https://www.cnnindonesia.com/

Saya dan Marc Marquez Pebalap Nakal-Spekta Sports

WAWANCARA

CNN Indonesia | Rabu, 05/02/2020 12:51 WIB


Jakarta, CNN Indonesia — Alex Marquez begitu antusias bicara soal debut yang bakal dijalani di MotoGP 2020 hingga hubungannya dengan sang kakak, Marc Marquez.

Alex mengungkapkan rasa bahagia bisa satu tim dengan Marc Marquez di tim Honda di MotoGP. CNNIndonesia.com dan sejumlah media mendapat kesempatan melakukan sesi wawancara di sela peluncuran tim Honda untuk MotoGP 2020.

Berikut wawancara dengan Alex Marquez:

Bagaimana rasanya berkompetisi bersama kakak kandung di MotoGP?

Saya sangat senang. Ketika masih kecil, saya tidak pernah membayangkan bisa balapan bareng kakak saya di MotoGP dan berada di tim yang sama di HRC. Ini akan jadi sejarah dan mimpi yang jadi kenyataan.

Ada banyak hal yang dilakukan. Tapi saya akan profesional dalam tim dan grup mekanik. Mimpi dari masa lalu dan akan jadi luar biasa.

Apa target Anda di musim pertama MotoGP?

Belum ada target karena pramusim belum selesai. Saya mau fokus ke pramusim lebih dulu untuk mempersiapkan 100 persen untuk seri pertama di MotoGP Qatar, lalu buat target di sana.

Alex Marquez dan Marc Marquez dalam launchin tim Honda di Jakarta untuk MotoGP 2020. (Alex Marquez dan Marc Marquez dalam launchin tim Honda di Jakarta untuk MotoGP 2020. (CNNIndonesia/Titi Fajriyah)

Marc juara MotoGP, apa ada tekanan dari tim?

Tidak. Saya di sini dan tim memberikan kepercayaan diri. Tidak ada tekanan, buat kinerja sebagus mungkin dan pada akhirnya saya akan mencoba untuk menjadi juara dunia dan membuat peningkatan dengan belajar dari Marc.

Bagaimana dengan uji coba motor?

Saya datang dari Moto2 bukan dari MotorBike ke MotoGP. Saya tidak merasa terlalu buruk dengan mesinnya. Saya mencoba untuk membuat peningkatan untuk lebih mengerti dan mempelajari motor ini.

Alex Soal MotoGP: Saya dan Marc Marquez Pebalap Nakal

Saya mencoba mengambil informasi yang saya bisa dari Marc, Cal Cruthclow dan Takaaki Nakagame. Mereka tahu ini debut dan saya mencoba belajar dari mereka. Mencoba mengerti motor karena rasa pertama sangat bagus. Saya senang dengan motor saat ini di tim supaya bisa memulai musim dengan baik.

Apa hal paling menyedihkan menjadi adik dari Marc?

Pada akhirnya, hal paling menguntungkan menjadi adik dari Marc adalah bisa menghabiskan waktu dan berbagi gairah dengan orang tedekat setiap hari.

Berbagi gairah dengan cara berlatih bersama dan berjuang menggapai mimpi. Saya tidak punya hal menyedihkan menjadi adik Marc. Tapi kadang mungkin sedikit grogi tapi kami punya kombinasi karakter yang bagus.

Tahun ini MotoGP banyak perubahan aturan, bagaimana Anda melihatnya. Apa Marc memberikan saran?

Saya pikir perubahan itu positif buat semua orang. Kompetisi lebih ketat bagi setiap orang, mesin dalam level tinggi. Level MotoGP meningkat tahun ini dan ini bagus untuk semua pebalap. Sangat senang melihat banyak pebalap berjuang dengan ketat.

Buat saya, terpenting adalah saya butuh belajar lebih banyak dengan tim untuk mengerti lebih baik tentang motor dan bertanya. Seperti yang saya katakan, kami akan profesional dan melihat satu sama lain untuk bekerja. Marc bilang untuk menikmati ini karena ini bagus untuk saya. Lupakan apapun dan fokus bekerja.

Bagaimana kamu meningkatkan kemampuan dan motor sebelum memulai musim balapan di Qatar setelah sempat tiga kali terjatuh?

Dua kali di Moto2 dan sekali di uji coba itu sesuatu hal yan berbeda. Sedikit demi sedikit di Malaysia, agak lebih panas dan itu cukup mudah untuk dimengerti. Sekarang saya mencoba untuk meningkatkan semuanya bukan hanya dari satu sisi.

Saya harus bisa lebih mengerti beberapa situasi yang dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan. Sejauh ini saya tidak punya masalah dengan motor, temukan batasan dan masalah serta cara menyelesaikannya.

Bagaimana rasanya menginjakkan kaki pertama kali di Jakarta?

Ya, saya sangat senang. Saya baru sampai semalam dan baru tidur beberapa jam. Tidak ada waktu untuk melihat banyak hal tapi saya senang bisa di sini.

Bagaimana rasanya bisa masuk ke MotoGP?

Saya pikir semua pebalap dari Moto3 dan Moto2 targetnya adalah main di MotoGP. Saya beruntung karena saya mampu menjadi pemenang di Moto3 dan Moto2 jadi kenyataan. Untuk itu, di MotoGP kompetisi levelnya lebih tinggi. Ini adalah mimpi, saya ke MotoGP bersama tim Repsol Honda HRC dan tentunya kompetitif.

Pebalap Nakal dan Biasa Ribut dengan Marc Marquez


BACA HALAMAN BERIKUTNYA







berita olahraga