjadi bagian tugas pemerintah untuk melarang suporter tertentu tidak boleh masuk stadion atau klub yang berbicara langsung tentang larangan rasial,” kata Karembeu dikutip Daily Mail.
“Jika tidak, klub Anda degradasi ke divisi kedua atau ketiga hingga kemudian mereka berpikir dua kali. Kita perlu melangkah jauh lewat aturan pemerintah.”

Perlawanan terhadap rasialisme sedang gencar akibat kasus penganiayaan warga Amerika Serikat berkulit hitam, George Floyd di Minneapolis, 25 Mei silam.

Banner Live Streaming MotoGP 2020

Floyd yang diduga melakukan transaksi menggunakan uang palsu, tewas dalam proses penangkapan oleh polisi bernama Derek Chauvin. Polisi tersebut menekan leher Floyd hingga tewas di jalan raya.

Para aktivis kemanusiaan melakukan protes di berbagai negara. Sejumlah para pesepakbola ikut bersuara dan mengecam aksi rasial yang menyebabkan kematian FLoyd.

Karembeu yang pernah membela Real Madrid slogan “Say No To Racism” dalam sepak bola lambat laun menjadi usang jika tidak ada hukuman yang mengikat.

“Banyak pemain kulit hitam telah mengalami diskriminasi tapi kami masih melakukan slogan dan semboyan seperti “Say No To Racism”. Saya pikir itu sudah usang dan kita harus masuk lebih dalam lagi ke masalah ini,” ujarnya.

[Gambas:Video CNN] (jun/sry)





berita olahraga